<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620</id><updated>2012-02-16T18:12:36.313-08:00</updated><title type='text'>Bunda Penolong Abadi</title><subtitle type='html'>"Inilah Ibumu"
  Yoh 19:27</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>263</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6522229761121981318</id><published>2012-01-20T06:12:00.000-08:00</published><updated>2012-01-20T06:12:14.144-08:00</updated><title type='text'>Ketika Tuhan mengatakan tidak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--zccZy79xV0/Txl2M_rShuI/AAAAAAAAAo0/EAds1oED5Zw/s1600/Ketika%2BTuhan%2Bmengatakan%2Btidak" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/--zccZy79xV0/Txl2M_rShuI/AAAAAAAAAo0/EAds1oED5Zw/s320/Ketika%2BTuhan%2Bmengatakan%2Btidak" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku. &lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkan nya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat. &lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Tuhan beri aku kesabaran. &lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri ."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Tuhan beri aku kebahagiaan. &lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri. "&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat. &lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku. &lt;br /&gt;Tuhan berkata... "Ahhhh , akhirnya kau mengerti !"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan dan bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaanmengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah. Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan. Kita menginginkan harta yang berkecukupan , namun kebutuhan terus meningkat. Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkan nya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"There's a time and place for everything, for everyone. God works in a mysterious way." We won't know what is HIS plan, but one thing we have to believe HE always give us the best way eventhough it will hurt us..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;God Bless You....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6522229761121981318?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6522229761121981318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/ketika-tuhan-mengatakan-tidak.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6522229761121981318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6522229761121981318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/ketika-tuhan-mengatakan-tidak.html' title='Ketika Tuhan mengatakan tidak'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--zccZy79xV0/Txl2M_rShuI/AAAAAAAAAo0/EAds1oED5Zw/s72-c/Ketika%2BTuhan%2Bmengatakan%2Btidak' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-264163507834013982</id><published>2012-01-20T06:11:00.000-08:00</published><updated>2012-01-20T06:11:02.170-08:00</updated><title type='text'>"Perjalanan Kehidupan"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-LmvMeHzmZ3U/Txl17WAZN5I/AAAAAAAAAoo/3FF1I37dUwY/s1600/Perjalanan%2BHidup.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-LmvMeHzmZ3U/Txl17WAZN5I/AAAAAAAAAoo/3FF1I37dUwY/s320/Perjalanan%2BHidup.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ukuran sepatu menentukan kenyaman si pemakai,&lt;br /&gt; Bukan merk ataupun harganya (Matius 7 : 1-2)&lt;br /&gt; Bila engkau mengenakan sepatu yang ukurannya lebih besar,&lt;br /&gt; Atau lebih kecil dari ukuran kakimu.&lt;br /&gt; Maka engkau akan memperhatikan sepatu,&lt;br /&gt; karena tidak nyaman serta sakit,&lt;br /&gt; bukan merk atau harganya yang menjadikanmu menderita.&lt;br /&gt; Bila engkau tidak menemukan yang sesuai dengan ukuran kakimu,&lt;br /&gt; Engkau akan meninggalkan dan pergi, tidak akan membeli sepatu itu.&lt;br /&gt; Engkau akan berusaha mencari dan menemukannya ukuran sepatu&lt;br /&gt; yang sesuai dengan kakimu,&lt;br /&gt; Bila menemukannya engkau akan membeli&lt;br /&gt; Berapapun harganya, karena engkau membutuhkannya.(Matius : 44-46)&lt;br /&gt; Bila engkau merasakan nyaman memakainya, engkau bisa menikmati sekelilingmu dan sepatu tidak kau perhatikan lagi (Mazmur 71: 17-18)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ukuran sepatu adalah tetap, tidak dapat berubah.&lt;br /&gt; Engkau sendiri yang mencarinya, menemukan, menyesuaikan serta memakainya.&lt;br /&gt; Bukan sepatu yang menyesuaikan kakimu,&lt;br /&gt; Tak ada satupun merk atau pabrik yang menyediakan atau memproduksi&lt;br /&gt; sepatu yang bisa menyesuaikan kaki tiap orang.( Galatia 5 : 22)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikianlah perjalanan hidup manusia, mereka selalu mencari dan mencari,&lt;br /&gt; Menemukan dan menemukan, menyesuaikan dan menyesuaikan. &lt;br /&gt;(Matius 7 : 1-11)&lt;br /&gt; Akan tetapi bila engkau tak berpengalaman, silahkan singgah ke “RUMAH TUHAN”(Amsal 9 : 4)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Allah akan mengajari engkau dengan ukuran yang sesuai dengan jiwamu,&lt;br /&gt; Agar engkau merasa nyaman dan tentram, bila menggunakannya dan memakainya (Matius 11 :29) sehingga engkau tidak merasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri karena tidak menolak ukuran yang diberikan-Nya dan engkau jadikan keputusan dan pilihanmu sendiri (Yesaya 41 : 10)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bila engkau melihat ukuran itu seperti terlalu besar atau kecil,&lt;br /&gt; Bersabarlah sejenak dan berdiamlah seperti seorang bayi (Yesaya 66 : 12-13)&lt;br /&gt; Dapatkah bayi memilih dan menentukan ukuran sepatunya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebahagiaan sejati bukanlah harta, merk ataupun harga.&lt;br /&gt; Kebahagiaan sejati adalah tidak terpeleset oleh mulutnya,&lt;br /&gt; dan tidak digelisahkan oleh sesal atas dosa-dosa.&lt;br /&gt; Kebahagiaan sejati adalah tidak ditegur oleh hatinya sendiri&lt;br /&gt; Dan tidak kehilangan kepercayaannya (Sirakh 14 : 1-2)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memberkati.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-264163507834013982?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/264163507834013982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/perjalanan-kehidupan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/264163507834013982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/264163507834013982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/perjalanan-kehidupan.html' title='&quot;Perjalanan Kehidupan&quot;'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-LmvMeHzmZ3U/Txl17WAZN5I/AAAAAAAAAoo/3FF1I37dUwY/s72-c/Perjalanan%2BHidup.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-468166109415872714</id><published>2012-01-20T06:09:00.001-08:00</published><updated>2012-01-20T06:09:30.971-08:00</updated><title type='text'>Kaisar Yang Murah Hati</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-bBqgq19Du7Y/Txl1lHRNb1I/AAAAAAAAAoc/XvDSRaUB77U/s1600/Kaisar%2Byang%2Bmurah%2Bhati.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="205" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-bBqgq19Du7Y/Txl1lHRNb1I/AAAAAAAAAoc/XvDSRaUB77U/s320/Kaisar%2Byang%2Bmurah%2Bhati.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Harry Allen Ironside, seorang pengajar Alkitab, dan penulis yang produktif pernah menceritakan kisah seorang tentara Rusia muda. Ayah tentara tersebut adalah teman Czar Nicholas I, sehingga pemuda itu ditempatkan sebagai juru bayar di salah satu barak. Dia bertugas dengan baik, tapi karakternya membuatnya tidak bisa menangani tanggung jawabnya dan ia mulai berjudi, akhirnya ia kalah besar dan memakai uangnya sendiri maupun uang milik pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tiba waktunya anak muda itu menerima pemberitahuan bahwa perwakilan tsar (kaisar Jerman saat itu) akan datang untuk memeriksa rekening. Malam itu dia mengambil buku-buku catatan keuangan dan berapa uang yang dia pinjam dari sana, lalu pergi ke tempat yang aman dan memeriksa sejumlah kecil uang yang masih ia miliki. Saat ia duduk dan melihat pada buku dan uang itu, dia merasa tidak sanggup ketika membandingkan jumlah hutang yang amat sangat besar dan uangnya yang sedikit. Dia hancur! Aib sudah didepan matanya; penjara telah menantinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jalan keluar satu-satunya adalah mati. Dia menarik pistol dari pinggangnya dan menaruhnya di meja di depannya, dan menulis pernyataan bersalahnya. Pada bagian akhir buku dimana ia mentotal jumlah hutang ilegalnya, dia menulis “Hutang yang besar! Siapakah yang bisa membayarnya?” Dia memutuskan pada tengah malam nanti akan menyelesaikannya semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika malam bertambah larut, pemuda yang kebingungan itu jatuh tertidur. Saat itu Czar Nicolas I, seperti yang kadang-kadang dilakukannya, pergi memutari barak dengan diam-diam. Melihat ada lampu menyala, dia berhenti dan masuk, dan melihat anak muda itu tertidur. Dia segera mengenali pemuda tersebut dan melihat dari atas bahu pemuda itu, Czar melihat buku besar itu dan menyadari apa yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Czar ingin segera membangunkan pemuda itu dan menahannya ketika tiba-tiba matanya tertuju pada pesan yang ditulis oleh pemuda itu” “Hutang yang besar Siapa yang dapat membayarnya?” Tiba-tiba, ada sebuah gelombang kemurahan hati yang mengalis, ia membungkuk sebentar dan menulis satu kata dibawah tulisan pemuda itu dan segera menyelinap keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika pemuda itu terbangun, ia melirik ke arah jam dan melihat bahwa tengah malam telah lewat lama. Ia meraih pistolnya, tapi matanya tertuju pada buku besar itu dan ia melihat sesuatu yang sebelumnya tidak ada disana. Ada tanda seru yang dituliskan disana – “Hutang yang sangat besar! Siapa yang dapat membayarnya?” – ada sebuah tanda tangan: Nicholas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dia tercengang! Itu adalah tanda tangan tsar. Dia berpikir, “Tzar pasti datang ketika aku tertidur. Dia telah melihat buku ini! Dia tahu semuanya! Masih dia bersedia untuk mengampuni saya!” Prajurit muda itu kemudian bersandar pada kata tzar tersebut, dan di pagi harinya seorang utusan datang dari istana dengan membawa uang tepat sebesar defisit yang ada. Hanya tzar yang bisa membayarnya… dan dia melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bukankah kisah indah ini mengingatkan kita pada apa yang Kristus telah lakukan bagi kita? Dibawah kata-kata: “Hutang yang sangat besar! Siapa yang dapat membayarnya?” disana telah tertulis sebuah tanda tangan: Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hanya Kristus yang dapat membayar semua hutang dosa kita.. dan Dia telah membayarnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pemazmur mengatakan : berbahagialah orang yang diampuni dosa-dosanya, Yaesus Kristus telah membayar hutang dosa kita bukan dengan emas atau perak, melainkan dengan tubuh dan darah-Nya sendiri. Untuk itu mari kita bersyukur atas keselamatan yang kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! ~ Mazmur 32:1&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-468166109415872714?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/468166109415872714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/kaisar-yang-murah-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/468166109415872714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/468166109415872714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/kaisar-yang-murah-hati.html' title='Kaisar Yang Murah Hati'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bBqgq19Du7Y/Txl1lHRNb1I/AAAAAAAAAoc/XvDSRaUB77U/s72-c/Kaisar%2Byang%2Bmurah%2Bhati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-5856462100195066992</id><published>2012-01-20T06:08:00.000-08:00</published><updated>2012-01-20T06:08:17.585-08:00</updated><title type='text'>Jangan Ragukan Kasih Allah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vbeDTdW7Bo0/Txl1SXxosgI/AAAAAAAAAoQ/9dVKbzYGgWo/s1600/jangan%2Bragukan%2Bkasih%2BAllah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="205" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-vbeDTdW7Bo0/Txl1SXxosgI/AAAAAAAAAoQ/9dVKbzYGgWo/s320/jangan%2Bragukan%2Bkasih%2BAllah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tidak seperti di malam-malam sebelumnya, Andre menghampiri ayahnya yang sedang menyelesaikan pekerjaan kantor untuk keesokan harinya. Dengan langkah gontai, bocah berusia 7 tahun itu berjalan menuju tempat dimana sang ayah berada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesampainya di ruangan, Andre lalu menangis tersedu-sedu di samping kursi sang ayah. Kaget mendengar tangisan anaknya, sang ayah pun mengangkat badan buah hatinya tersebut dan menaruhkannya di paha kanannya. Dengan nada bicara yang penuh kelembutan, ayahnya menanyakan kondisi Andre.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Nak, kamu kenapa nangis?,” ujar sang ayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil terisak-isak, Andre menjawab pertanyaan ayahnya, “Andre menangis karena ayah gak sayang Andre”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mendengar jawaban sang anak, Ayahnya pun kembali melontarkan pertanyaan, “Mengapa kamu bisa bicara seperti itu?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Andre yang masih menangis berkata, “Hanya perasaan aku saja”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang ayah pun tersenyum dan mulai memeluk erat anaknya tersebut, “Andre, andre. Ayah tuh sayang banget sama kamu”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Apakah selama ini, ayah berlaku jahat sama kamu? Kalau ayah pernah memukul kamu, itu pun kalau kamu berbuat nakal. Ayah melakukan itu bukanlah karena ayah membenci kamu tapi karena ayah ingin kamu sadar dengan perbuatan kamu tersebut”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kamu buang-buang jauh perasaan kamu itu. Ingat ya Andre, ayah tuh sangat sayangggg sama kamu,” ujar ayah sambil memeluk erat anaknya itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perlahan tapi pasti, volume tangisan Andre semakin berkurang. Tak menunggu waktu lama, wajahnya kembali sumringah. Andre pun menghadiahkan ciuman ke pipi ayahnya sebagai bentuk tanda ia juga mengasihi ayahnya. Malam itu pun dilalui Andre dan sang ayah dengan tidur bersama di ruang kamar tidur buah hatinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tanpa kita sadari, kita suka melakukan kepada Allah, perbuatan yang seperti apa di oleh Andre kepada ayahnya. Kita menangis dan meragukan kasih setia-Nya ketika keinginan doa-doa kita tidak terkabulkan. Padahal, DIA sudah berulang-ulang kali menunjukkan rasa cinta-Nya kepada kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kematian Tuhan Yesus di kayu salib ribuan tahun yang lalu adalah bukti paling terbesar bagaimana ia begitu menyayangi kita. Jika begini, haruskah kita meragukan kasih-Nya dalam hidup kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ave Maria !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-5856462100195066992?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/5856462100195066992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/jangan-ragukan-kasih-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5856462100195066992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5856462100195066992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/jangan-ragukan-kasih-allah.html' title='Jangan Ragukan Kasih Allah'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-vbeDTdW7Bo0/Txl1SXxosgI/AAAAAAAAAoQ/9dVKbzYGgWo/s72-c/jangan%2Bragukan%2Bkasih%2BAllah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4558023569635714579</id><published>2012-01-20T06:06:00.000-08:00</published><updated>2012-01-20T06:06:18.984-08:00</updated><title type='text'>DOA SEORANG ANAK KECIL</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-sk642UsG09M/Txl00quIhQI/AAAAAAAAAoE/uS_PFUCIK-Y/s1600/Doa%2Bseorang%2Banak.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-sk642UsG09M/Txl00quIhQI/AAAAAAAAAoE/uS_PFUCIK-Y/s320/Doa%2Bseorang%2Banak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tiba lah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-ke ncang. Di setiap jalur&lt;br /&gt; lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dorr. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo...cepat..cepat, maju..maju" , begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih." Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarla h gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt; anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa pesimis dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang beriman. Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua. Amin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memberkati......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4558023569635714579?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4558023569635714579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/doa-seorang-anak-kecil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4558023569635714579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4558023569635714579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/doa-seorang-anak-kecil.html' title='DOA SEORANG ANAK KECIL'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sk642UsG09M/Txl00quIhQI/AAAAAAAAAoE/uS_PFUCIK-Y/s72-c/Doa%2Bseorang%2Banak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-1539820577553747974</id><published>2012-01-14T21:10:00.001-08:00</published><updated>2012-01-14T21:10:24.213-08:00</updated><title type='text'>Impian Seorang Mahasiswi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Z_H3zV7mYZc/TxJfudcDszI/AAAAAAAAAn4/3w49F7F86v4/s1600/impian%2Bmahasiswi.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="282" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-Z_H3zV7mYZc/TxJfudcDszI/AAAAAAAAAn4/3w49F7F86v4/s320/impian%2Bmahasiswi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku?"Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, "Tentu saja boleh!". Dia pun memberi saya pelukan yang sangat erat. "Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?" tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya. "Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!" katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab.Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain. Hanya ada rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya." "Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan." "Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan. Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt; Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan.&lt;br /&gt; Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.&lt;br /&gt; Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.&lt;br /&gt; Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.&lt;br /&gt; Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.&lt;br /&gt; Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.&lt;br /&gt; Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu&lt;br /&gt; singkat untuk mementingkan diri sendiri.&lt;br /&gt; Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memberkati...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-1539820577553747974?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/1539820577553747974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/impian-seorang-mahasiswi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1539820577553747974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1539820577553747974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/impian-seorang-mahasiswi.html' title='Impian Seorang Mahasiswi'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Z_H3zV7mYZc/TxJfudcDszI/AAAAAAAAAn4/3w49F7F86v4/s72-c/impian%2Bmahasiswi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-5766654131367239831</id><published>2012-01-14T21:08:00.001-08:00</published><updated>2012-01-14T21:08:58.423-08:00</updated><title type='text'>Apakah Gubukmu Terbakar ?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--lnH9yEU0zE/TxJfY6FCBDI/AAAAAAAAAns/RveJBDneOAQ/s1600/gubuk.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="219" width="300" src="http://2.bp.blogspot.com/--lnH9yEU0zE/TxJfY6FCBDI/AAAAAAAAAns/RveJBDneOAQ/s320/gubuk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatu pun yang datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis. Pagi-pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya. "Kami melihat tanda asapmu", jawab mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, mungkin itu "tanda asap" bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negatif terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Itu tidak mungkin."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Tidak ada hal yang tidak mungkin." (Lukas 18:27)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "aku terlalu capai."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Aku akan memberikan kelegaan padamu." (Matius 11:28)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Tidak ada seorangpun yang mencintai aku."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Aku mencintaimu." (Yohanes 3:16-Yohanes 13:34)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak bisa meneruskan."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Kasih karuniaKu cukup." (2 Korintus 12:9 - Mazmur 91:15)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak mengerti."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Aku akan menuntun langkah-langkahmu." (Amsal 3:5-6)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak bisa melakukannya."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Kamu bisa melakukan semuanya." (Filipi 4:13)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Ini tidak berharga."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Itu akan berharga." (Roma 8:28)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Aku memaafkanmu." (1 Yohanes 1:9-Roma 8:1)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak bisa mengatasi."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Aku akan menyediakan kebutuhanmu." (Filipi 4:19)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku takut."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan." (II Timotius1:7)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku selalu kuatir dan frustasi."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Serahkan segala kekuatiranmu kepadaku." (I Petrus 5:7)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak mempunyai iman yang kuat."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya."(Roma12:3)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak pandai."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Aku memberikan padamu hikmat." (I Korintus 1:30)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku merasa aku sendirian."&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau membiarkanmu."(Ibrani 13:5)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wartakanlah ini pada siapa yang membutuhkan, percayalah ada saat-saat di mana kita merasa bahwa "gubuk" kita terbakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-5766654131367239831?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/5766654131367239831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/apakah-gubukmu-terbakar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5766654131367239831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5766654131367239831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/apakah-gubukmu-terbakar.html' title='Apakah Gubukmu Terbakar ?'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--lnH9yEU0zE/TxJfY6FCBDI/AAAAAAAAAns/RveJBDneOAQ/s72-c/gubuk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6839382900761310990</id><published>2012-01-14T21:07:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T21:07:18.538-08:00</updated><title type='text'>TOKO GROSIR SURGA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-XlXfHbT6ZOY/TxJe_2ya3FI/AAAAAAAAAng/N9D3Bt0J-9c/s1600/grosir.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="194" width="259" src="http://2.bp.blogspot.com/-XlXfHbT6ZOY/TxJe_2ya3FI/AAAAAAAAAng/N9D3Bt0J-9c/s320/grosir.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu hari dalam perjalanan hidup saya,saya melihat sebuah papan bertuliskan,"Toko Grosir Surga".Ketika saya berjalan dan hendak masuk ketoko itu, pintu segera terbuka dengan begitu lebar.Sementara saya berdiri dalam kebingungan ketika berada dalam toko tersebut, saya melihat banyak malaikat yang berdiri dimana-mana. Salah satu dari mereka memberikan keranjang belanja kepada saya sambil berkata,"Anakku, berbelanjalah dan pilih apa saja yang engkau mau, semua kebutuhan orang Kristen tersedia di toko ini dan jika engkau tidak bisa membawa semua belanjaanmu, engkau boleh kembali lagi kesini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertama-tama saya mengambil KESABARAN dan KASIH , karena keduanya berada dirak yang sama. Dibawah rak itu saya melihat PENGERTIAN dan saya pun mengambilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau selalu memerlukannya dimanapun kau pergi," kata malaikat yang ada di depan saya. Saya mengambil 2 kotak KEBIJAKSANAAN dan sekantong IMAN. Saya juga tidak melupakan ROH KUDUS karena itu terletak di setiap tempat didalam toko itu. Saya berhenti sejenak untuk mengambil sebungkus KEKUATAN dan KETEGUHAN HATI untuk menolong dan memampukan saya melalui perjuangan hidup ini. Meskipun keranjang saya sudah penuh, tetapi saya teringat bahwa saya membutuhkan ANUGERAH. Saya juga tidak melupakan KESELAMATAN karena saya tahu itu merupakan barang yang gratis di toko tersebut. Saya mengambil lebih, agar bisa membagikannya kepada orang lain yang membutuhkannnya. Saya berpikir, "ini kan cuma-cuma." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keranjang saya kini benar-benar penuh dan saya berjalan ke kasir untuk membayar belanjaan. Saya berpikir,"Dengan semua yang saya beli, saya pasti bisa menyenangkan Tuhan saya." Di depan kasir saya melihat DOA dan tanpa menunggu lebih lama saya segera mengambilnya karena saya tahu tanpa DOA saya akan segera jatuh dalam pencobaan. DAMAI dan SUKACITA adalah dua hal penting yang hampir saya lupakan. Saya segera mengambil satu keranjang kecil untuk keduanya dan untuk NYANYIAN PUJIAN. Pada akhirnya saya berkata kepada malaikat, "Sekarang berapa yang harussaya bayar?" Ia hanya tersenyum dan berkata, " Kamu tinggal membawanya saja."Sekali lagi saya bertanya dalam kebingungan, "Sungguh, berapa harga semua ini?" Ia tersenyum dan berkata, "Anakku,bertahun-tahun yang lalu Yesus telah membayar semuanya untuk mu." Aku terharu, aliran-aliran bening membanjiri mataku. Di dalam Iman semuanya sudah tersedia bagi kita yang percaya kepada YESUS. Kita tinggal mengambilnya kapan dan berapa banyak yang kita mau. Alkitab berkata bahwa Ia datang supaya kita memiliki hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan . DIA menjadi miskin agar kita kaya dalam segala hal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini "Toko Grosir Sorga" masih terbuka, dan YESUS mengharapkan agar kita semua datang dan menikmati hasil dari pengorbananNYA . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus memberkati....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6839382900761310990?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6839382900761310990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/toko-grosir-surga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6839382900761310990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6839382900761310990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/toko-grosir-surga.html' title='TOKO GROSIR SURGA'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-XlXfHbT6ZOY/TxJe_2ya3FI/AAAAAAAAAng/N9D3Bt0J-9c/s72-c/grosir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-2501084229496415040</id><published>2012-01-14T21:05:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T21:05:15.550-08:00</updated><title type='text'>Ucapan Bahagia versi Iblis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-54zh5XYSjLg/TxJehBqNajI/AAAAAAAAAnU/2FIEiC2mHRM/s1600/iblis.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="238" src="http://2.bp.blogspot.com/-54zh5XYSjLg/TxJehBqNajI/AAAAAAAAAnU/2FIEiC2mHRM/s320/iblis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;---Berbahagialah orang yang terlalu capek karena kesibukan mereka, sehingga mereka tidak punya waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Mereka adalah anak-anakku yang mengerti kerinduan hatiku yang terdalam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang selalu mengharapkan pujian atas apa yang mereka perbuat. Aku bisa memperalat dan menunggangi ambisi mereka melalui pujian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang memelihara hati yang terlalu sensitif. Dengan sedikit "sentilan" saja mereka tersinggung. Mereka akan kurang bersemangat di dalam bekerja dan akan segera menghilang dalam pelayanan. Mereka ini adalah fansku yang setia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---Berbahagialah mereka para pembuat masalah. Mereka akan disebut anak-anakku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang selalu mengeluh. Aku senang karena benih sungut-sungut yang kutabur bertumbuh subur di hati dan lidah mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---Berbahagialah mereka yang egois, suka mementingkan diri sendiri dan tidak peduli pada orang lain. Mereka adalah pengikut-pengikutku yang setia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---Berbahagialah mereka yang suka menggosip, karena mereka akan menimbulkan perpecahan dan pertengkaran. Ini sungguh sangat menyenangkan hatiku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang mengaku mengasihi Tuhan, tetapi membenci saudara-saudaranya. Mereka akan hidup bersamaku selamanya sampai ke kekekalan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang membalas kebaikan dengan kejahatan, penganiayaan dengan penganiayaan dan kebencian dengan kebencian. Mereka akan mendapat upah yang sama denganku di kegelapan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang membaca tulisan ini dan merasa isinya pas untuk orang lain dan bukan untuk dirinya sendiri. Dia ada dalam tanganku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Ucapan Bahagia versi Iblis" ini mengingatkan saya untuk lebih berjaga-jaga, karena saat ini&lt;br /&gt; kita memang hidup di hari-hari yang jahat, dimana Iblis bekerja luar biasa giatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keputusan untuk masuk ke dalam kelompok orang yang berbahagia menurut versi Tuhan Yesus atau versi Iblis ada di tangan kita! Jika ingin menjadi orang yang berbahagia menurut versi Tuhan Yesus, kita harus hidup dalam ketaatan dan berjaga-jaga seperti halnya kelima orang gadis yang bijaksana (MAT 25:1-13). Jagalah pelita hati kita agar tetap menyala. Isilah minyaknya setiap hari dengan berdoa dan merenungkan firmanNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-2501084229496415040?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/2501084229496415040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/ucapan-bahagia-versi-iblis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2501084229496415040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2501084229496415040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/ucapan-bahagia-versi-iblis.html' title='Ucapan Bahagia versi Iblis'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-54zh5XYSjLg/TxJehBqNajI/AAAAAAAAAnU/2FIEiC2mHRM/s72-c/iblis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-1493370102074383265</id><published>2012-01-14T21:02:00.001-08:00</published><updated>2012-01-14T21:02:37.651-08:00</updated><title type='text'>Anjing Yang Rakus</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dqCJpjs1RLA/TxJd5yeB2fI/AAAAAAAAAnI/keS94X9Se6M/s1600/anjing%2Brakus.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="266" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-dqCJpjs1RLA/TxJd5yeB2fI/AAAAAAAAAnI/keS94X9Se6M/s320/anjing%2Brakus.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada seekor anjing yang terasa bingung saking laparnya, seharian penuh tidak mendapatkan makanan. Saat senja tiba, akhirnya dengan penuh gairah ia melihat sepotong daging yang lezat di atas tanah, ia bergegas menggondol daging itu dan berlari ke tempat tinggalnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam hati dia merenung&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"sungguh beruntung sekali, di luar dugaan bisa mendapatkan daging besar ini, saya harus menikmati dengan sepuasnya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sambil berjalan ia berpikir, dan tanpa disadari tiba di sebuah sungai, jika sudah melewati jembatan kecil berarti tempat tinggalnya sudah dekat, berpikir sampai di situ ia lantas menggigit lebih erat lagi daging itu, dan berjalan di atas jembatan penyeberangan. Ia berjalan dengan sangat hati-hati, ketika sampai di tengah jembatan, tanpa sengaja ia memandang ke sungai, dan begitu melihat ke sungai bukan main kagetnya, ia melihat ada seekor anjing di sungai itu, menggondol sepotong daging yang besar dan sedang menatapnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam hati ia mulai berpikir&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"wah, daging yang digondolnya itu tampaknya lebih besar dibanding daging saya ini! Jika saya sedikit lebih galak terhadapnya, siapa tahu mungkin ia akan melepaskan daging itu dan lari!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Makin dipikir ia semakin gembira, lalu mulai galak terhadap anjing di sungai itu. Namun, anehnya, anjing itu sepertinya tidak takut sedikit pun terhadapnya. Ia memelototkan mata, dan anjing itu juga memelototkan matanya; ia berbalik, anjing itu juga berbalik, ia menghentakkan kaki, anjing itu juga ikut menghentakkan kakinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, ia benar-benar marah, dalam hati berpikir&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"lebih baik aku menggigitnya, ia pasti akan lari, dengan begitu aku bisa mendapatkan daging itu,"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;lalu, ia membuka moncongnya dan menggonggong dengan keras&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Auh. auh.auh..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitu ia membuka moncongnya, daging dalam gigitannya lalu tiba-tiba terjatuh ke sungai, menghancurkan tubuh anjing yang berada di sungai itu, dan dalam sekejap tenggelam di dalam air lenyap tak berbekas. Percikan air yang dalam menghancurkan semua mimpi si anjing yang rakus ini, dan ia baru menyadari bahwa ternyata anjing itu adalah bayangan dirinya dalam air. Lalu dengan sedih ia menangis "kalau tahu begini aku tidak akan sedemikian rakus, namun kini, saya harus menahan lapar lagi, ke mana aku harus mencari makan?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak orang ingin bisa hidup dengan lebih baik, harus mendapatkan lebih banyak, maka disadari atau tidak dapat mencelakakan kepentingan orang lain, tidak puas dengan apa yang sudah diperolehnya. Bahkan ada yang tak segan-segan merampas barang milik orang lain. Anjing yang rakus ini demi untuk mendapatkan sepotong daging lebih banyak, malah kehilangan makanan lezatnya, lantas apa yang hilang pada manusia yang rakus? Persaudaraan, persahabatan, hati nurani atau ketenangan hati? Ya, ini semua baru merupakan harta benda yang paling berharga dalam kehidupan! Hargailah semua yang kita miliki, tidak memaksakan sesuatu yang tidak bisa diperoleh, jangan karena rakus lantas malah kehilangan sesuatu yang sudah ada. "Kalau memang milik kita, pasti akan kita miliki, kalau bukan jangan memaksakan kehendak", orang yang tahu menikmati hidup apa adanya, itulah orang yang benar-benar kaya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memberkati....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-1493370102074383265?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/1493370102074383265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/anjing-yang-rakus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1493370102074383265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1493370102074383265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/anjing-yang-rakus.html' title='Anjing Yang Rakus'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dqCJpjs1RLA/TxJd5yeB2fI/AAAAAAAAAnI/keS94X9Se6M/s72-c/anjing%2Brakus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-1835185934901012380</id><published>2012-01-14T21:01:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T21:01:06.421-08:00</updated><title type='text'>Hiduplah apa adanya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nHi2YKrTXBA/TxJdiqRaGuI/AAAAAAAAAm8/vF5jq3ygQrs/s1600/ostrich.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-nHi2YKrTXBA/TxJdiqRaGuI/AAAAAAAAAm8/vF5jq3ygQrs/s320/ostrich.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita banyak mengunakan pembenaran untuk hal yang sebenarnya salah / kurang baik, dalam hal ini adalah karena untuk pembelaan terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt; Dan terkadang kita tidak dapat melihat kebenaran dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, yang dalam hal ini dikarenakan oleh iri hati atau ketidaksukaan pribadi.&lt;br /&gt; Sulitnya melihat kebaikan sebagai kebaikan, kesalahan sebagai kesalahan.&lt;br /&gt; semua dikarenakan sangat sulit untuk menilai diri sendiri,&lt;br /&gt; Sulit membangkitkan kebaikan di dalam diri, dan sulit mengendalikan kesalahan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apapun itu selama kita dapat mempelajari sifat-sifat kita, menyadari semua kesalahan kita, dan berusaha untuk mengubah diri kita kearah yang benar dan positif, semua adalah baik adanya dalam hidup kita.&lt;br /&gt; Tidak ada orang yang selama hidupnya tidak pernah berbuat kesalahan, tetapi kita dapat belajar dari kesalahan. Apapun harus dapat diterima, apapun harus mau dipelajari ( dalam konteks hal yang positif ). maka kita akan menjadi lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Walaupun sulit tetapi harus di praktekkan, jangan berhenti sampai ditengah jalan harus berjuang agar hidup kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi ( better and better).&lt;br /&gt; mari kita bersama-sama melangkah dalam kemajuan hidup bukan sebaliknya.&lt;br /&gt; Sadari semua orang memiliki kelebihannya sendiri, memiliki kekurangannya sendiri dan harus terus berusaha untuk bersama-sama saling mendukung dan memotivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ini ada cerita renungan tentang seekor anak burung unta yang ingin belajar terbang,. Dia merasa malu karena orang tuanya dan kelompoknya tidak bisa terbang, sedangkan sejak dilahirkan dia sering sekali mengamati burung-burung lain yang dapat terbang kesana-kemari.&lt;br /&gt; Sedangkan hidup mereka hanya bisa berlari kesana-kemari, menari dan berputar-putar.&lt;br /&gt; Akhirnya ketidakpuasan akan hidup pun melanda dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dia pun pergi meninggalkan komunitasnya dan berguru pada burung gereja. Kawanan burung gereja pun menertawakannya dan mereka meninggalkan anak burung unta itu sendirian.&lt;br /&gt; Anak burung unta tersebut pantang menyerah, terus mencari guru baginya untuk bisa terbang, dan pergi menemui kawanan burung beo, burung beo pun berkata: ”Aku sejak lahir sudah punya sayap, tetapi aku hanya dilatih untuk bicara, hidup dalam kandang bagaimana bisa terbang, orang membutuhkan suaraku, bukan keindahanku dalam mengepakan sayapku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lalu anak burung unta tersebut, masih penasaran dengan guru yang mungkin dapat membantunya belajar terbang dia pun mencari burung elang, Burung elang dengan sombongnya berkata:” Lihat badanmu yang begitu besar, bagaimana kau bisa membawa badanmu yang berat itu untuk mengarungi angkasa raya? Sudah jangan bermimpi…. Pulang saja sana!”&lt;br /&gt;Masih pantang menyerah dan pergi menemui burung nazar (burung pemakan bangkai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lalu Kawanan burung nasar itu senang dengan hadirnya burung unta yang bodoh itu sebab dia adalah santapan lezat untuk mereka. Mereka pun berkata: ”Hai anak burung, Kami akan mengajarimu terbang, tetapi kamu harus terbang dari puncak bukit ini dan terjun ke jurang dibawah sana dengan mengepakan sayapmu. Sekarang belajar dulu di daratan ini untuk mengepakan sayapmu, kemudian berlari sekuat tenaga untuk terbang melewati puncak tebing ini sampai di puncak tebing seberang ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa yang terjadi? Burung onta itu jatuh ke dalam jurang dan menjadi mangsa empuk bagi para burung nazar yang kemudian berpesta pora.&lt;br /&gt; Seandainya burung unta itu mendengarkan nasihat orang tuanya, maka ia akan baik-baik belajar tarian burung unta, dan akan hidup dengan bahagia menghibur semua orang di kebun binatang dengan keanggunan tariannya, membuat dirinya dihargai sebagai burung ‘balerina’ dan ‘penari handal’, atau pun sebagai ‘burung pelari marathon’ . Tetapi semua berubah mengenaskan karena kebodohannya dan ketidakpuasan dirinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memberkati...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-1835185934901012380?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/1835185934901012380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/hiduplah-apa-adanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1835185934901012380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1835185934901012380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/hiduplah-apa-adanya.html' title='Hiduplah apa adanya'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nHi2YKrTXBA/TxJdiqRaGuI/AAAAAAAAAm8/vF5jq3ygQrs/s72-c/ostrich.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4993671943482616407</id><published>2012-01-14T20:59:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T20:59:11.476-08:00</updated><title type='text'>Doa dan Iman</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qF9bqPZ16OM/TxJdFlx5EAI/AAAAAAAAAmw/pxxVdJTR9Bo/s1600/pray.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="263" src="http://4.bp.blogspot.com/-qF9bqPZ16OM/TxJdFlx5EAI/AAAAAAAAAmw/pxxVdJTR9Bo/s320/pray.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saat makan siang dengan beberapa teman, salah seorang dokter bedah bertanya kepada saya," dokter, operasi terhebat apakah yang pernah Anda lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya bingung harus menjawab operasi yg mana. Saya sudah banyak melakukan operasi Dan semuanya menuntut keahlian, kesabaran, ketelitian yg tinggi. Kemudian saya teringat pada operasi yg dijalani oleh gadis kecil yg hanya mempunyai harapan 10% saja untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Malam itu para perawat membawa seorang gadis kecil yg berwajah pucat masuk ke-ruang operasi. Waktu itu pikiran saya sedang dipenuhi berbagai macam persoalan yang berat. Ketika para perawat sedang mempersiapkan pembiusan, gadis kecil ini bertanya kepada saya ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Dokter bolehkah saya menanyakan sesuatu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ya sayang, apa yg ingin kamu tanyakan?"....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Setiap malam sebelum tidur saya selalu berdoa, sekarang sebelum operasi dimulai, bolehkah saya berdoa?"......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Baiklah anak manis, engkau memang harus berdoa, jangan lupa berdoa juga untuk saya.".........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kemudian gadis kecil itu melipat kedua tangannya Dan berdoa......"Yesus, engkau gembala yang baik, berkatilah domba kecilMu malam ini, dalam kegelapan, kiranya Engkau dekat denganku,lindungi aku sampai datangnya sinar mentari esok pagi" Dan berkati pula dokter yg akan mengoperasiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah menutup doanya gadis kecil itu berkata "sekarang saya sudah siap Dokter".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mata saya berkaca2, melihat betapa besar iman yang dimiliki gadis kecil tersebut. Malam itu sebelum saya mulai operasi, saya berdoa......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Tuhan yg baik, engkau boleh tidak membantuku dalam operasi yang lain, tapi kali ini bantulah aku untuk menyelamatkan gadis kecil ini,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; kemudian saya mulai mengoperasi gadis kecil itu Dan keajaiban terjadi, dia disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat berpisah Dan melepas gadis kecil itu untuk kembali ke rumah, maka saya sadar sesungguhnya sayalah " pasien" yg menjalani operasi iman. Gaya hidup gadis kecil itu mengajarkan bahwa jika Kita menyerahkan seluruh masalah &amp; beban hidup Kita ke dalam tangan Tuhan, maka Dia akan memulihkan &amp; menolong Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Doa &amp; Iman !......&lt;br /&gt; Membuat Kita yakin bahwa Tuhan mampu memelihara &amp; menjaga harapan yang Kita gantungkan kepadaNya. Doa menjadikan iman sebuah kenyataan. Doa yg dinaikkan dengan iman akan menghapuskan kekuatiran di dalam hati Kita, sehingga DOA itu akan mendatangkan mujizat. Tidak Ada yg mustahil bagi orang yang percaya kepadaNya, karena itu tetaplah berdoa dengan penuh kenyakinan &amp; pengharapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yohanes 16 : 24&lt;br /&gt; "Sudahkah kamu berdoa dengan iman ? Mintalah maka kamu akan menerima dengan penuh sukacita.........."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4993671943482616407?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4993671943482616407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/doa-dan-iman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4993671943482616407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4993671943482616407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/doa-dan-iman.html' title='Doa dan Iman'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qF9bqPZ16OM/TxJdFlx5EAI/AAAAAAAAAmw/pxxVdJTR9Bo/s72-c/pray.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-5015296284902597431</id><published>2012-01-14T20:58:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T20:58:05.600-08:00</updated><title type='text'>Tetaplah berlari !  (Sepucuk Surat dari Tuhan)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Y0xemNISbeA/TxJcyF-nOzI/AAAAAAAAAmk/t2ATOCr5tpo/s1600/letter-from-god.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="214" src="http://4.bp.blogspot.com/-Y0xemNISbeA/TxJcyF-nOzI/AAAAAAAAAmk/t2ATOCr5tpo/s320/letter-from-god.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;AnakKu yang terkasih, Aku hampir tidak percaya ketika membaca suratmu. Bukankah baru beberapa minggu yang lalu engkau berjanji tidak akan menyerah? Aku tahu, mungkin minggu-minggu ini terasa sangat sulit bagimu, tapi, anakKu, kuatkan hatimu. Tetaplah berlari dalam track yang sudah kusediakan karena Aku tahu yang terbaik bagimu. Bila kau merasa lelah, berhentilah sejenak, ambil roti dan air hidup yang PutraKu telah tawarkan dan makanlah. Aku yakin, setelah kau mendapatkan keduanya, kau akan merasa segar kembali. Setelah itu, tarik nafas dalam-dalam dan mulai langkahkan kakimu untuk bergerak maju. Fokuskan pandanganmu pada apa yang ada di depanmu, pada tujuan yang kau miliki, yaitu menyelesaikan perlombaan dan menjadi juara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buanglah kemarahan dan sakit hati yang menghantui pikiranmu. Amarah dan sakit hati itu tidak ada gunanya, hanya menguras tenaga dan menghambatmu mencapai tujuan. Terkadang Aku mengijinkan hal-hal yang buruk terjadi karena Aku ingin melatihmu. Aku ingin kaki-kakimu menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Dengan begitu engkau dapat berlari dengan lebih cepat. Berhentilah mengasihani dirimu sendiri, berdirilah tegap, dan punyailah mental seorang pemenang. Seorang pemenang, bukan dilihat dari berapa kali ia sukses meraih gelar juara. Di mataKu, seorang pemenang adalah seorang yang tidak pernah menyerah terhadap kegagalan, yang mau bangkit setiap kali ia jatuh. Karena itu, jangan pernah menyerah ketika kau jatuh tersandung kerikil-kerikil di sepanjang jalanmu. Jangan pula kau merasa malu terhadap dirimu sendiri. Angkat kepalamu dan teruskan perjalananmu mencapai finish.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika pertandingan dimulai, Kuharap kau bisa mengacuhkan omongan orang-orang yang menonton di bangku stadion. Jangan merasa sombong karena pujian atau karena kau diunggulkan. Pujian dan pengagungan yang keluar dari mulut mereka terkadang hanya sekedar basa-basi di depan para juara. Tak jarang, kata-kata manis itu akan segera berubah menjadi kritikan pedas dan kecaman ketika para juara itu gagal. Karena itu, kau juga tidak perlu risau ketika mendengar pernyataan-pernyataan skeptis yang mengatakan engkau pasti kalah. Kau bukan bertanding atas kemauan mereka. Kau juga tidak hidup berdasarkan omongan mereka. Pelari yang berpengalaman tahu akan hal itu. Karena itu, tidak usah pusing dengan perkataan-perkataan mereka. Fokuskan pikiranmu pada tujuan yang semula, bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan dari orang lain, tapi untuk menyelesaikan pertandingan. Aku, Pelatihmu, tidak pernah meragukan kemampuan yang kau miliki. Aku tahu seberapa besar potensi yang ada padamu dan Aku tahu kau pasti bisa mencapai garis finish dengan gemilang.&lt;br /&gt; Selamat berjuang anakKu, Aku menunggumu di garis finish.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengasihimu,&lt;br /&gt; Bapamu, Pelatihmu, Sahabatmu, Penonton setiamu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-5015296284902597431?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/5015296284902597431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/tetaplah-berlari-sepucuk-surat-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5015296284902597431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5015296284902597431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/tetaplah-berlari-sepucuk-surat-dari.html' title='Tetaplah berlari !  (Sepucuk Surat dari Tuhan)'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Y0xemNISbeA/TxJcyF-nOzI/AAAAAAAAAmk/t2ATOCr5tpo/s72-c/letter-from-god.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-3522316057016304558</id><published>2012-01-14T20:56:00.001-08:00</published><updated>2012-01-14T20:56:37.722-08:00</updated><title type='text'>Ikan mencari air</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qtK8yon_qYM/TxJcfnZTUWI/AAAAAAAAAmY/gWblj7fF5LU/s1600/Ikan%2Bmencari%2Bair.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-qtK8yon_qYM/TxJcfnZTUWI/AAAAAAAAAmY/gWblj7fF5LU/s320/Ikan%2Bmencari%2Bair.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang, di tepi sungai. Kata ayah kepada anaknya,’lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air. Ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting bagi kehidupan ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya , ‘hai , tahukah kamu di mana adanya air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ternyata semua ikan tidak mengetahui di mana letak sang air itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu ikan sepuh yang sudah pengalaman. Kepada nya ia menanyakan hal yang serupa, “Dimanakah adanya air?’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jawab ikan sepuh ,”tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingi mu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati.’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hikmah apa yang dapat anda ambil dari wacana di atas? Sharingkan pendapat Anda dengan teman yang lain...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memberkati....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-3522316057016304558?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/3522316057016304558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/ikan-mencari-air.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3522316057016304558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3522316057016304558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/ikan-mencari-air.html' title='Ikan mencari air'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qtK8yon_qYM/TxJcfnZTUWI/AAAAAAAAAmY/gWblj7fF5LU/s72-c/Ikan%2Bmencari%2Bair.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-3014413628298804921</id><published>2012-01-04T20:17:00.001-08:00</published><updated>2012-01-04T20:17:18.917-08:00</updated><title type='text'>In Every Thing, Give Thanks</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IfIFnhpw0c4/TwUkNIPJdWI/AAAAAAAAAmM/_125Nrwv_pU/s1600/give%2Bthanks.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="213" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-IfIFnhpw0c4/TwUkNIPJdWI/AAAAAAAAAmM/_125Nrwv_pU/s320/give%2Bthanks.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari ini sebelum anda mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum anda mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum anda mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum anda mengeluh tentang suami atau istri anda, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari ini sebelum anda mengeluh tentang hidup anda, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum anda mengeluh tentang anak-anak anda, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum anda mengeluh tentang rumah anda yang kotor karena pembantu anda tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yag tinggal di jalanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum anda mengeluh tentang jauhnya anda telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disaat anda lelah dan mengeluh tentang pekerjaan anda, pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum anda menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak bersalah (berdosa).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita semua bertanggung jawab kepada Tuhan akan kehidupan setiap kita. Ketika anda sedang bersedih karena merasa hidup anda dalam kesusahan, tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa anda diberi kekuatan menjalaninya. Tanpa anda sadari anda akan beroleh sukacita..Amen&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ave Maria !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-3014413628298804921?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/3014413628298804921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/in-every-thing-give-thanks.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3014413628298804921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3014413628298804921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/in-every-thing-give-thanks.html' title='In Every Thing, Give Thanks'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-IfIFnhpw0c4/TwUkNIPJdWI/AAAAAAAAAmM/_125Nrwv_pU/s72-c/give%2Bthanks.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6849319920546311302</id><published>2012-01-04T20:14:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T20:14:08.212-08:00</updated><title type='text'>Buku Telepon</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-uQnuvFJL2ZU/TwUjh0fCB5I/AAAAAAAAAmA/U2GfwTNx3vE/s1600/phonebook.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="280" width="290" src="http://1.bp.blogspot.com/-uQnuvFJL2ZU/TwUjh0fCB5I/AAAAAAAAAmA/U2GfwTNx3vE/s320/phonebook.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah disini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuat kalian bahagia ?. Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini ?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Murid-murid tampak saling pandang. Terdengar suara lagi dari Pak Guru, "Ya, ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidup kalian ..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan Pak Guru itu menunjuk pada seorang murid.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui ? Berbagilah dengan teman-temanmu ..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid, "Seminggu yang lalu, adalah saat-saat yang sangat besar buat saya. Orang tua saya, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang saya impikan selama ini."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu. "Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu !"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pak Guru tersenyum.&lt;br /&gt; Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya.&lt;br /&gt; Maka, terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil.&lt;br /&gt; Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri.&lt;br /&gt; Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara,hingga terdengar suara dari arah belakang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Pak Guru ... Pak, saya belum bercerita."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Matanya berbinar. Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua," ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Apa hal terbesar yang kamu dapatkan ?" ujar Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Keberhasilan terbesar buat saya, dan juga buat keluarga saya adalah ... saat nama keluarga kami tercantum dalam Buku Telepon yang baru terbit 3 hari yang lalu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesaat senyap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu.&lt;br /&gt; Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar&lt;br /&gt; cerita itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari sudut kelas, ada yang berkomentar, "Ha ? Saya sudah sejak lahir menemukan nama keluarga saya di Buku Telepon.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buku Telepon ?&lt;br /&gt; Betapa menyedihkan ... hahaha ..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, "Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu ?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan.&lt;br /&gt; Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya. Silahkan teruskan, Nak ..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ya, memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah saya dapatkan.&lt;br /&gt; Dulu, Papa saya bukanlah orang baik-baik.&lt;br /&gt; Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah.&lt;br /&gt; Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Matanya tampak menerawang.&lt;br /&gt; Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Tapi, kini Papa telah berubah.&lt;br /&gt; Dia telah mau menjadi Papa yang baik buat keluarga saya.&lt;br /&gt; Sayang, semua itu butuh waktu dan usaha.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja. Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Papa saya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan kini, Papa berhasil.&lt;br /&gt; Bukan hanya itu, Papa juga membeli sebuah rumah kecil buat kami.&lt;br /&gt; Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluarga saya ada di Buku Telepon?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itu artinya, saya tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan Papa untuk terus berlari. Itu artinya, saya tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang saya sayangi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itu juga berarti, saya tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang dingin. Dan itu artinya, saya, dan juga keluarga saya, adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Matanya kembali menerawang. Ada bulir bening yang mengalir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang saya dapatkan nanti ..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kelas terdiam.&lt;br /&gt; Pak Guru tersenyum haru.&lt;br /&gt; Murid-murid tertunduk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan. Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan kebahagiaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka juga belajar satu hal :&lt;br /&gt; " Bersyukurlah dan berbahagialah setiap kali kita mendengar keberhasilan orang lain.Sekecil apapun ...Sebesar apapun ..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6849319920546311302?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6849319920546311302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/buku-telepon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6849319920546311302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6849319920546311302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/buku-telepon.html' title='Buku Telepon'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uQnuvFJL2ZU/TwUjh0fCB5I/AAAAAAAAAmA/U2GfwTNx3vE/s72-c/phonebook.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6949240206931839070</id><published>2012-01-04T20:12:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T20:12:13.672-08:00</updated><title type='text'>Tukang Arloji</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FVERV1kFyTw/TwUjFnY3BCI/AAAAAAAAAl0/RS9pMfMgk0I/s1600/Tukang%2BArloji.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="316" src="http://1.bp.blogspot.com/-FVERV1kFyTw/TwUjFnY3BCI/AAAAAAAAAl0/RS9pMfMgk0I/s320/Tukang%2BArloji.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di Jerman tinggal seorang tukang arloji. Namanya Herman Josep. Dia tinggal di sebuah kamar yang sempit. Di kamar itu ada sebuah bangku kerja, sebuah lemari tempat kayu dan perkakas kerjanya, sebuah rak untuk tempat piring dan gelas serta tempat tidur lipat di bawah bangku kerjanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain puluhan arloji yang sudah dibuatnya tidak ada barang berharga lain di kamarnya. Di jendela kaca kamar itu Herman menaruh sebuah jam dinding paling bagus untuk menarik perhatian orang-orang yang lewat. Herman adalah seorang tukang arloji yang miskin. Pakaiannya compang-camping. Tetapi dia baik hati. Anak-anak di sekitar rumah menyukainya. Kalau permainan mereka rusak, Herman biasa diminta memperbaiki. Herman tak pernah minta satu sen pun untuk itu. “Belilah makanan yang enak atau tabunglah uang itu untuk hari Natal.” Ini jawaban yang Herman selalu berikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejak dulu penduduk kota itu biasa membawa hadiah Natal ke kathedral dan meletakkannya di kaki patung Maria yang sedang memangku bayi Yesus. Setiap orang menabung supaya bisa memberi hadiah yang paling indah pada Yesus. Orang-orang bilang, kalau Yesus suka hadiah yang diberikan kepada-Nya, Ia akan mengulurkan tangan-Nya dari pelukan Maria untuk menerima bingkisan itu. Tentu saja ini legenda. Belum pernah terjadi bayi Yesus dalam pelukan Maria mengulurkan tangan menerima bingkisan Natal untuk-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meskipun begitu penduduk kota itu selalu berusaha membawa bingkisan yang paling indah. Para penulis puisi membuat syair-syair yang aduhai. Anak-anak juga tidak ketinggalan. Setiap orang berlomba memberikan yang terbaik pada Yesus di Hari Natal. Siapa tahu, kata mereka, Yesus mengulurkan tangan menerima pemberian itu. Orang-orang yang tidak punya bingkisan, pergi ke Gereja untuk berbakti pada malam Natal sekaligus menilai bingkisan mana yang terindah. Herman, tukang arloji, adalah salah seorang yang hanya pergi untuk berbakti dan menonton.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pernah ada seorang teman mencegah Herman dan bertanya: “Kau tidak tahu malu. Tiap tahun kau tak pernah membawa bingkisan Natal buat Yesus?” Pernah satu kali panitia Natal bertanya: “Herman! Mana bingkisan Natal darimu? Orang-orang yang lebih miskin dari kau saja selalu bawa.” Herman menjawab: “Tunggulah, satu ketika saya akan bawa bingkisan.” Tapi sedihnya, tukang arloji ini tak pernah punya apa-apa untuk Yesus. Arloji yang dibuatnya dijual dengan harga murah. Kadang-kadang ia memberikan gratis pada orang yang benar-benar perlu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi dia punya ide. Tiap hari ia bekerja untuk bingkisan natal itu. Tidak satu orangpun yang tahu ide itu kecuali Trude, anak perempuan tetangganya. Trude berumur 7 tahun waktu ia tahu ide Herman. Tetapi setelah Trude berumur 31 tahun bingkisan itu belum selesai. Herman membuat sebuah jam dinding. Mungkin yang paling indah dan belum pernah ada. Setiap bagian dikerjakan dengan hati-hati dan penuh kasih. Bingkainya, jarum-jarumnya, beratnya, dan yang lainnya diukir dengan teliti. Sudah 24 tahun Herman merangkai jam dinding itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masuk tahun ke-25 Herman hampir selesai. Tapi dia juga masih terus membantu memperbaiki mainan anak-anak. Perhatiannya pada hadiah Natal itu membuat dia tidak punya cukup waktu untuk buat arloji dan menjualnya. Kadang Herman tidur dengan perut kosong. Ia makin tambah kurus tetapi jam dindingnya makin tanbah cantik. Di jam dinding itu ada kandang, Maria sedang berlutut di samping palungan yang di dalamnya terbaring bayi Yesus. Di sekeliling palungan itu ada Yusuf serta tiga orang Majus, gembala-gembala dan dua orang malaikat. Kalau jam dinding itu berdering, orang-orang tadi berlutut di depan palungan Yesus dan terdengar lagu “Gloria in Excelsis Deo”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Lihat ini!” kata Herman pada Trude. “Ini berarti bahwa kita harus menyembah Kristus bukan hanya pada hari Minggu atau hari raya tetapi pada setiap hari dan setiap jam. Yesus menunggu bingkisan kita setiap detik.” Jam dinding itu sudah selesai. Herman puas. Ia menaruh benda itu di jendela kaca kamarnya supaya bisa dilihat orang. Orang-orang yang lewat berdiri berjam-jam mengagumi benda itu. Mereka sudah menduga bahwa ini pasti bingkisan Natal dari Herman. Hari Natal sudah tiba. Pagi itu Herman membersihkan rumahnya. Ia mengambil pakaiannya yang paling bagus. Sambil bekerja ia melihat jam dinding itu. Ia takut jangan-jangan ada kerusakan. Dia senang sekali sehingga ia memberikan uang yang dia miliki kepada pengemis-pengemis yang lewat di rumahnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tiba-tiba ia ingat, sejak pagi dia belum sarapan. Ia segera ke pasar untuk membeli sepotong roti dengan uang terakhir yang ada padanya. Di lemarinya ada sebuah apel. Ia mau makan roti dengan apel itu. Waktu dia buka pintu, Trude masuk sambil menangis. “Ada apa?” tanya Herman. Suami saya mengalami kecelakaan. Sekarang dia di RS. Uang yang kami tabung untuk beli pohon Natal dan kue harus saya pakai untuk bayar dokter. Anak-anak sudah menuggu hadiah Natal. Apa lagi yang harus saya berikan untuk mereka?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Herman tersenyum. “Tenanglah Trude. Semua akan beres. Saya akan jual arloji saya yang masih sisa. Kita akan punya cukup uang untuk beli mainan anak-anak. Pulanglah.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Herman mengambil jas dinginnya lalu pergi ke pasar dengan satu jam tangan yang unik. Ia tawarkan jam itu di toko arloji. Tapi mereka tidak berminat. Ia pergi ke kantor gadai tapi pegawai-pegawai bilang arloji itu kuno. Akhirnya ia pergi ke rumah walikota. “Tuan, saya butuh uang untuk membeli mainan bagi beberapa anak. Tolong beli arloji ini?” Pak walikota tertawa. “Saya mau beli arloji tetapi bukan yang ini. Saya mau jam dinding yang ada di jendela kaca rumahmu. Berapapun harganya saya siap.” “Tidak mungkin tuan. Benda itu tidak saya jual.”"Apa? Bagi saya semua mungkin. Pergilah sekarang. Satu jam lagi saya akan kirim polisi untuk ambil jam dinding itu dan kau dapat uang 1000 dolar.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Herman pergi sambil geleng-geleng kepala. “Tidak mungkin! Saya mau jual semua yang saya punya. Tapi jam dinding itu tidak. Itu untuk Yesus.” Waktu ia tiba dekat rumah, Trude dan anak-anaknya sudah menunggu. Mereka sedang menyanyi. Merdu sekali. Baru saja Herman masuk, beberapa orang polisi sudah berdiri di depan. Mereka berteriak agar pintu dibuka. Jam dinding itu mereka ambil dan uang 1000 dolar diberikan pada Herman. Tetapi Herman tidak menerima uang itu. “Barang itu tidak saya jual. Ambillah uang itu,” teriak Herman sedih. Orang-orang itu pergi membawa jam dinding serta uang tadi. Pada waktu itu lonceng gereja berbunyi. Jalan menuju kathedral penuh manusia. Tiap orang membawa bingkisan di tangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kali ini saya pergi dengan tangan kosong lagi”, kata Herman sedih. “Saya akan buat lagi satu yang lebih cantik.” Herman bangkit untuk pergi ke gereja. Saat itu ia melihat apel di dalam lemari. Ia tersenyum dan meraih apel itu. “Inilah satu-satunya yang saya punya, makanan saya pada hari natal. Saya akan berikan ini pada Yesus. Itu lebih baik dari pada pergi dengan tangan kosong.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Katedral penuh. Suasana bukan main semarak. Ratusan lilin menyala dan bau kemenyan terasa di mana-mana. Altar tempat patung Maria memangku bayi Yesus penuh dengan bingkisan. Semuanya indah dan mahal. Di situ juga ada jam dinding buatan tukang arloji itu. Rupanya Pak walikota mempersembahkan benda itu pada Yesus. Herman masuk. Ia melangkah dengan kaki berat menuju altar dengan memegang apel. Semua mata tertuju padanya. Ia mendengar mereka mengejek, makin jelas. “Cih! Dia memang benar-benar pelit. Jam dindingnya yang indah dia jual. Lihatlah apa yang dia bawa. Memalukan!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hati Herman sedih, tetapi ia terus maju. Kepalanya tertunduk. Ia tidak berani memandang orang sekeliling. Matanya ditutup. Tangan yang kiri diulurkan ke depan untuk membuka jalan. Jarak altar masih jauh. Herman tahu bahwa ia harus naik anak tangga untuk sampai ke altar. Sekarang kakinya menyentuh anak tangga pertama. Herman berhenti sebentar. Ia tidak punya tenaga lagi. Sejak pagi dia belum makan apa-apa. Ada tujuh anak tangga. “Dapakah saya sampai ke altar itu?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Herman mulai menghitung. Satu! Dua! Tiga! Empat! lalu ia terantuk dan hampir terguling ke bawah. Serentak semua orang berkata: “Memalukan!” Setelah mengumpulkan sisa tenaga Herman bergerak lagi. Tangga kelima. Kedengaran suara mengejek: “Huuuu…!” Herman naik setapak lagi. Tangga keenam. Omelan dan ejekan orang-orang berhenti. Sebagai gantinya terdengar seruan keheranan semua orang yang hadir. “Mujizat! Sebuah mujizat!!!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hadirin seluruhnya turun dari kursi dan berlutut. Imam merapatkan tangannya dan mengucapkan doa. Herman, tukang arloji yang miskin ini menaiki anak tangga yang terakhir. Ia mengangkat wajahnya. Dengan heran ia melihat patung bayi Yesus yang ada di pangkuan Maria sedang mengulurkan tangan untuk menerima bingkisan Natal darinya. Air mata menetes dari mata tukang arloji itu. Inilah hari Natal yang paling indah dalam hidupnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;- Diterjemahkan oleh: Eben Nuban Timo dari buku “Het Hele Jaar Rond. Van sinterklaas tot sintemaarten.” Disunting oleh Marijke van Raephorst (Rotterdam: Lemniscaat, 1973), hal. 61-66.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6949240206931839070?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6949240206931839070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/tukang-arloji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6949240206931839070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6949240206931839070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/tukang-arloji.html' title='Tukang Arloji'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FVERV1kFyTw/TwUjFnY3BCI/AAAAAAAAAl0/RS9pMfMgk0I/s72-c/Tukang%2BArloji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4193229323517440771</id><published>2012-01-04T20:10:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T20:10:00.353-08:00</updated><title type='text'>Berikan Aku Seorang Ayah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2AUF13q8hA0/TwUikHy4BzI/AAAAAAAAAlo/sfpYqWFqQso/s1600/Puisi%2BAyah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="211" src="http://4.bp.blogspot.com/-2AUF13q8hA0/TwUikHy4BzI/AAAAAAAAAlo/sfpYqWFqQso/s320/Puisi%2BAyah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Secarik kertas koran terbang dikipas angin dan tersangkut pada tiang listrik. Dari kejauhan bisa aku baca judul besar yang tertulis dengan warna merah pada halaman kertas itu yang mengingatkan saya akan natal yang kini tiba. Malam nanti adalah "Malam Kudus, Malam Damai". Dan setiap hati pasti mengimpikan agar di malam ini mereka bisa menemukan setitik kesegaran, menemukan secercah kedamaian yang dibawa oleh Allah yang menjelma.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Judul di kertas koran itu tertulis dalam Karakter khusus bahasa Cina; "Selamat Hari Natal: Semoga Harapan Anda Menjadi Kenyataan." Karena tertarik dengan judul tersebut, saya memungut kertas koran yang sudah tercabik dan kotor itu dan membacanya. Ternyata ini merupakan halaman khusus yang sengaja disiapkan bagi siapa saja agar menuliskan impian dan harapannya. Koran ini seakan berperan sebagai agen yang meneruskan harapan mereka agar kalau boleh bisa didengarkan oleh Santa Klaus atau oleh Allah sendiri. Ada kurang lebih tiga puluh harapan yang dimuat di halaman koran hari ini. Namun saya tertarik dengan harapan yang ditulis oleh seorang gadis kelas tiga SMP:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tuhan...apakah Engkau sungguh ada? Aku tak pernah tahu tentang Engkau. Aku tak pernah melihat diriMu. Namun banyak orang mengatakan bahwa malam ini Engkau yang jauh di atas sana akan menjelma menjadi seorang manusia sama seperti diriku dan mendengarkan setiap harapan yang ada di dasar setiap hati. Tuhan kalau Engkau sungguh ada dan malam ini mengetuk hatiku, aku akan mengatakan kepadaMu bahwa aku butuh seorang ayah. Berikanlah aku seorang ayah. Aku tahu bahwa harapanku ini bukanlah sesuatu yang baru, karena sejak kecil aku secara terus-menerus merindukan hal ini."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kata ibuku di rumahku ada seorang ayah. Aku tahu bahwa di rumahku, di samping ibuku masih ada seorang lelaki yang hidup bersama kami. Dan kata ibu dia inilah yang seharusnya aku panggil ayah. Namun aku tak pernah merasakan cinta seorang ayah. Setiap hari kami tak pernah mengucapkan lebih dari tiga kalimat. Ketika kami saling berpapasan, yang aku rasakan cumalah kebencian yang terpancar dari sudut kedua matanya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Benar bahwa ia membayar uang sekolahku. Ia juga membiayai kebutuhan hidupku. Tapi... sebatas itukah yang disebut kasih sayang seorang bapa? Dia tak lebih dari pada seseorang yang harus memenuhi sebuah tuntutan hukum untuk mendampingi diriku, tetapi ia bukanlah ayahku. Setiap ongkos yang keluar untuk membayar uang sekolahku harus aku bayar dengan derai air mata dan isakan tangis, harus aku bayar dengan mata yang membengkak. Inikah kasih sayang seorang bapa?¡¨&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tuhan...apakah Engkau mendengarkan diriku? Malam ini ketika Engkau menjelma menjadi seseorang seperti diriku dan menjenguk bathinku, hanya satu hal yang aku harapkan. Berikanlah aku seorang bapa. Seorang bapa yang mencintaiku, seorang bapa yang bisa menasihati aku bukan mencaci diriku."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah membaca tulisan ini aku bisa merasakan kepedihan yang bercokol dalam diri si gadis ini. Aku pernah menjadi seorang anak tiri, anak yang kehilangan seorang bapa ketika masih berumur dua tahun. Dan betapa dalam dan besarnya kerinduanku untuk bisa merasakan kasih sayang seorang bapa. Ketika berumur sembilan tahun aku akhirnya boleh memperoleh seorang ayah lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun temanku, aku yakin anda pernah membaca kisah hidup anak tiri. Aku tak hanya membaca, namun dengan hidupku sendiri aku mengalaminya. Ternyata kerinduanku untuk menyapa seseorang sebagai bapa hanya bisa bertahan dalam mimpi. Itulah nasib menjadi seorang anak tiri. Namun waktu terus bergulir. Bapa tiriku kini telah ubanan. Kalau dulu aku bermimpi untuk dicintai oleh seseorang yang boleh aku panggil sebagai bapa, walau mimpiku ini tak pernah menjadi kenyataan, namun kini aku hanya bisa berjuang untuk mencintai seseorang dengan harapan bahwa ia boleh menyapa aku sebagai anaknya. Yang ada di dasar bathinku bukanlah rasa marah dan dendam. Tapi belas kasihan. Dan ini hanya menjadi mungkin karena aku telah mengalami cinta seorang Bapa yang dibawa oleh seorang bayi mungil di kandang hina. Yesus yang lahir dalam dingin telah mengatakan kepadaku bahwa ada seorang Bapa yang selalu dan senantiasa mencintaiku. Aku tak perlu lagi mencari dan bermimpi. Kini adalah giliranku untuk membalas cinta tersebut dengan mencintai orang lain, dan...terutama mencintai ayah tiriku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4193229323517440771?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4193229323517440771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/berikan-aku-seorang-ayah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4193229323517440771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4193229323517440771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/berikan-aku-seorang-ayah.html' title='Berikan Aku Seorang Ayah'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2AUF13q8hA0/TwUikHy4BzI/AAAAAAAAAlo/sfpYqWFqQso/s72-c/Puisi%2BAyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-5773392887673359165</id><published>2012-01-04T20:07:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T20:07:44.606-08:00</updated><title type='text'>SEMANGKUK NASI PUTIH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-nwN9IcIKjfc/TwUiCDKvkdI/AAAAAAAAAlc/XiZHQ_3de4I/s1600/semangkuk%2Bnasi%2Bputih.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="270" src="http://3.bp.blogspot.com/-nwN9IcIKjfc/TwUiCDKvkdI/AAAAAAAAAlc/XiZHQ_3de4I/s320/semangkuk%2Bnasi%2Bputih.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih." Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan : "Dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum : "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "Kuah sayur gratis." Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya." Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota , demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suaminya kemudian membisik kepadanya :&lt;br /&gt; "Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ket empat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !" katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;* * * * *&lt;br /&gt; Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid. "Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Siapakah direktur diperusahaan kamu ? Mengapa begitu baik terhadap kami? Saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami. Direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu. Yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya." Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.&lt;br /&gt; Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :&lt;br /&gt; "Bersemangat ya ! Di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"&lt;br /&gt; Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memberkati.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-5773392887673359165?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/5773392887673359165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/semangkuk-nasi-putih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5773392887673359165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5773392887673359165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/semangkuk-nasi-putih.html' title='SEMANGKUK NASI PUTIH'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-nwN9IcIKjfc/TwUiCDKvkdI/AAAAAAAAAlc/XiZHQ_3de4I/s72-c/semangkuk%2Bnasi%2Bputih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-393750555551603227</id><published>2012-01-04T20:05:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T20:05:18.843-08:00</updated><title type='text'>Arti Natal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8cqteTm6wik/TwUheKHVZ5I/AAAAAAAAAlQ/TZoijgHfZ7Y/s1600/arti%2Bnatal.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="319" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-8cqteTm6wik/TwUheKHVZ5I/AAAAAAAAAlQ/TZoijgHfZ7Y/s320/arti%2Bnatal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Satu minggu sebelum Natal, saya bermimpi kedatangan tamu. Begini ceritanya, Saya sedang bersiap-siap untuk tidur ketika terdengar suara berisik di ruang tamu. Saya membuka pintu kamar Dan saya amat terkejut, sinterklas tiba-tiba muncul dari balik pohon natal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sinterklas tidak tampak gembira seperti biasanya malahan saya pikir saya melihat air Mata disudut matanya."Apa yang sedang anda lakukan?" saya bertanya." Saya datang untuk mengingatkan kamu... AJARILAH ANAK-ANAK!" kata Sinterklas. Saya menjadi bingung apa yang dimaksudkannya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian dengan satu gerak cepat Sinterklas memungut sebuah tas mainan dari balik pohon. Sementara saya berdiri dengan bingung, Sinterklas berkata,"Ajarilah anak-anak! Ajarilah mereka arti natal yang sebenarnya, arti yang sekarang ini telah dilupakan oleh banyak anak".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sinterklas merogoh kedalam tasnya Dan mengeluarkan sebuah POHON NATAL mini "Ajarilah anak-anak bahwa pohon cemara senantiasa hijau sepanjang tahun, melambangkan harapan abadi seluruh umat manusia, semua ujung daunnya mengarah keatas, mengingatkan Kita bahwa segala pikiran Kita di masa Natal hanya terarah pada surga."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian IA memasukan tangannya kedalam tas Dan mengeluarkan sebuah BINTANG cemerlang "Ajarilah anak-anak bahwa bintang adalah tanda surgawi akan janji Allah berabad-abad yang silam. Tuhan menjanjikan seorang Penyelamat bagi dunia, Dan bintang adalah tanda bahwa Tuhan menepati janji-Nya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia memasukkan tangannya lagi kedalam tasnya Dan mengeluarkan sebatang LILIN "Ajarilah anak-anak bahwa kristus adalah terang dunia, Dan ketika Kita melihat terang lilin, Kita diingatkan kepada-Nya yang telah mengusir kegelapan"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekali lagi IA memasukkan tangannya ke dalam tasnya, mengeluarkan sebuah LINGKARAN lalu memasangnya di pohon natal,"Ajarilah anak-anak bahwa lingkaran melambangkan Cinta Sejati yang tak akan pernah berhenti. Cinta adalah kasih sayang yang terus-menerus tidak hanya saat Natal , tetapi sepanjang tahun."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian dari tasnya IA mengeluarkan hiasan SINTERKLAS."Ajarilah anak-anak bahwa saya, Sinterklas, melambangkan kemurahan hati Dan segala niat baik yang Kita rasakan sepanjang bulan Desember."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selanjutnya IA mengeluarkan sebuah HADIAH Dan berkata,"Ajarilah anak-anak bahwa Tuhan demikian mengasihi umatnya sehingga Ia memeberikan anaknya yang tunggal...."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Terpujilah Allah atas hadiah-Nya yang demikian mengagumkan itu. Ajarilah anak-anak bahwa para majus datang menyembah sang bayi kudus Dan mempersembahkan emas, kemenyan Dan mur. Hendaklah Kita memberi dengan semangat yang sama dengan para majus."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sinterklas kemudian mengambil tasnya, memungut sebatang PERMEN coklat berbentuk tongkat Dan menggantungkannya di pohon Natal. "Ajarilah anak-anak bahwa batangan permen ini melambangkan para gembala. Sekali waktu seekor domba berkelana pergi meninggalkan kawanannya Dan tersesat maka gembala datang Dan menuntun mereka kembali. Batang permen ini mengingatkan Kita bahwa Kita adalah penjaga saudara-saudara Kita, sekali waktu orang-orang yang telah lama pergi meninggalkan Gereja membutuhkan pertolongan untuk kembali ke pangkuan Gereja. Selayaknyalah Kita berdaya supaya untuk menjadi gembala-gembala yang baik Dan menuntun mereka pulang kerumah."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia memasukan tangannya lagi kedalam tas Dan mengeluarkan sebuah boneka MALAIKAT." Ajarilah anak-anak bahwa para malaikatlah yang mewartakan kabar sukacita kelahiran Sang Penyelamat. Para malaikat itu bernyanyi,"Kemuliaan bagi Allah di surga Dan damai di bumi bagi manusia." Sama seperti para malaikat di Betlehem, Kita patut mewartakan kabar gembira tersebut kepada keluarga Dan teman-teman: Immanuel - Tuhan beserta Kita!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekarang Sinterklas kelihatan gembira. Ia memandang saya Dan saya melihat matanya telah bersinar kembali. Ia berkata,"Ingat, ajarilah anak-anak arti Natal yang sebenarnya. Jangan menjadikan saya pusat perhatian karena saya hanyalah hamba dari Dia yang adalah arti Natal yang sebenarnya - Immanuel -Tuhan beserta Kita. Kemudian, secepat datangnya, Sinterklas tiba-tiba pergi.&lt;br /&gt; Sayapun terbangun&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan seperti biasa - Sinterklas telah datang untuk membawa hadiah bagi saya Dan anak-anak saya - suatu hadiah yang luar biasa. Sinterklas telah membantu saya mengingat kembali arti Natal yang sebenarnya - Dan arti kedatangan Yesus ke dunia. Dan saya tahu, bagi saya Dan anak-anak, Natal ini akan menjadi Natal yang terindah - karena IMMANUEL ~ Tuhan beserta Kita!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-393750555551603227?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/393750555551603227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/arti-natal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/393750555551603227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/393750555551603227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/arti-natal.html' title='Arti Natal'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8cqteTm6wik/TwUheKHVZ5I/AAAAAAAAAlQ/TZoijgHfZ7Y/s72-c/arti%2Bnatal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-1585625225950983214</id><published>2012-01-04T20:02:00.001-08:00</published><updated>2012-01-04T20:02:41.627-08:00</updated><title type='text'>Permohonan Gadis kecil</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Rr1LCdQcgm8/TwUg2TYcFvI/AAAAAAAAAlE/OvNLHC1E2OY/s1600/gadis%2Bkecil.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="256" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-Rr1LCdQcgm8/TwUg2TYcFvI/AAAAAAAAAlE/OvNLHC1E2OY/s320/gadis%2Bkecil.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ketika Amy Hagadorn berjalan melewati sebuah sudut di lorong dekat kelasnya, ia berpapasan dengan seorang anak laki-laki jangkung siswa kelas lima yang berlari dari arah berlawanan. "Pakai matamu, Bodoh," maki anak laki-laki itu, setelah berhasil berkelit dari murid kelas tiga bertubuh kecil yang hampir ditabraknya. Kemudian, dengan mimik mengejek, anak laki-laki itu memegang kaki kanannya dan berjalan menirukan cara berjalan Amy yang pincang. Amy memejamkan matanya beberapa saat. Abaikan saja dia, katanya dalam hati sambil berjalan lagi menuju ke kelasnya. Akan tetapi, sampai jam pelajaran terakhir hari itu Amy masih memikirkan ejekan anak laki-laki jangkung itu. Dan, ia bukan satu-satunya orang yang mengganggunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejak Amy mulai duduk di kelas tiga, ada saja anak yang mengganggunya setiap hari, mengejek cara bicaranya atau cara berjalannya. Kadang-kadang, walaupun di dalam kelas yang penuh dengan anak-anak, ejekan-ejekan itu membuatnya merasa sendirian. Di meja makan malam itu, Amy tidak bicara. Karena tahu ada yang tidak beres di sekolah, Patti Hagadorn dengan senang hati berbagi kabar menggembirakan dengan putrinya. "Di sebuah stasion radio ada lomba membuat permohonan Natal," kata sang ibu. "Coba tulis surat kepada Santa Klaus, siapa tahu kau memenangkan hadiahnya. Kupikir setiap anak yang mempunyai rambut pirang bergelombang di meja ini harus ikut."Amy tertawa, lalu ia mengambil pensil dan kertas. "Dear Santa Klaus," tulisnya sebagai pembuka. Ketika Amy sedang asyik membuat suratnya yang paling baik, semua anggota keluarga mencoba menebak permohonannya kepada Santa Klaus. Adik Amy, Jamie, dan ibunya sama-sama menebak bahwa yang paling mungkin diminta oleh Amy adalah boneka Barbie setinggi satu meter. Ayah Amy menebak bahwa putrinya meminta sebuah buku bergambar. Akan tetapi, Amy tidak bersedia mengungkapkan permohonan Natal-nya yang rahasia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di stasiun radio WJLT di Fort Wayne, Indiana, suat-surat yang datang untuk mengikuti lomba Permohonan Natal tumpah seperti air bah. Para karyawan stasiun radio dengan senang hati membaca bermacam-macam hadiah yang diinginkan oleh anak-anak laki-laki dan perempuan dari seluruh kota untuk perayaan Natal. Ketika surat Amy tiba di stasium radio itu, manajer Lee Tobin membacanya dengan cermat. "Santa Klaus yang Baik, Nama saya Amy. Saya berusia sembilan tahun. Saya mempunyai masalah di sekolah. Dapatkah Anda menolong saya, Santa? Anak-anak menertawakan saya karena cara berjalan saya, cara berlari saya, dan cara bicara saya. Saya menderita cerebral palsy. Saya hanya meminta satu hari saja yang dapat saya lewati tanpa ada orang menertawai atau mengejek saya. Sayang selalu, Amy.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hati Lee terasa nyeri ketika membaca surat itu: Ia tahu cerebral palsy adalah kelainan otot yang tampak aneh bagi teman-teman sekolah Amy. Menurutnya ada baiknya bila semua orang di Fort Wayne mendengar tentang gadis cilik dengan permohonan Natalnya yang tidak lazim. Pak Tobin menelepon sebuat koran setempat. Keesokan harinya, foto Amy dan suratnya kepada Santa mengisi halaman depan The News Sentinel. Kisah itu menyebar dengan cepat. Surat kabar, stasiun radio, dan televisi di seluruh negeri memberitakan kisah gadis cilik di Fort Wayne, Indiana, yang hanya mengajukan sebuah permohonan sederhana, namun baginya merupakan hadiah Natal paling istimewa-satu hari tanpa ejekan. Tiba-tiba, tukang pos menjadi langganan di rumah keluarga Hagadorn. Amplop berbagai ukuran yang dialamatkan kepada Amy datang setiap hari dari anak-anak dan orang dewasa dari seluruh negeri, berisi kartu-kartu ucapan selamat berlibur dan kata-kata penghiburan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selama masa Natal yang sibuk itu, lebih dari dua ribu orang dari seluruh dunia mengirimkan surat persahabatan dan dukungan kepada Amy. Sebagian penulis surat itu cacat; sebagian pernah menjadi sasaran ejekan ketika kanak-kanak, tetapi tiap penulis mempunyai sebuah pesan khusus bagi Amy. Lewat kartu-kartu dan surat-surat dari orang-orang asing itu, Amy merasakan sebuah dunia penuh dengan orang-orang yang betul-betul saling peduli. Ia sadar tidak ada ejekan dalam bentuk apa pun yang akan pernah membuatnya merasa kesepian. Banyak orang berterima kasih kepada Amy atas keberaniannya mengungkapkan isi hati. Yang lain mendorongnya bertahan terhadap ejekan-ejekan dan tetap tampil dengan tengadah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lynn, seorang siswi kelas enam dari Texas, mengirim pesan sebagai berikut: Aku senang menjadi temanmu, dan bila kau mau mengunjungi aku, kita dapat bersenang-senang. Tidak seorang pun akan mengejek kita, karena kalau mereka demikian, kita tidak usah mendengarkan. Permohonan Amy untuk menikmati satu hari khusus tanpa ada yang mengganggu terpenuhi di sekolahnya, South Wayne Elementary School. Selain itu, setiap orang di sekolah memberikan sebuah bonus tambahan. Guru dan murid berdiskusi tentang bagaimana perasaan orang yang diejek. Tahun itu, walikota Fort Wayne secara resmi menyatakan 21 Desember sebagai Hari Amy Jo Hagadorn untuk seluruh kota. Walikota menerangkan bahwa dengan keberanian mengajukan permohonan seperti itu, Amy mengajarkan sebuah pelajaran universal. "Siapa pun," kata walikota, "ingin dan berhak diperlakukan dengan hormat, bermartabat, dan hangat."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-1585625225950983214?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/1585625225950983214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/permohonan-gadis-kecil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1585625225950983214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1585625225950983214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/permohonan-gadis-kecil.html' title='Permohonan Gadis kecil'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Rr1LCdQcgm8/TwUg2TYcFvI/AAAAAAAAAlE/OvNLHC1E2OY/s72-c/gadis%2Bkecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-7686267736025527187</id><published>2012-01-04T19:58:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T19:58:31.732-08:00</updated><title type='text'>Malam Saat Lonceng Berdentang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-h0jipUB2LZI/TwUf3gKUSHI/AAAAAAAAAk4/FzWyD9joxYk/s1600/lonceng" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="275" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-h0jipUB2LZI/TwUf3gKUSHI/AAAAAAAAAk4/FzWyD9joxYk/s320/lonceng" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga daripada mendapat perak. Amsal 16:16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu hari, dahulu kala, sebuah gereja yang mengagumkan berdiri di sebuah bukit yang tinggi di sebuah kota yang besar. Jika dihiasi lampu-lampu untuk sebuah perayaan istimewa, gereja itu dapat dilihat hingga jauh di sekitarnya. Namun demikian ada sesuatu yang jauh lebih menakjubkan dari gereja ini ketimbang keindahannya: legenda yang aneh dan indah tentang loncengnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di sudut gereja itu ada sebuah menara berwarna abu-abu yang tinggi, dan di puncak menara itu, demikian menurut kata orang, ada sebuah rangkaian lonceng yang paling indah di dunia. Tetapi kenyataannya tak ada yang pernah mendengar lonceng-lonceng ini selama bertahun-tahun. Bahkan tidak juga pada hari Natal. Karena merupakan suatu adat pada Malam Natal bagi semua orang untuk datang ke gereja membawa persembahan mereka bagi bayi Kristus. Dan ada masanya di mana sebuah persembahan yang sangat tidak biasa yang diletakkan di altar akan menimbulkan alunan musik yang indah dari lonceng-lonceng yang ada jauh di puncak menara. Ada yang mengatakan bahwa malaikatlah yang membuatnya berayun. Tetapi akhir-akhir ini tak ada persembahan yang cukup luar biasa yang layak memperoleh dentangan lonceng-lonceng itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekarang beberapa kilometer dari kota, di sebuah desa kecil, tinggal seorang anak laki-laki bernama Pedro dengan adik laki-lakinya. Mereka hanya tahu sangat sedikit tentang lonceng-lonceng Natal itu, tetapi mereka pernah mendengar mengenai kebaktian di gereja itu pada Malam Natal dan mereka memutuskan untuk pergi melihat perayaan yang indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sehari sebelum Natal sungguh menggigit dinginnya, dengan salju putih yang telah mengeras di tanah. Pedro dan adiknya berangkat awal di siang harinya, dan meskipun cuaca dingin mereka mencapai pinggiran kota saat senja. Mereka baru saja akan memasuki salah satu pintu gerbang yang besar ketika Pedro melihat sesuatu berwarna gelap di salju di dekat jalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Itu adalah seorang wanita yang malang, yang terjatuh tepat di luar pintu kota, terlalu sakit dan lelah untuk masuk ke kota di mana ia dapat memperoleh tempat berteduh. Pedro berusaha membangunkannya, tetapi ia hampir tak sadarkan diri. "Tak ada gunanya, Dik. Kau harus meneruskan seorang diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Tanpamu?" teriak adiknya. Pedro mengangguk perlahan. "Wanita ini akan mati kedinginan jika tak ada yang merawatnya. Semua orang mungkin sudah pergi ke gereja saat ini, tetapi kalau kamu pulang pastikan bahwa kau membawa seseorang untuk membantunya. Saya akan tinggal di sini dan berusaha menjaganya agar tidak membeku, dan mungkin menyuruhnya memakan roti yang ada di saku saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Tapi saya tak dapat meninggalkanmu!" adiknya memekik. "Cukup salah satu dari kita yang tidak menghadiri kebaktian," kata Pedro. "Kamu harus melihat dan mendengar segala sesuatunya dua kali, sekali untukmu dan sekali untukku. Saya yakin bayi Kristus tahu betapa saya ingin menyembahNya. Dan jika kamu memperoleh kesempatan, bawalah potongan perakku ini dan saat tak seorangpun melihat, taruhlah sebagai persembahanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Demikianlah ia menyuruh adiknya cepat-cepat pergi ke kota, dan mengejapkan mata dengan susah payah untuk menahan air mata kekecewaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gereja yang besar tersebut sungguh indah malam itu; sebelumnya belum pernah terlihat seindah itu. Ketika organ mulai dimainkan dan ribuan orang bernyanyi, dinding-dinding gereja bergetar oleh suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada akhir kebaktian tibalah saatnya untuk berbaris guna meletakkan persembahan di altar. Ada yang membawa permata, ada yang membawa keranjang yang berat berisi emas. Seorang penulis terkenal meletakkan sebuah buku yang telah ditulisnya selama bertahun-tahun. Dan yang terakhir, berjalanlah sang Raja negeri itu, sama seperti yang lain berharap ia layak untuk memperoleh dentangan lonceng Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gumaman yang keras terdengar di seluruh ruang gereja ketika sang Raja melepaskan dari kepalanya mahkota kerajaannya, yang dipenuhi batu-batu berharga, dan meletakkannya di altar. "Tentunya," semua berkata, "kita akan mendengar lonceng-lonceng itu sekarang!" Tetapi hanya hembusan angin dingin yang terdengar di menara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Barisan orang sudah habis, dan paduan suara memulai lagu penutup. Tiba-tiba saja, pemain organ berhenti bermain. Nyanyian berhenti. Tak terdengar suara sedikitpun dari siapa saja di dalam gereja. Sementara semua orang memasang telinga baik-baik untuk mendengarkan, terdengarlah dengan perlahan-tetapi amat jelas-suara lonceng-lonceng di menara itu. Kedengaran sangat jauh tetapi sangat jelas, alunan musik itu terdengar jauh lebih manis daripada suara apapun yang pernah mereka dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka mereka semuapun berdiri bersama dan melihat ke altar untuk menyaksikan persembahan besar apakah yang membangunkan lonceng yang telah berdiam sekian lama. Tetapi yang mereka lihat hanyalah sosok kekanak-kanakan adik laki-laki Pedro, yang telah perlahan-lahan merangkak di sepanjang lorong kursi ketika tak seorangpun memperhatikan, dan meletakkan potongan kecil perak milik Pedro di altar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Chicken Soup for the Christian Soul&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-7686267736025527187?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/7686267736025527187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/malam-saat-lonceng-berdentang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7686267736025527187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7686267736025527187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/malam-saat-lonceng-berdentang.html' title='Malam Saat Lonceng Berdentang'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-h0jipUB2LZI/TwUf3gKUSHI/AAAAAAAAAk4/FzWyD9joxYk/s72-c/lonceng' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6112569713336964993</id><published>2012-01-04T19:56:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T19:56:02.106-08:00</updated><title type='text'>Membahagiakan Orang Lain</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-tHc0v8lHA9U/TwUfSxQgxcI/AAAAAAAAAks/bFFe7SH_DyQ/s1600/membahagiakan%2Borg%2Blain.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-tHc0v8lHA9U/TwUfSxQgxcI/AAAAAAAAAks/bFFe7SH_DyQ/s320/membahagiakan%2Borg%2Blain.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada seorang pemuda terkena penyakit yang mengharuskan usus kecilnya dipotong sepanjang satu meter. Setelah operasi dilakukan, ternyata penyakit yang dideritanya tidak juga hilang. Operasi itu dilakukan sekedar membuang bagian ususnya yang sudah rusak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selama proses penyembuhan dari operasi, pemuda itu harus berpuasa selama 10 hari. Tidak makan dan tidak minum. Dia mendapatkan cairan tubuhnya hanya dari infus. Sesudah itu barulah dia bisa menerima minuman dan setelah beberapa hari kemudian mulai bisa makan makanan cair.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selama berpuasa setelah operasi, saat masih terbaring di rumah sakit, istrinya menghubungi saya dan menceritakan keadaan suaminya. Lewat istrinya saya menganjurkan agar pemuda itu mengembangkan pikiran yang penuh cinta kasih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah keluar dari rumah sakit, pemuda itu datang menemui saya. Dia mengatakan bahwa saat terbaring di rumah sakit - saat merasakan kesakitan yang besar dan merasa sedih karena ternyata penyakitnya tidak bisa disembuhkan - sulit bagi dirinya untuk mengembangkan pikiran penuh cinta kasih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dia berkata "Saya sendiri sangat membutuhkan pertolongan. Keadaan saya sangat buruk. Bagaimana mungkin saya bisa mengembangkan pikiran cinta kasih? Bukankah saya sendiri yang sebenarnya harus dikasihani?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya berkata, "Sejak Anda mulai memikirkan diri sendiri, sejak Anda mulai menuntut, maka pada saat itulah Anda mulai merasa menderita. Sebaliknya, sejak Anda mulai memikirkan orang lain, mengharapkan orang lain bahagia, justru pada saat itulah Anda mulai merasa bahagia. Dengan mengembagnkan pikiran penuh cinta kasih, saya berharap semoga penderitaan yang Anda rasakan bisa berkurang."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemuda-pemudi ketika masih berpacaran, mereka sangat memperhatikan pasangannya. Mereka berusaha saling membahagiakan pasangannya. Oleh karena ingin membahagiakan pasangannya, perasaan mereka dipenuhi kebahagiaan. Tetapi setelah menikah, biasanya mereka mulai banyak berharap kepada pasangannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka menuntut pasangannya untuk ini dan itu, menuntut pasangannya untuk bersikap begini dan begitu. Ketika mereka mulai memikirkan diri sendiri dan mulai banyak menuntut, pada saat itulah penderitaan mulai datang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penderitaan datang saat kita menuntut orang lain untuk membahagiakan kita. Sebaliknya, kebahagiaan datang justru saat kita ingin membahagiakan orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Dikutip dari buku : Bersahabat Dengan Kehidupan – Sri Pannyavaro)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6112569713336964993?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6112569713336964993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/membahagiakan-orang-lain.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6112569713336964993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6112569713336964993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/membahagiakan-orang-lain.html' title='Membahagiakan Orang Lain'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-tHc0v8lHA9U/TwUfSxQgxcI/AAAAAAAAAks/bFFe7SH_DyQ/s72-c/membahagiakan%2Borg%2Blain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4478399963411725829</id><published>2012-01-04T19:53:00.001-08:00</published><updated>2012-01-04T19:53:20.510-08:00</updated><title type='text'>Tuhan Itu Begitu Dekat Dengan Anda</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_reSGR1J5X0/TwUeqbsrgyI/AAAAAAAAAkg/l_jLdBoiMJs/s1600/Tuhan%2Bitu%2Bdekat%2B%2528natal%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-_reSGR1J5X0/TwUeqbsrgyI/AAAAAAAAAkg/l_jLdBoiMJs/s320/Tuhan%2Bitu%2Bdekat%2B%2528natal%2529.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lukas 2:11&lt;br /&gt; Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika Anda pikir bahwa Tuhan tidak pernah bisa mengerti keadaan Anda, maka Anda salah besar. Tuhan sangat mengerti kehidupan Anda. Bagaimana saya bisa katakan dengan yakin tentang hal ini? Tuhan kita bukanlah Tuhan yang hanya duduk-duduk di sorga dan memperhatikan kehidupan umat-Nya. Pada dua ribu tahun lalu, Allah Sang Pencipta Alam Semesta itu menjelma menjadi seorang bayi, berada di rahim seorang wanita dan lahir sebagaimana seorang bayi lahir dari rahim ibunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak berhenti disana, Yesus bertumbuh dari seorang bayi, anak-anak, remaja dan menjadi pemuda dewasa dalam asuhan keluarganya. Ia sangat mengerti permasalahan kehidupan ini, karena Ia pernah mengalaminya. Dia bukan Tuhan yang jauh dan tidak tersentuh. Dia adalah Tuhan yang sangat dekat dan mengerti permasalahan kehidupan ini. Bahkan hingga saat ini, Yesus yang telah naik ke sorga dapat kita temui kapan saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika Anda hari ini berpikir bahwa Natal adalah sebuah perayaan kelahiran-Nya saja, maka saat ini ada sebuah berita gembira untuk Anda. Natal adalah tentang sebuah berita bahwa Tuhan yang telah menjadi manusia itu datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, Ia tidak jauh, bahkan sangat dekat dengan kita. Yesus Sang Mesias itu ada di tengah-tengah kita. Ia hidup di dalam Anda dan saya. Bagikan pesan Natal ini kepada setiap orang yang Anda temui, karena pesan ini sangat penting.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan kita bukanlah Tuhan yang jauh dan tak tersentuh, Ia ada ditengah-tengah kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Merry Christmas !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4478399963411725829?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4478399963411725829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/tuhan-itu-begitu-dekat-dengan-anda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4478399963411725829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4478399963411725829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2012/01/tuhan-itu-begitu-dekat-dengan-anda.html' title='Tuhan Itu Begitu Dekat Dengan Anda'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_reSGR1J5X0/TwUeqbsrgyI/AAAAAAAAAkg/l_jLdBoiMJs/s72-c/Tuhan%2Bitu%2Bdekat%2B%2528natal%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-5849435393140925979</id><published>2011-12-23T19:17:00.000-08:00</published><updated>2011-12-23T19:17:26.375-08:00</updated><title type='text'>Malam Natal 2011</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-4vav-i4fXmo/TvVEO8Zjl-I/AAAAAAAAAkI/ybEn_8Ivq7k/s1600/ChristmasTree.gif" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="293" src="http://2.bp.blogspot.com/-4vav-i4fXmo/TvVEO8Zjl-I/AAAAAAAAAkI/ybEn_8Ivq7k/s320/ChristmasTree.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lukas 2:14 - "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."&lt;br /&gt;Efesus 2:17-18 - Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada tahun 1914 ada sebuah kisah menarik yang terjadi di malam Natal. Saat itu terjadi peperangan antara Inggris, Jerman dan Perancis. Di malam Natal seperti itu, pastilah para prajurit ingin berada di rumah, berkumpul dengan keluarga, menyiapkan kado-kado, bernyanyi dan menikmati sukacita serta hidangan yang enak. Tapi kali ini mereka berada jauh dari rumah, jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai. Salju yang turun menambah dinginnya udara malam dan dinginnya hati mereka. Perut lapar, pakaian yang basah, dinginnya udara dan tempat tinggal yang becek serta ketidaknyamanan suasana perang merupakan satu harmoni yang semakin menghilangkan semangat untuk mengangkat senjata. Ada satu kerinduan untuk duduk bersama keluarga didepan perapian sambil mengunyah kue-kue yang lezat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang prajurit yang tertembak merintih menahan sakit, sementara yang lain menggigil kedinginan. Pimpinan mereka pun malam itu tidak seperti biasanya. Ia kelihatan sangat bersedih, menangis teringat akan anak dan isterinya. Entah kapan mereka akan pulang dan berada ditengah orang-orang yang mereka kasihi. Mereka semua diam membisu selama beberapa jam, tetapi tiba-tiba nampak cahaya kecil yang bergerak-gerak dari arah pasukan Jerman. Ternyata ada prajurit Jerman yang membuat pohon Natal kecil dan mengangkatnya keatas agar kelihatan. Ia melakukan itu sambil mengalunkan lagu "Stille Nacht, Heilige Nacht" atau lagu "Malam Kudus". Alunan lembut lagu itu membuat hati para prajurit pilu karena mereka teringat suasana Natal ditengah-tengah keluarga. Prajurit Jerman yang menyanyikan lagu itu ternyata adalah seorang penyanyi tenor opera terkenal sebelum dikirim ke medan perang. Sambil menyanyi, prajurit itu berdiri dari tempat persembunyiannnya sehingga musuh dapat melihatnya. Ia ingin menyampaikan makna Natal yang sesungguhnya, yaitu berbagi kasih dan damai. Prajurit tersebut bersedia mengorbankan nyawanya, ia bersedia ditembak oleh musuh karena mereka pasti bisa melihatnya dengan jelas. Tetapi, apakah yang terjadi?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Satu per satu dari masing-masing pasukan keluar dari persembunyian dan ikut menyanyi. Mereka berkumpul bersama dan air mata tidak tertahankan. Seorang prajurit Inggris musuh bebuyutan Jerman malah mengiringi nyanyian tersebut dengan sebuah alat musik tiup yang dibawanya. Tidak ada lagi lawan, tidak ada peperangan, tidak ada benci, yang ada hanya kedamaian didalam kebersamaan. Mereka semua bersama-sama menyanyi dalam bahasa mereka masing-masing, dilanjutkan lagi dengan lagu "Hai Mari Berhimpun". Mereka yang tadinya adalah musuh yang berusaha saling membunuh, kini merasakan aliran damai Natal. Mereka bersama-sama menyembah dan bersyukur atas kelahiran Juruselamat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat ini, jika masih ada luka, kekecewaan, dan kebencian terhadap seseorang, biarkan kuasa Yesus Sang Juruselamat menyembuhkan serta menggantinya dengan damaiNya!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DOA: Ya Tuhan Yesus, pulihkanlah hatiku dari segala luka, kekecewaan dan kebencian. Penuhilah hatiku dengan damaiMu dan jadikan aku baru. Semoga DamaiMu menjadi hadiah Natal terindah bagiku. Amin. SELAMAT NATAL !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-5849435393140925979?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/5849435393140925979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/malam-natal-2011.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5849435393140925979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5849435393140925979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/malam-natal-2011.html' title='Malam Natal 2011'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-4vav-i4fXmo/TvVEO8Zjl-I/AAAAAAAAAkI/ybEn_8Ivq7k/s72-c/ChristmasTree.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-7918665101112855</id><published>2011-12-23T08:40:00.001-08:00</published><updated>2011-12-23T08:40:19.495-08:00</updated><title type='text'>Poinsettia: Legenda Bunga Natal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rbbzM7Y32oA/TvSu39d1NYI/AAAAAAAAAjw/q89-ahHJaWA/s1600/flores.gif" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="193" width="277" src="http://3.bp.blogspot.com/-rbbzM7Y32oA/TvSu39d1NYI/AAAAAAAAAjw/q89-ahHJaWA/s320/flores.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tersebutlah kisah tentang Pepita, seorang gadis Meksiko yang miskin, yang tidak mempunyai hadiah apa-apa untuk dipersembahkan kepada Bayi Yesus pada Misa Malam Natal. Sementara Pepita dan Pedro, sepupunya, berjalan perlahan menuju kapel, hati Pepita merasa amat sedih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Aku yakin, Pepita, bahkan hadiah yang paling sederhana sekali pun, jika diberikan dengan cinta, akan berharga di mata-Nya,” hibur Pedro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya, Pepita berlutut di tepi jalan dan mengumpulkan segenggam penuh rumput liar. Ditatanya rumput-rumput liar itu menjadi sebuah karangan rumput yang kecil. Ketika dipandanginya karangan rumput liar yang kasar itu hati Pepita bertambah sedih, juga malu akan hadiahnya yang tidak berarti itu. Pepita berusaha keras untuk menahan air matanya yang hampir menetes, sementara ia memasuki kapel desa yang kecil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedang Pepita melangkah menuju altar, di telinganya terngiang-ngiang kata-kata Pedro yang lembut: “Bahkan hadiah yang paling sederhana sekali pun, jika diberikan dengan cinta, akan berharga di mata-Nya.” Pepita merasakan cintanya yang berkobar-kobar kepada Bayi Yesus sementara ia berlutut untuk mempersembahkan karangan rumputnya di gua Natal. Tiba-tiba, dari karangan rumput Pepita bermekaranlah bunga-bunga indah berwarna merah menyala. Semua yang melihatnya yakin bahwa mereka telah menyaksikan suatu mukjizat Natal yang terjadi di depan mata mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, bunga-bunga indah warna merah menyala itu disebut Flores de Noche Buena, atau Bunga-bunga Malam Kudus, karena mereka hanya mekar sekali setahun yaitu pada masa Natal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flores de Noche Buena pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Amerika pada tahun 1825 oleh Joel Roberts Poinsett, seorang duta besar Amerika di Meksiko. Oleh karena itu Flores de Noche Buena disebut juga bunga Poinsettia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Paul Ecke Ranch; www.ecke.com/html/h_corp/​corp_legend.html&lt;br /&gt; “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-7918665101112855?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/7918665101112855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/poinsettia-legenda-bunga-natal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7918665101112855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7918665101112855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/poinsettia-legenda-bunga-natal.html' title='Poinsettia: Legenda Bunga Natal'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rbbzM7Y32oA/TvSu39d1NYI/AAAAAAAAAjw/q89-ahHJaWA/s72-c/flores.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6953256270071702325</id><published>2011-12-22T08:58:00.001-08:00</published><updated>2011-12-22T08:58:40.232-08:00</updated><title type='text'>Kebijaksanaan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8j-qHG3gtdk/TvNhuOWNlbI/AAAAAAAAAjk/1gOPrd9jaPU/s1600/kepiting" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="212" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-8j-qHG3gtdk/TvNhuOWNlbI/AAAAAAAAAjk/1gOPrd9jaPU/s320/kepiting" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu ketika terdapatlah seorang pertapa muda yang sedang bermeditasi dibawa pohon yang teduh dipinggir sungai. Saat sedang konsentrasi tiba-tiba perhatiannya terpecah dengan suara yang berisik. Kemudian ia membuka matanya untuk melihat apa yang terjadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ternyata suara yang ditimbulkan oleh seekor kepiting yang sedang berusaha keras untuk mencapai tepian sungai dengan melawan arus. Karena merasa kasihan, pertapa itu mengulurkan tangannya untuk menolong. Seketika keriting itu dengan sigap menjepit tangan pertapa itu. Meskipun jarinya terluka karena jepitan kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena telah menyelamatkan si kepiting .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Belum lama bersila untuk melanjutkan meditasinya terdengar lagi suara yang sama dari tepi sungai , ternyata keriting itu mengalami kejadian yang sama. Kemudian pertapa itu kembali menggunakan cara yang sama untuk menolong kepiting itu, yang menyebabkan jari-jarinya terluka dan semakin membengkak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melihat kejadian ini, ada seorang tua yang kemudian datang dan menegur si pertapa muda itu, “Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hati yang baik. Tetapi , mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukai jarimu hingga sobek dan bengkak?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertapa itu mencoba menjelaskan, “Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Oleh sebab itu saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka, asalkan bisa menolong nyawa makhluk lain, saya sudah senang! “&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mendengar jawaban pertapa itu, kemudian orang tua itu mengambil ranting, lalu dijulurkan kearah kepiting yang terlihat sedang melawan arus. Segera si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. “Lihat anak muda, melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, untuk menolong makhluk lain, bukankah tidak harus dengan mengorbankan diri sendiri. Ranting pun kita bisa manfaatkan, bukan begitu?” Kata-kata arif itu keluar dari mulut sang orang tua. Seketika itu juga pertapa itu tersadarkan.&lt;br /&gt;-------------------------------------------------&lt;br /&gt;Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orangtua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara kita salah, sering kali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu. Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6953256270071702325?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6953256270071702325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/kebijaksanaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6953256270071702325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6953256270071702325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/kebijaksanaan.html' title='Kebijaksanaan'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8j-qHG3gtdk/TvNhuOWNlbI/AAAAAAAAAjk/1gOPrd9jaPU/s72-c/kepiting' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-5995505847213889669</id><published>2011-12-21T08:21:00.000-08:00</published><updated>2011-12-21T08:21:20.827-08:00</updated><title type='text'>TAK TERTOLONG LAGI?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-V14ORjy9rv0/TvIHeD2ncmI/AAAAAAAAAjY/naKDA1tvlLY/s1600/tak%2Btertolong.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="302" src="http://4.bp.blogspot.com/-V14ORjy9rv0/TvIHeD2ncmI/AAAAAAAAAjY/naKDA1tvlLY/s320/tak%2Btertolong.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." —Lukas 23:43&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gembala Israel berumur 110 tahun dari suku Bedouin dengan segera dibawa ke rumah sakit di Beersheba ketika ia terkena serangan jantung. Meskipun usianya sudah renta, dokter bekerja keras menyelamatkan jiwanya. Pria ini mungkin adalah pasien pengidap penyakit jantung tertua yang berhasil disembuhkan dengan obat pencegah penyumbatan jantung. Jurubicara dari rumah sakit melaporkan bahwa pria Bedouin ini telah kembali ke tendanya di gurun pasir Negev untuk menjaga kawanan kambingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian yang diberikan pada pria berumur 110 tahun ini mencerminkan cara Yesus dalam menanggapi orang-orang yang kita anggap sudah tidak tertolong lagi. Kemampuan dan kemauan-Nya untuk menembus batas-batas sosial untuk menolong para penderita kusta dan mereka yang dikucilkan jauh melebihi apa yang biasanya dilakukan oleh seseorang yang baik hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di tengah kepedihan atas penderitaan yang dialami-Nya, Yesus merengkuh seseorang yang sekarat, yang dianggap orang lain sudah tidak tertolong lagi. Orang ini adalah seorang penjahat, dihukum mati, dan hanya punya waktu beberapa jam sebelum ia akan terhilang selamanya. Pada saat itu, Yesus menanggapi seruan orang yang meminta pertolongan ini dengan berkata, "Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Luk. 23:43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda mengenal seseorang yang tampaknya tidak tertolong lagi? Atau mungkin Anda berpikir, Anda-lah yang tidak memiliki harapan lagi. Allah dalam Alkitab sanggup memberikan pertolongan bagi mereka yang dianggap terlalu tua, terlalu berdosa, atau terlalu lemah untuk dapat ditolong lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus mencari mereka yang direndahkan&lt;br /&gt;Yang tidak dipedulikan oleh banyak orang;&lt;br /&gt;Kebaikan hati dan pertolongan-Nya&lt;br /&gt;Rindu Dia bagikan pada mereka. —D. De Haan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuasa Allah terlihat paling nyata dalam kelemahan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-5995505847213889669?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/5995505847213889669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/tak-tertolong-lagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5995505847213889669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5995505847213889669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/tak-tertolong-lagi.html' title='TAK TERTOLONG LAGI?'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-V14ORjy9rv0/TvIHeD2ncmI/AAAAAAAAAjY/naKDA1tvlLY/s72-c/tak%2Btertolong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-8910453540392471420</id><published>2011-12-19T09:26:00.001-08:00</published><updated>2011-12-19T09:26:46.943-08:00</updated><title type='text'>Nikmati kopinya, bukan cangkirnya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-LuP-XYB6ZKo/Tu9zzCbc07I/AAAAAAAAAio/SVJ2ILepTxw/s1600/kopi.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="274" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-LuP-XYB6ZKo/Tu9zzCbc07I/AAAAAAAAAio/SVJ2ILepTxw/s320/kopi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangir berbagai jenis dari porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan: "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain. Sekarang perhatikan hal ini: hati kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya. Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Catatan: Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati anda. Apakah anda merasa bahagia dan damai? Apakah anda mencintai dan dicintai oleh keluarga, saudara dan teman-teman anda? Apakah anda tidak berpikir buruk tentang orang lain dan tidak gampang marah? Apakah anda sabar, murah hati, bersukacita karena kebenaran, sopan dan tidak egois?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanya hati anda dan Tuhan yang tahu. Namun bila anda ingin menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih mengendalikan anda ketimbang hal-hal semarak seperti pekerjaan, uang dan posisi anda!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memberkati....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-8910453540392471420?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/8910453540392471420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/nikmati-kopinya-bukan-cangkirnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8910453540392471420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8910453540392471420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/nikmati-kopinya-bukan-cangkirnya.html' title='Nikmati kopinya, bukan cangkirnya'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-LuP-XYB6ZKo/Tu9zzCbc07I/AAAAAAAAAio/SVJ2ILepTxw/s72-c/kopi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-5207923199828699274</id><published>2011-12-19T09:25:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T09:25:45.219-08:00</updated><title type='text'>Jangan Menyerah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-tqYQkc3K1Cs/Tu9zkYy2DlI/AAAAAAAAAic/hcb6jDX98I4/s1600/Lisa%2BFittipaldi.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="234" src="http://1.bp.blogspot.com/-tqYQkc3K1Cs/Tu9zkYy2DlI/AAAAAAAAAic/hcb6jDX98I4/s320/Lisa%2BFittipaldi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setelah dua tahun mengalami suatu penyakit autoimun langka yang tiba-tiba menyebabkan kebutaan, Lisa Fittipaldi setiap hari bangun pagi, membuka matanya dan berjalan menuju jendela ruang tidurnya. "Dan kemudian,” katanya, “menjadi jelas bagiku, seperti seember es dituangkan ke atas kepalaku, bahwa aku tidak dapat melihat. Aku segera merasa ketakutan.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demi memberi semangat kepada Lisa, suaminya, Al, mendorong Lisa untuk menemukan asalan untuk hidup, namun semuanya seperti sia-sia. Hingga di tahun 1995, setelah mempelajar bahwa para ahli psikologi menyarankan seni sebagai terapi depresi, ia membeli seperangkat cat air. “Saya berikan kepadanya dan berkata ‘Aku tak peduli dengan apa yang akan kaulakukan – pokoknya lakukan sesuatu!’” cerita Al. Marah dengan apa yang Lisa sebut ketidakpekaan suaminya, Lisa yang belum pernah melukis sebelumnya membuat sketsa sebuah lukisan dari ingatannya tentang empat botol kaca dengan empat warna. Ia berhasil menangkap indahnya gabar itu dengan ketajaman yang luar biasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al takjub dengan kebangkitan dalam diri Lisa, sehingga ia mendorongnya untuk mendaftar ke kelas pengajaran seni selama dua minggu di Louisiana Tech University di Ruston, Louisiana. Disanalah Lisa belajar tehnik-tehnik dasar melukis begitu juga dengan strategi menghafalkan peralatan lukisnya dan menciptakan garis besar lukisannya. Dengan mengabaikan nasihat orang-orang tentang kebutaannya yang menyarankannya untuk mengambil jalur abstrak, Lisa memilih gaya melukis realis. Gurunya kagum dengan kemampuannya menangkap “semangat batin sejati” dari subjek lukisannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian, suaminya mengisimkan sejumlah karyanya ke beberapa galeri seni, yang akhirnya menarik perhatian Florence Art Galleries di Dallas, Texas. Pada pameran pertamanya, Lisa berhasil menjual ke empat belas lukisannya sehingga merintis jalan keberhasilannya. Lukisannya, terutama cat air dan minyak, sekarang ini tergantung di lebih dari tiga puluh galeri di seluruh dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kisah Lisa Fittipaldi mengingatkan kita bahwa jika Tuhan mengijinkan sesuatu yang buruk menimpa hidup kita, Ia pasti memiliki rencana yang indah dibaliknya. Untuk itu jangan kita kecewa, marah atau putus asa. Jangan pernah putus asa kepada diri kita sendiri ataupun kepada mereka yang mengalami hal-hal buruk dalam hidupnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-5207923199828699274?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/5207923199828699274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/jangan-menyerah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5207923199828699274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5207923199828699274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/jangan-menyerah.html' title='Jangan Menyerah'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-tqYQkc3K1Cs/Tu9zkYy2DlI/AAAAAAAAAic/hcb6jDX98I4/s72-c/Lisa%2BFittipaldi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4586972348744294850</id><published>2011-12-19T09:23:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T09:23:21.516-08:00</updated><title type='text'>Elang dan Serigala</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-S4jCk5hYhCY/Tu9zARgabxI/AAAAAAAAAiE/N4V_0BMKAZ4/s1600/Eagle-VS-Wolf-UB.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="205" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-S4jCk5hYhCY/Tu9zARgabxI/AAAAAAAAAiE/N4V_0BMKAZ4/s320/Eagle-VS-Wolf-UB.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada pertempuran besar yang berkecamuk di dalam diriku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Satu sisi adalah Elang yang terbang tinggi. Semua yang Elang inginkan adalah yang baik, benar, indah, dan menjulang ke atas awan. Meskipun turun ke lembah, ia meletakkan telur-telurnya di atas puncak gunung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sisi lain dari diriku adalah serigala yang melolong. Ia seringkali mengamuk. Serigala yang melolong merupakan sifat terburuk yang di dalam diriku. Dia mengambil keuntungan dari kejatuhanku dan membenarkan dirinya dengan kehadirannya di dalam diriku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Siapa yang memenangkan pertempuran besar ini? Sang Elang ataukah Serigala buas? Tentunya yang menang adalah ia yang aku berikan “makan” setiap hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” (Roma 8:5-6)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” (Galatia 6:8)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4586972348744294850?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4586972348744294850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/elang-dan-serigala.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4586972348744294850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4586972348744294850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/elang-dan-serigala.html' title='Elang dan Serigala'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-S4jCk5hYhCY/Tu9zARgabxI/AAAAAAAAAiE/N4V_0BMKAZ4/s72-c/Eagle-VS-Wolf-UB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-5845887627306005901</id><published>2011-12-16T07:09:00.000-08:00</published><updated>2011-12-16T07:09:48.088-08:00</updated><title type='text'>Kekuatan mengampuni</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-9PWWVxBE670/TutfL5bvK5I/AAAAAAAAAh4/bPQ-nNiXwsE/s1600/power-of-forgiveness_t.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-9PWWVxBE670/TutfL5bvK5I/AAAAAAAAAh4/bPQ-nNiXwsE/s320/power-of-forgiveness_t.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Selamat Malam sahabatku, Entah mengapa malam ini, saya mendapat banyak kiriman cerita tentang "MENAGMPUNI". Berikut salah satu Kesaksian dari seorang Suster Katolik. Semoga bermanfaat !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KESAKSIAN HAL MENGAMPUNI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya Marietha CB biarawati tarekat CB berkarya di Kupang, waktu 34th saya divonis dokter di RS Panti Rapih Yogya bahwa saya menderita Kanker Payudara stadium 1B. Selama 1 th lebih saya minum obat2 tradisionil &amp; teh hijau, tapi setelah 1th saya check ke dokter di RS.Panti Rapih stadium malah menjadi 2B, terus oleh seorang ibu di Semarang, saya dianjurkan ke Pastor Yohanes Ocarm di Cipanas untuk didoakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Waktu tangan pastor tersebut menumpangkan tangan di kepala saya, dia berkata "Suster pasti menyimpan dendam yang sudah lama kepada seseorang". Mendengar itu saya menangis tersedu2 &amp; saya katakan "Benar pastor, saya benci ayah sejak saya SMP, karena ayah saya telah menghianati ibu, 2 kakak saya &amp; saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kami diusir dari rumah, kemudian ayah &amp; seorang wanita menempati rumah yang sudah bertahun2 kami tempati itu. Sejak itu ibu saya sakit2an &amp; akhirnya meninggalkan kami selama2nya. Sejak itu saya memendam kebencian terhadap ayah". Setelah mendengarkan cerita saya, pastor itu berkata "Ya, itulah BIANG dari penyakit suster, selama suster tidak mau mengampuni ayah, obat apapun tidak akan menyembuhkan suster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan mngampuni bukan hanya dengan kata2 tapi harus dibuktikan dengan perbuatan."&lt;br /&gt; Setelah itu saya izin cuti 6 bulan untuk menengok &amp; merawat ayah, karena saya dengar ayah kena stroke. Selama 6 bulan saya merawat ayah dengan cinta kasih yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selama bersama ayah saya tidak minum obat apapun. Setelah selesai cuti, sebelum kembali ke Kupang, saya ke RS Panti Rapih untuk check up, dokter yang merawat saya sangat heran, "Suster minum obat apa selama ini?" Saya jawab tidak minum apa2, saya tanya ada apa dokter? Dokter jawab bahwa hasil pemeriksaan baik darah maupun USG semuanya NEGATIVE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Langsung saya jawab obatnya PENGAMPUNAN. Dokter heran &amp; bertanya apa maksudnya?. Saya ceritakan semuanya, lalu dokter bilang wah kalau begitu kepada pasien2 saya yang menderita kanker, saya akan tanya apakah ada dendam/benci terhadap seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau IYA, saya akan suruh berdamai &amp; memberikan pengampunan seperti suster. Demikian pngalaman saya supaya bisa dibagikan, bahwa PENGAMPUNAN sangat besar faedahnya, tidak hanya untuk jasmani tapi juga rohani kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Salam dalam Yesus Kristus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sr.Marietha CB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-5845887627306005901?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/5845887627306005901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/kekuatan-mengampuni.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5845887627306005901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5845887627306005901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/kekuatan-mengampuni.html' title='Kekuatan mengampuni'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9PWWVxBE670/TutfL5bvK5I/AAAAAAAAAh4/bPQ-nNiXwsE/s72-c/power-of-forgiveness_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-1217004075672433099</id><published>2011-12-16T07:07:00.000-08:00</published><updated>2011-12-16T07:07:22.730-08:00</updated><title type='text'>Menantikan Natal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-l9uxLa5dxKQ/Tutek_vQIzI/AAAAAAAAAhs/PqGqfQyQCnc/s1600/menantikan%2Bnatal.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="216" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-l9uxLa5dxKQ/Tutek_vQIzI/AAAAAAAAAhs/PqGqfQyQCnc/s320/menantikan%2Bnatal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lukas 2:25&lt;br /&gt; Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bulan Desember merupakan bulan yang paling banyak dinanti oleh banyak orang. Ya, bulan Desember selalu mengingatkan orang bahwa Natal dan Tahun Baru akan segera tiba. Sejak kecil saya juga selalu menikmati hari-hari menjelang Natal dimana terdapat suasana yang penuh dengan kasih, kehangatan, sukacita dan damai sejahtera ketika mengingat akan kelahiran Yesus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak orang menunggu datangnya Natal dengan beragam motivasi yang berbeda. Natal seringkali dihubungkan dengan sale atau discount besar-besaran, meningkatkan omzet perusahaan, liburan panjang, pesta yang meriah dengan teman-teman dan relasi kantor, serta berbagai macam alasan lainnya. Seringkali keceriaan dan kemeriahan sesaat itu berlalu dengan begitu cepat sehingga kita kehilangan makna dari Natal yang sesungguhnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apabila ada seorang tokoh dalam Alkitab yang sangat menanti akan datangnya Natal, maka orang itu adalah Simeon. Setelah menanti bertahun-tahun akan janji kedatangan Mesias, Simeon sangat bersukacita ketika raja yang dinantikan itu akhirnya lahir dan berada dalam pengkuannya. Seluruh penantiannya seakan terbayar lunas saat dalam usianya yang sangat lanjut, ia dapat berjumpa dengan bayi yesus yang ditunggu-tunggunya selama ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tanpa terasa kita telah memasuki masa akhir adven dan hari-hari menjelang Natal. Akan terdapat bermacam-macam kesibukan yang segera dihadapi. Apakah yang sesungguhnya Anda tunggu? Kiranya penantian Anda tidak sia-sia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Agar Natal menjadi bermakna, berilah Kristus tempat utama di hati Anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memberkati.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-1217004075672433099?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/1217004075672433099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/menantikan-natal.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1217004075672433099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1217004075672433099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/menantikan-natal.html' title='Menantikan Natal'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-l9uxLa5dxKQ/Tutek_vQIzI/AAAAAAAAAhs/PqGqfQyQCnc/s72-c/menantikan%2Bnatal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6538588253449046634</id><published>2011-12-16T06:56:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:56:22.312-08:00</updated><title type='text'>Saya ibu terburuk di dunia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JiYFKRMRodQ/TutcDw3i_OI/AAAAAAAAAhg/IfVNVjPI0_Q/s1600/Saya%2Bibu%2Bterburuk%2Bdi%2Bdunia.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="213" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-JiYFKRMRodQ/TutcDw3i_OI/AAAAAAAAAhg/IfVNVjPI0_Q/s320/Saya%2Bibu%2Bterburuk%2Bdi%2Bdunia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;20 tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh... Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Ditahun kedua setelah Eric dilahirkan sayapun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica.Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergike taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica, Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja.Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setahun..., 2 tahun..., 5 tahun..., 10 tahun... telah berlalu sejak kejadian itu. Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai suatu malam... Malam dimana saya bermimpi tentang seorang anak... Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali... Ia melihat ke arah saya.Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada mommy!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya,"Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?" "Nama saya Elic, Tante." "Eric...? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric???" Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati..., mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Eric, mommy akan menjemputmu Eric...Sore itu saya memarkir mobil Civic biru saya disamping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya terjadi?" "Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu," tapi aku akan nenceritakannya juga dengan terisak-isak... Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric... Eric... Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu.Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu... Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apapun juga! Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, sayapun keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja.Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami.Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau, "Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!" Dengan memberanikan diri, sayapun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk!! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini,Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., mommy!' Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..." Sayapun membaca tulisan di kertas itu... "Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan...Katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan...!!!" Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Nyonya, semua sudah terlambat (dengan nada lembut). Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana. Nyonya, dosa anda tidak terampuni!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh : Marry Scheleery&lt;br /&gt; --------------------------​----------&lt;br /&gt; Amsal 29:17 Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Amsal 19:18 Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6538588253449046634?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6538588253449046634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/saya-ibu-terburuk-di-dunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6538588253449046634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6538588253449046634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/saya-ibu-terburuk-di-dunia.html' title='Saya ibu terburuk di dunia'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JiYFKRMRodQ/TutcDw3i_OI/AAAAAAAAAhg/IfVNVjPI0_Q/s72-c/Saya%2Bibu%2Bterburuk%2Bdi%2Bdunia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-1811688954369305853</id><published>2011-12-16T06:54:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:54:42.777-08:00</updated><title type='text'>Jatuh itu Anugerah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KNuWYmh6CGU/TutbqvIS2-I/AAAAAAAAAhU/RwzUt5I8dHw/s1600/Jatuh%2Bitu%2BAnugerah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="285" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-KNuWYmh6CGU/TutbqvIS2-I/AAAAAAAAAhU/RwzUt5I8dHw/s320/Jatuh%2Bitu%2BAnugerah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ulangan 32:11-12&lt;br /&gt; Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rajawali adalah burung yang terkenal dengan ketangguhannya menghadapi badai, kekuatan sayapnya yang mampu terbang tinggi, dan ketajaman inderanya saat mengejar mangsanya. Semua kekuatan yang didambakan burung mana pun sepertinya dimiliki oleh burung rajawali. Namun kekuatan terbang burung rajawali tidak datang dengan sendirinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rajawali selalu membangun sarang di pohon yang tinggi di puncak bukit yang tinggi dan terjal. Ketika anak-anak rajawali lahir, induk rajawali menjaganya dengan segenap hidup mereka. Semua kebutuhan anak-anak bayi rajawali dipenuhi oleh induknya. Dengan kata lain, bayi rajawali kecil tahu beres akan hidupnya dan tidakdikuatirkan oleh apa pun juga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi ketika tiba saatnya bagi anak rajawali untuk belajar terbang, ‘tanpa perasaan' induknya akan menjungkirbalikkan sarang yang selama ini menjadi tempat berlindung yang nyaman baginya. Tidak tanggung-tanggung, rajawali kecil itu akan terjun bebas beribu-ribu meter menuju batu-batu tajam yang ada di bawahnya. Dalam kepanikannya, ia akan berusaha mengepak-kepakkan sayapnya. Dan di detik terakhir sebelum ia menghujam batu-batu tajam itu, induk rajawali dengan sigap menyambar anaknya, membawanya terbang tinggi ke angkasa, dan menjatuhkan anaknya kembali. Hal ini dilakukannya berulang-ulang sampai sayap anaknya menjadi cukup kuat dan akhirnya ia mampu terbang sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada awalnya mungkin saja anak-anak rajawali itu tidak mengerti maksud dari ‘kekejaman' induknya. Tapi ketika induknya melakukannya berulang-ulang, ia pun mengerti dan menikmati proses belajarnya sampai akhirnya ia bertumbuh menjadi rajawali yang perkasa, sama seperti induknya.&lt;br /&gt; Demikian juga dengan hidup kita. Saat kita masih menjadi bayi-bayi rohani, seringkali kita mendapati segala kebutuhan dan keinginan kita terpenuhi dengan instan. Tapi ada saatnya ketika kegoncangan itu datang dan kita terjun bebas, sadarilah bahwa saat itu Allah sedang melatih Anda untuk terbang. Karena kerinduan Tuhan yang terbesar adalah melihat Anda menjadi kuat dan bertumbuh dalam pengenalan yang lebih dalam akan Dia. Tidakkah Anda sadari justru di saat kesesakanlah kita mengalami keperkasaan Allah kita secara nyata?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jatuh itu anugerah.&lt;br /&gt; Nikmati dengan penuh ucapan syukur dan jadilah kuat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-1811688954369305853?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/1811688954369305853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/jatuh-itu-anugerah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1811688954369305853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1811688954369305853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/jatuh-itu-anugerah.html' title='Jatuh itu Anugerah'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KNuWYmh6CGU/TutbqvIS2-I/AAAAAAAAAhU/RwzUt5I8dHw/s72-c/Jatuh%2Bitu%2BAnugerah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-871285491944873669</id><published>2011-12-16T06:48:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:48:20.520-08:00</updated><title type='text'>Melakukan Kebenaran Saat Situasi Menyakitkan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ccp8Bzc3KbI/TutaLdhUxKI/AAAAAAAAAhI/mzXtjYh1KSI/s1600/Melakukan%2BKebenaran%2BSaat%2BSituasi%2BMenyakitkan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="241" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ccp8Bzc3KbI/TutaLdhUxKI/AAAAAAAAAhI/mzXtjYh1KSI/s320/Melakukan%2BKebenaran%2BSaat%2BSituasi%2BMenyakitkan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ulangan 32:26&lt;br /&gt; “TUHAN akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan merasa sayang kepada hamba-hamba-Nya.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menunggu adalah sesuatu pekerjaan manusia yang sangat membosankan, apalagi jika itu berkaitan dengan hari pembalasan Allah. Sebagai umat Kristiani, kita dituntut Allah untuk mengasihi sesama manusia. Jika ada orang yang melakukan kesalahan atau menyakiti hati kita, kita tidak boleh membalas apa yang ia atau mereka perbuat. Namun, untuk menerapkan kasih yang seperti ini dalam kehidupan sehari-hari sangatlah susah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Joel Osteen pernah mengalami kondisi dimana ia sangat ingin untuk membalas perbuatan orang yang telah jahat kepada ia dan keluarganya. Pria yang cukup lama ia kenal telah melakukan perbuatan tidak etis terhadap dirinya dan istrinya Victoria dalam hal perjanjian bisnis. Orang tersebut tidak menepati janjinya dan berakhir dengan mencuri banyak uang mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Joel dan Victoria pun tergoda untuk melakukan pembalasan kepada pria itu dan membuat kehidupannya sengsara. Dalam pikiran mereka, orang ini telah membuat mereka menderita; mengapa mereka tidak membuatnya menderita saja? Namun, Roh Kudus mengingatkan mereka untuk menyerahkan segala permasalahan tersebut kepada Tuhan. Awalnya berat, tetapi akhirnya mereka pun tunduk kepada suara tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Satu bulan..dua bulan..tiga bulan..hingga sampai beberapa tahun Joel dan Victoria tetap tidak melihat perubahan apa pun dalam situasi tersebut. Tetapi, mereka tetap mengingatkan diri mereka bahwa Tuhan adalah Tuhan yang adil. Dan ternyata hari itu tiba. Entah dari mana, Tuhan secara ajaib masuk dan mengubah keadaan itu. Dia tidak hanya mengeluarkan orang yang telah membohongi mereka dari kehidupan mereka, Dia juga membayarkan kembali dalam kelimpahan segala sesuatu yang telah diambil orang itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengalaman hidup Joel Osteen kiranya membukakan mata rohani kita bahwa jika kita tetap melakukan kebenaran di saat yang tidak memungkinkan sekalipun, segala sesuatu yang baik akan kita terima suatu saat nanti. Pada waktunya juga, orang yang pernah melukai kita akan menerima hukuman dari Tuhan. Ini bukan berarti kita senang dengan pembalasan yang Tuhan kerjakan kepada orang tersebut, tetapi ini merupakan keadilan-Nya. Apa yang ditabur seseorang itulah yang akan dituainya kelak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Allah akan menggenapi setiap janji-Nya dalam kehidupan Anda asalkan Anda tetap taat kepada firman-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-871285491944873669?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/871285491944873669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/melakukan-kebenaran-saat-situasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/871285491944873669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/871285491944873669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/melakukan-kebenaran-saat-situasi.html' title='Melakukan Kebenaran Saat Situasi Menyakitkan'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Ccp8Bzc3KbI/TutaLdhUxKI/AAAAAAAAAhI/mzXtjYh1KSI/s72-c/Melakukan%2BKebenaran%2BSaat%2BSituasi%2BMenyakitkan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-3928985592940765074</id><published>2011-12-16T06:44:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:44:55.091-08:00</updated><title type='text'>SEBUAH BENIH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-pWvY3JvyZxs/TutZYKxUkoI/AAAAAAAAAg8/SopfK9qnatQ/s1600/Sebuah%2Bbenih.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="318" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-pWvY3JvyZxs/TutZYKxUkoI/AAAAAAAAAg8/SopfK9qnatQ/s320/Sebuah%2Bbenih.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada sebuah benih yang tercecer &amp; tidak dipedulikan orang.&lt;br /&gt; Karena merasa rendah diri,benih itu menganggap dirinya tidak penting.&lt;br /&gt; Suatu hari,angin kencang datang,&lt;br /&gt; tiba² ia terjatuh ke sebuah tanah terbuka &amp; terpanggang di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt; Dia merasa bingung,mengapa ia harus mengalami semuanya itu?&lt;br /&gt; Tak lama air hujan turun sebagai gantinya terik matahari;&lt;br /&gt; Kadang gerimis &amp; kadang hujan deras.&lt;br /&gt; Sementara waktu berlalu &amp; tahun berganti,&lt;br /&gt; ia melihat seorang pengelana duduk di dekatnya,&lt;br /&gt; “Terima kasih Tuhan untuk ini,&lt;br /&gt; Saya sangatmembutuhkan istirahat.”&lt;br /&gt; “Apa yg kamu bicarakan?” Tanya si benih&lt;br /&gt; Benih itu memang melihat beberapa orang duduk di dekatnya dalam beberapa tahun terakhir, namun tak ada yang berbicara seperti itu.&lt;br /&gt; “Siapa itu?”&lt;br /&gt; “Ini aku, Benih..”&lt;br /&gt; “Benih?” Pria itu melihat pohon raksasa itu,&lt;br /&gt; “Apa kamu bercanda?&lt;br /&gt; Kamu bukan benih!&lt;br /&gt; Kamu pohon!&lt;br /&gt; Sebuah pohon raksasa!”&lt;br /&gt; “Benarkah?”&lt;br /&gt; “Ya!&lt;br /&gt; Kamu pikir kenapa smua orang itu datang ke sini?&lt;br /&gt; Untuk merasakan keteduhanmu !&lt;br /&gt; Jangan beritahu saya bahwa kamu tidak tau tlah mengalami pertumbuhan bersama berjalannya waktu.”&lt;br /&gt; Benih sadar siapa dirinya,&lt;br /&gt; Benih itu sekarang tlah menjadi sebuah pohon raksasa.&lt;br /&gt; Pesan Moral,&lt;br /&gt; Tahukah Anda, kehidupan manusia serupa dengan jalan hidup benih ini.&lt;br /&gt; Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berharga,&lt;br /&gt; &amp; tiap kesukaran yang dialaminya dimasa lalu adalah sebuah proses untuk membuat mereka kuat &amp; bertumbuh menjadi pribadi yang besar &amp; yang dapat merahmati kehidupan banyak orang.&lt;br /&gt; "Anda Bukanlah Sebuah Benih Lagi,&lt;br /&gt; Anda Adalah Sebuah Pohon Dimana Ada Banyak Orang Yang Bernaung !!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-3928985592940765074?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/3928985592940765074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/sebuah-benih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3928985592940765074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3928985592940765074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/sebuah-benih.html' title='SEBUAH BENIH'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-pWvY3JvyZxs/TutZYKxUkoI/AAAAAAAAAg8/SopfK9qnatQ/s72-c/Sebuah%2Bbenih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-3708811218469845601</id><published>2011-12-16T06:43:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:43:38.148-08:00</updated><title type='text'>Kisah Bai Fang Li, Seorang Tukang Becak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QjTle9Ov8Is/TutZE8R-4-I/AAAAAAAAAgw/33VHPihoEPI/s1600/Seorang%2BTukang%2Bbecak.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="244" src="http://3.bp.blogspot.com/-QjTle9Ov8Is/TutZE8R-4-I/AAAAAAAAAgw/33VHPihoEPI/s320/Seorang%2BTukang%2Bbecak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kisah Bai Fang Li ini saya harap menjadi pelajaran hidup bagi kita semua untuk saling membantu sesama kita yang kesusahan, walaupun hidup serba pas-pasan tetapi tetap membantu orang tanpa pamrih&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak perlu menggembar-gemborkan sudah berapa banyak kita menyumbang orang karena mungkin belum sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bai Fang Li. Kebanyakan dari kita menyumbang kalau sudah kelebihan uang. Jika hidup pas-pasan keinginan menyumbang hampir tak ada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi. Pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan ia dapatkan dengan cara memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup untuk membeli makanan dan pakaian? Pendapatannya cukup memadai dan sebenarnya bisa membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.&lt;br /&gt; Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya. Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh. Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak Menuntut Apapun&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya. Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melihat semangatnya untuk menyumbang, Bai Fang Li memang orang yang luar biasa. Ia hidup tanpa pamrih dengan menolong anak-anak yang tak beruntung. Meski hidup dari mengayuh becak (jika diukur jarak mengayuh becaknya sama dengan 18 kali keliling bumi), ia punya kepedulian yang tinggi yang tak terperikan&lt;br /&gt; =====================&lt;br /&gt; Markus 12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-3708811218469845601?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/3708811218469845601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/kisah-bai-fang-li-seorang-tukang-becak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3708811218469845601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3708811218469845601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/kisah-bai-fang-li-seorang-tukang-becak.html' title='Kisah Bai Fang Li, Seorang Tukang Becak'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-QjTle9Ov8Is/TutZE8R-4-I/AAAAAAAAAgw/33VHPihoEPI/s72-c/Seorang%2BTukang%2Bbecak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-674857750612090741</id><published>2011-12-16T06:41:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:41:36.687-08:00</updated><title type='text'>Mengasihi Tuhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8NOdJfY9Pe4/TutYmdIpXlI/AAAAAAAAAgk/fo4pD-Vj0UU/s1600/mengasihi%2BTuhan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="225" src="http://4.bp.blogspot.com/-8NOdJfY9Pe4/TutYmdIpXlI/AAAAAAAAAgk/fo4pD-Vj0UU/s320/mengasihi%2BTuhan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;“Dalam kesenangan, mudah sekali melupakan Tuhan. Dalam kesusahan, susah sekali melupakanNya.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Yang penting bukan seberapa lama kita hidup tetapi yang penting adalah seberapa bergunanya kita bagi sesama selama kita hidup”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Terkadang masalah kita terlihat seperti raksasa dan kita harus mengangkat kepala kita untuk melihat raksasa tersebut. Namun, perlu diingat Tuhan melihat masalah tersebut dengan menundukan kepalaNya karena masalah kita terlalu kecil buat Dia.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kita putus!” Masih terngiang ditelingaku kalimat yang diucapkan Agnes dua jam yang lalu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku hanya diam membisu. Seolah ada sesuatu yang tajam menusuk ke dalam hatiku.&lt;br /&gt; “Kamu ngga kayak cowok teman-teman aku yang lain. Kalau mau dibandingin kayak langit dan bumi deh. Semuanya pada cerita tentang kehebatan dan kelebihan pacar mereka sedangkan aku? Aku ngga tau harus ngomong apa!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku memilih diam dan mendengarkan alasannya memutuskan hubungan kami yang sudah berjalan dua tahun. Tepatnya hari ini kami dua tahun jadian.&lt;br /&gt; “Masa hari gini dia ngga punya Blackberry?! Yang ada hanya Hp butut nan tua. Yang bisa untuk sms dan telpon doang. Sedangkan pacar teman-teman aku, jangankan BB, iphone pun punya. Trus kamu ngga pernah jemput aku. Jangankan pake mobil. Sepeda aja ngga punya, apa lagi motor! Ke mana-mana naik angkot. Duh, padahal Jakarta kan panas dan berdebu di mana-mana. Coba lihat tuh, cowoknya si Ririn. Mau naik mobil apa aja bisa. Tinggal pilih yang ada di garasi rumahnya. Sopir ngga cuma satu tapi lebih. Ke mana aja pasti dianterin. Sementara, kamu?! Jauh banget……”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku mencoba menahan rasa sakit tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kamu tidak pernah ajak aku makan di kafe atau restoran yang berkelas gitu. Yang ada minum es teh dan makan bubur di pinggir jalan. Kan kalo teman-teman aku liat bisa gengsi aku. Gengsi segengsi gengsinya. Gokil, malu-maluin banget sebanget bangetnya!”&lt;br /&gt; Hatiku hanya berbisik, “Jadi selama ini kamu malu kalau aku ajak kamu makan di pinggir jalan?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kamu ngga pernah ngasih aku kado atau sesuatu yang “mahal” gitu. Coba, si Keisha yang baru jadian satu bulan ama si Tio, pake liontin emas putih. Sedangkan aku? Mimpi kali yeeee….”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya bibirku pun mengeluarkan kalimat tersebut. “Maaf, kalau selama kita jadian aku tidak bisa seperti pacar teman-teman kamu. Terima kasih kalau kamu pernah hadir dalam hidupku. Seharusnya dari awal kamu tau kalau aku hanya anak yatim piatu yang tidak memiliki apa-apa.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Detik berikutnya aku hanya melihat punggung Agnes yang meninggalkanku. Meninggalkan sebuah luka dihatiku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ko Tara!” teriak Daniel menyambut kedatanganku. Sebuah pelukan hangat membalut tubuhku. Sambutan Daniel menjadi obat sakit di hatiku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku membalas pelukannya. Detik berikutnya air mataku jatuh tak tertahan. Aku tidak pernah menyesal terlahir dikeluarga yang miskin. Aku tidak pernah menyalahkan Tuhan ketika aku harus kehilangan kedua orang tuaku lima tahun yang lalu. Waktu mereka pergi untuk selama-lamanya, Daniel baru berusia dua tahun. Beruntung waktu itu aku baru saja menyelesaikan bangku SMA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku harus membesarkan Daniel sendiri dengan hasil uang yang aku dapat dari menjadi seorang fotografer dan usaha Wedding Organizer yang aku rintis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kamu sudah makan?” tanyaku sambil menatap wajah Daniel.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Aku nunggu koko! Aku mau makan dengan koko!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku memperhatikan wajah Daniel! Pucat! Sementara ada tanda bercak darah pada kulitnya yang putih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kamu ngga kenapa-napakan, Dan?” Tanyaku penuh dengan kekuatiran.&lt;br /&gt; “Koko, Daniel sehat-sehat saja! Cuma tadi sempat mimisan!”&lt;br /&gt; Aku terkejut mendengar jawaban Daniel.&lt;br /&gt; “Selesai makan nanti kita ke dokter ya?”&lt;br /&gt; “Daniel, takut di suntik!”&lt;br /&gt; “Kamu ngga usah takut! Kan ada koko! Disuntik cuma kayak digigit semut merah.”&lt;br /&gt; “Ya, udah! Tapi aku ditemanin sama koko ya?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku menggangukkan kepalaku tanda setuju.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Daniel dirujuk ke Bagian Anak di salah satu Rumah Sakit di Jakarta . Di rumah sakit itu, sumsum tulang belakangnya diambil. Ternyata trombositnya rendah, sedangkan sel darah putih berlebihan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan, ia positif terjangkit leukemia dan harus menjalani pengobatan selama dua tahun.&lt;br /&gt; Pada tiga bulan pertama, Daniel dikemoterapi dan diberi obat antikanker (stitostika). Setiap kali mendapat pengobatan, ia muntah, nyeri pada sendi, dan rambut rontok. Sel kanker pun menjalar hingga ke bagian otak. Harapan untuk sembuh kian tipis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Koko! Daniel sayang koko!” ucap Daniel ketika memelukku diatas ranjangnya.&lt;br /&gt; “Koko juga sayang Daniel! Tuhan pasti sembuhkan kamu!” aku mencoba menghiburnya. Setiap hari aku meyakinkannya, kalau dia pasti sembuh.&lt;br /&gt; “Besok, Daniel sudah bisa pulang!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkin itu berita gembira bagi Daniel. Tapi bagiku, tidak! Uang tabunganku sudah habis untuk membiayai pengobatan Daniel. Dua hari yang lalu aku terpaksa menjual kameraku untuk menutupi biaya yang belum aku lunasi. Daniel tidak akan mendapatkan terapi lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Daniel, malu!”&lt;br /&gt; “Malu kenapa sayang?”&lt;br /&gt; “Kepala Daniel botak!”&lt;br /&gt; “Tapi koko ngga pernah malu punya adik yang kepalanya botak!”&lt;br /&gt; “Koko, minggu depan Daniel ulang tahun yang ke delapan loh!”&lt;br /&gt; Aku menatap Daniel. “Koko ingat kok! Daniel mau kado apa?”&lt;br /&gt; Daniel berpikir sejenak.&lt;br /&gt; “Daniel cuma mau sembuh. Daniel ngga mau kado apa-apa.”&lt;br /&gt; “Serius? Daniel suka SpongeBobkan?”&lt;br /&gt; “Suka banget!”&lt;br /&gt; “Mau ngga kalo koko kasih boneka SpongeBob?”&lt;br /&gt; “Mau!” sahut Daniel dengan semangat!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku berdiri terpaku mendengar suara merdu Daniel. Hari ini aku membawa Daniel ke Gereja. Aku tidak menyangka kalau dia akan maju ke altar dengan kursi rodanya dan menyanyikan sebuah pujian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak Terbatas Kuasa-Mu Tuhan&lt;br /&gt; Semua Dapat Kau Lakukan&lt;br /&gt; Apa Yang Kelihatan Mustahil Bagiku&lt;br /&gt; Itu Sangat Mungkin Bagi-Mu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Reff :&lt;br /&gt; Di Saat Ku Tak Berdaya&lt;br /&gt; Kuasa-Mu Yang Sempurna&lt;br /&gt; Ketika Ku Percaya&lt;br /&gt; Mujizat Itu Nyata&lt;br /&gt; Bukan Kar’na Kekuatan&lt;br /&gt; Namun Roh-Mu Ya Tuhan&lt;br /&gt; Ketika Ku Berdoa&lt;br /&gt; Mujizat Itu Nyata&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bridge :&lt;br /&gt; Mujizat Itu Dekat Di Mulutku&lt;br /&gt; Dan Ku Hidup Oleh Percaya&lt;br /&gt; Aku melihat beberapa jemaat meneteskan air mata.&lt;br /&gt; “Kalau Daniel masih bisa hidup hari ini itu karena mujizat dari Tuhan Yesus. Terima kasih untuk Koko Dewantara yang selama ini membesarkan Daniel sendiri. Daniel janji, Daniel ngga akan nakal! Daniel Sayang koko!” tutur Daniel setelah mengakhiri pujiannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Koko, kenapa nangis?” tanya Daniel dengan lemah.&lt;br /&gt; Hari ini keadaan Daniel kritis. Terpaksa aku membawanya ke rumah sakit.&lt;br /&gt; Aku menghapus air mataku.&lt;br /&gt; “Tuhan sembuhkan atau tidak, bagi Daniel Tuhan tetap baik!”&lt;br /&gt; Aku menggangukan kepalaku tanda setuju dengan ucapannya.&lt;br /&gt; “Koko…. Terima kasih buat boneka SpongeBobnya ya!”&lt;br /&gt; “Sama-sama sayang.”&lt;br /&gt; Daniel mengambil sesuatu dibalik bantalnya. Lalu dia melihatnya dengan lemah.&lt;br /&gt; Foto kedua orang tuaku bersama aku dan Daniel yang masih bayi.&lt;br /&gt; “Koko, maafin Daniel ya kalo selama ini Daniel nakal dan repotin koko. Nanti kalo Daniel ke Surga, Daniel akan cari mama dan papa. Koko ngga usah kuatir lagi.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku memeluk Daniel. Ya Tuhan! Aku belum siap kehilangan Daniel!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan pelan Daniel mengucapkan sebait doa sambil memeluk boneka SpongeBobnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan….&lt;br /&gt; Aku lapar! Sangat Lapar!&lt;br /&gt; Tapi aku tidak ingin meminta makanan.&lt;br /&gt; Aku hanya minta berkati mereka yang kelaparan sepertiku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan…&lt;br /&gt; Aku sakit! Sangat sakit!&lt;br /&gt; Tapi aku tidak meminta kesembuhan.&lt;br /&gt; Aku hanya minta sembuhkan mereka yang sakit sepertiku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan…&lt;br /&gt; Aku sebatang kara!&lt;br /&gt; Tapi aku tidak meminta boneka.&lt;br /&gt; Aku hanya minta hiburkan mereka yang kesepian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan…&lt;br /&gt; Bajuku penuh tambalan.&lt;br /&gt; Tapi aku tidak meminta baju baru.&lt;br /&gt; Aku hanya minta berkati mereka yang berkekurangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan…&lt;br /&gt; Aku tidak ingin mujizat-Mu.&lt;br /&gt; Meski aku tahu, Engkau sanggup melakukan-Nya.&lt;br /&gt; Aku hanya minta, tunjukkan mujizatmu kepada mereka yang tidak mempercayai-Mu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan…&lt;br /&gt; Kalau nanti aku meninggal.&lt;br /&gt; Aku tidak ingin ada yang menangis.&lt;br /&gt; Tapi aku ingin mereka tersenyum. Tersenyum karena aku bertahan hingga akhirnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan…&lt;br /&gt; Malam ini aku tidak meminta apa-apa untuk diriku.&lt;br /&gt; Jadilah kehendakmu di bumi seperti di Surga.&lt;br /&gt; Karena aku tahu, bersama-Mu semuanya akan Engkau berikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AMIN&lt;br /&gt; Detik berikutnya Daniel menatapku dengan lembut dan lemah. Perlahan-lahan matanya tertutup rapat. Air mataku jatuh berderai tak tertahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt; Banyak orang bertanya "kenapa sejak saya ikut Tuhan koq hidup saya malah seperti ini dan itu" dari situ kita bisa belajar tentang ketulusan hati dlm mengasihi Tuhan Yesus, bisakah kita tetap mencintai Yesus walaupun Tuhan tdk memberkati kita, bisa kah kita tetap mengasihi Yesus walaupun Tuhan Yesus tdk sembuhkanmu, bisa kah kita tetapi mengasihi Yesus walaupun Yesus tdk menolongmu...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kiranya renungan ini bisa menjadi sebuah pelajaran bagi kita, bisakah kita mencintai Allah dan mengasihi Allah dengan tulus tanpa mengharapakan apa2 dariNYA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-674857750612090741?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/674857750612090741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/mengasihi-tuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/674857750612090741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/674857750612090741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/mengasihi-tuhan.html' title='Mengasihi Tuhan'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8NOdJfY9Pe4/TutYmdIpXlI/AAAAAAAAAgk/fo4pD-Vj0UU/s72-c/mengasihi%2BTuhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-1991296917668706140</id><published>2011-12-16T06:39:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:39:26.199-08:00</updated><title type='text'>"Kemarahan"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ZSPE5RClPFs/TutYFi5q2iI/AAAAAAAAAgY/68RDecdYhaM/s1600/kemarahan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="222" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZSPE5RClPFs/TutYFi5q2iI/AAAAAAAAAgY/68RDecdYhaM/s320/kemarahan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lihatlah, seorang yang menempatkan dirinya sendiri dalam kemarahan adalah bagaikan sebuah boneka; ia tidak tahu baik apa yang ia katakan ataupun apa yang ia lakukan; iblis menguasainya sepenuhnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Emosi ini, berasal dari iblis: menunjukkan bahwa kita ada dalam cengkeramannya. iblis adalah tuan atas hati kita;bahwa ia mengendalikan segala tali-talinya, dan membuat kita menari-nari seturut kehendak hatinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Betapa malangnya kita, menjadi bulan-bulanan roh-roh jahat? Mereka memperlakukan kita seturut kehendak mereka; mereka membisikkan kepada kita kata-kata keji, fitnah, dengki, dendam, hujat, sumpah-serapah, makian: mereka bahkan bertindak begitu jauh hingga mendorong kita membunuh sesama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apabila kita tidak menghabisi nyawa sesama, kita melampiaskan amarah kepadanya, kita mengutukinya, kita menyerahkannya pada iblis, kita mengharapkan kematiannya; kita menghendaki itu semua demi memuaskan diri sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Seorang pemabuk dari desa itu dengan berjalan sempoyongan menemui pastor paroki. Dengan membawa surat kabar. Ia memberi salam hormat.&lt;br /&gt; Pastor itu merasa terganggu dan mengabaikan salam itu karena orang itu sedang agak mabuk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun ternyata Ia datang dengan maksud tertentu."Maaf, pastor,"katanya."Tahukah pastor apa menyebabkan arthritis?" Pastor juga mengabaikan pertanyaan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi orang itu mengulangi lagi pertanyaannya, pastor itu dengan agak marah berpaling kepadanya danberteriak,"Minuman keras menyebabkan arthritis! Berjudi menyebabk an arthritis! Pergi ke pelacuran menyebabkan arthritis..."Dan baru kemudian, sudah terlambat, ia bertanya," Mengapa engkau tanyakan itu?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Karena dalam surat kabar ini dikatakan:bahwa Paus menderita sakit arthritis!"&lt;br /&gt; (kutipan cerita dari “Doa Sang katak” ~Anthony De Mello, SJ)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2 Korintus 11:14 "Hal itu tidak usah mengherankan. sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yakobus 3:14-15 "Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!Itubukanlah hikmat yang datang dari atas,tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mazmur 37 : 8 “ Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati, jangan marah,itu hanya membawa kepada kejahatan.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-1991296917668706140?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/1991296917668706140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/kemarahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1991296917668706140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1991296917668706140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/kemarahan.html' title='&quot;Kemarahan&quot;'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ZSPE5RClPFs/TutYFi5q2iI/AAAAAAAAAgY/68RDecdYhaM/s72-c/kemarahan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-162964472648159862</id><published>2011-12-16T06:38:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:38:24.135-08:00</updated><title type='text'>TEKANAN BERBUAH KEBENARAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FsoZ3op3ukc/TutX2MSnOsI/AAAAAAAAAgM/zllFmdwFllA/s1600/TEKANAN%2BBERBUAH%2BKEBENARAN.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="194" width="259" src="http://1.bp.blogspot.com/-FsoZ3op3ukc/TutX2MSnOsI/AAAAAAAAAgM/zllFmdwFllA/s320/TEKANAN%2BBERBUAH%2BKEBENARAN.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa". Yohanes 15 : 1 - 8 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tertekan", mungkin adalah kata yang paling ditakuti oleh setiap orang. Siapa yang mau tertekan? Pasti tidak ada seorangpun yang mau tertekan. Mungkin sebagian dari kita pernah merasakan bagaimana rasanya tertekan. Tetapi bukan seberapa berat tekanan yang menghimpit kita, melainkan maksud apa yang tersembunyi di balik tekanan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal mamalukan yang sering kita lakukan ketika kita merasa tertekan adalah tenggelam dalam kesedihan dan menangis mengasihani diri sendiri. Tanpa sadar kita mengeluarkan kata-kata kasar dari mulut kita, sehingga kata-kata itu menyebabkan teman/saudara kita menjadi sakit hati. Tekanan merupakan sebuah ujian bagi hubungan kita dengan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hubungan pribadi kita dengan Tuhan ketika kita sedang tertekan? Saat seseorang tertekan, ia cenderung untuk melakukan segala sesuatu menuruti kehendak dan keinginannya &lt;br /&gt;sendiri. Karena kekuatiran dan ketakutan menghimpit jiwa dan perasaannya. Seseorang akan dengan mudah meninggalkan imannya dan tidak percaya lagi pada janji-janji Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ketika kita merasa tertekan, kita mempunyai kesempatan untuk bertumbuh. Jika saja kita mau melihatnya dengan cara pandang yang positif. Kehidupan ini tidak akan pernah lepas dari yang namanya tekanan, stress dan musibah. Tetapi ketika kita membiarkan kerohanian kita dipelihara oleh Yesus, maka tekanan itu akan menghasilkan sesuatu yang &lt;br /&gt;baru. Kekuatiran kita akan berubah menjadi ketenangan dan pengharapan, kata-kata kasar yang biasa keluar dari mulut kita akan menjadi kata-kata puji- pujian. Roh Kudus akan senantiasa mengajar dan menolong kita untuk menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Dan kehidupan kita akan dipenuhi oleh buah- buah Roh yang kita hasilkan. Sebab lewat tekanan kita pasti akan melihat kemuliaan Allah, asal kita tetap berserah dan percaya padaNya. Tetaplah tinggal di dalam Yesus, sebab di luar Yesus kita tidak bisa berbuat apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YANG PENTING BUKAN SEBERAPA BERAT TEKANAN YANG MENGHIMPIT KITA, TETAPI MAKSUD APA YANG TERSEMBUNYI DI BALIK TEKANAN ITU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-162964472648159862?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/162964472648159862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/tekanan-berbuah-kebenaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/162964472648159862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/162964472648159862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/tekanan-berbuah-kebenaran.html' title='TEKANAN BERBUAH KEBENARAN'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FsoZ3op3ukc/TutX2MSnOsI/AAAAAAAAAgM/zllFmdwFllA/s72-c/TEKANAN%2BBERBUAH%2BKEBENARAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-3615690397948428865</id><published>2011-12-16T06:37:00.000-08:00</published><updated>2011-12-16T06:37:01.243-08:00</updated><title type='text'>ANAKKU, PASTORKU</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_gjJ0FRgJS8/TutXhgn9SYI/AAAAAAAAAgA/TEGP8b8hwuA/s1600/anakku%2Bpastorku.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="278" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-_gjJ0FRgJS8/TutXhgn9SYI/AAAAAAAAAgA/TEGP8b8hwuA/s320/anakku%2Bpastorku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;(Surat dari Papa-Mama buat Anaknya yang seorang Imam)&lt;br /&gt; Oleh Gereja Katolik Kristus Sang Penabur - Subang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku tercinta….,&lt;br /&gt;kau tetap menjadi anakku, namun bukan milikku.&lt;br /&gt; Kau tetap darah dagingku, namun bukan kepunyaanku.&lt;br /&gt; Kau tetap buah cinta perkawinan kami yang terindah,&lt;br /&gt; namun bukan untuk kami semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang,&lt;br /&gt; Dalam iman aku memandangmu, "Utusan Tuhan-ku".&lt;br /&gt; Dengan penuh harap, aku pasrahkan hidupku padamu, "Gembala-ku".&lt;br /&gt; Dan sepenuh kasih, aku menyapamu, "Pastor-ku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang aku minta, selain berkat;&lt;br /&gt; tak ada yang ingin aku dapatkan selain berkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku sakit nanti, aku tahu, kau tak selalu akan hadir,&lt;br /&gt; walau aku ingin kau hadir.&lt;br /&gt; Saat aku dalam kesendirian di uzur usiaku,&lt;br /&gt; aku sadar bahwa kau tiada waktu temani aku,&lt;br /&gt; biar aku amat rindu dan berharap.&lt;br /&gt; Sungguh, pada saatnya tiba, akan terasa begitu indah, damai dan bahagianya,&lt;br /&gt; bila aku menutup mata diiring berkat dan olesan minyak kudus,&lt;br /&gt; dari tangan kudus putera kesayanganku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini setiap lidah di surga dan di bumi berseru kepadamu :&lt;br /&gt;“Berbahagialah rahim yang telah mengandung engkau” – dan -&lt;br /&gt;“Bergembiralah dia yang dari benihnya, engkau dibentuk”.&lt;br /&gt;Jikalau berkenan, aku memohon, anakku :&lt;br /&gt;“Jangan biarkan rahim ini menjadi malu dan benih ini tak mampu tegakkan wajah,&lt;br /&gt; di hadapan wajah-wajah surga dan bumi”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumohon dari kerinduan jiwaku,&lt;br /&gt; Biarlah KASIH menjadi hukummu dan Kesukaanmu adalah Sabda Suci Allah.&lt;br /&gt; Kesenanganmu adalah melakukan Kehendak-Nya.&lt;br /&gt; Keutamaanmu adalah keselamatan jiwa-jiwa.&lt;br /&gt; Kehormatanmu adalah kematian oleh karena KASIH.&lt;br /&gt; Kebahagiaanmu adalah menjadi kepunyaan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kau anakku, cinta dan harapanku :&lt;br /&gt; Jangan menjual kemiskinan hidupmu, demi kemewahan yang tak seharusnya.&lt;br /&gt; Tak boleh menggadaikan kemurnianmu, demi kenikmatan yang tak wajar.&lt;br /&gt; Jangan pula mengendorkan kesetiaanmu, demi kebebasan yang tak patut.&lt;br /&gt; Yakinlah akan kebenaran dan kepastian iman ini, anakku :&lt;br /&gt; Allah SETIA MENGASIHI-mu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarlah sepanjang hidupmu, bhw “Roh Tuhan ada pada-mu” utk menyertaimu.&lt;br /&gt; Karena itu dengan sukacita perdengarkan dan perlihatkanlan kepada dunia dalam hidupmu, bahwa,&lt;br /&gt;“kini aku hidup, tetapi bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembala kesayanganku…, sekarang pergilah…!&lt;br /&gt;Perjuangan baru dimulai, namun Jangan Takut…!&lt;br /&gt;Jadilah anak kesayangan Allah dan kebanggaan kaum beriman.&lt;br /&gt; TEGUH dalam Iman, KOKOH dalam Pengharapan, dan SETIA dalam mengasihi.&lt;br /&gt; Aku mencintaimu dan akan terus mencintaimu, sampai ke batas hidupku&lt;br /&gt; Kuiring juangmu dengan doa pada Allah-ku,&lt;br /&gt; sampai aku pergi ke langit tinggi, tinggalkan raga insaniku di bumi,&lt;br /&gt; karena aku amat mengasihi-mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, Pastorku..... "Kami amat mencintaimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (dari sebuah catatan seorang teman...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Caritas Dei in cordibus Nostri &lt;br /&gt;DIPERSEMBAHKAN KEPADA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PARA PASTOR/ROMO/BIARAWAN/​BIARAWATI YANG MENERIMA PANGGILAN IMAMAT. &lt;br /&gt;PARA CALON PASTOR/ROMO/BIARAWAN/​BIARAWATI YANG SEDANG MENERIMA PANGGILAN IMAMAT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-3615690397948428865?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/3615690397948428865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/anakku-pastorku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3615690397948428865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3615690397948428865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/anakku-pastorku.html' title='ANAKKU, PASTORKU'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_gjJ0FRgJS8/TutXhgn9SYI/AAAAAAAAAgA/TEGP8b8hwuA/s72-c/anakku%2Bpastorku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-864108518996855677</id><published>2011-12-16T06:35:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:35:49.576-08:00</updated><title type='text'>DIKHIANATI ORANG TERDEKAT</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BeBhfM4eLuo/TutXPfdHh8I/AAAAAAAAAf0/1hnsV3WXSUw/s1600/Dikhianati%2Borang%2Bterdekat.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="234" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-BeBhfM4eLuo/TutXPfdHh8I/AAAAAAAAAf0/1hnsV3WXSUw/s320/Dikhianati%2Borang%2Bterdekat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;“Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia.” Mazmur 55:13&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bila memperhatikan liku-liku perjalanan hidup Daud, yang melakukan pengkhianatan dan berbuat jahat terhadapnya bukan orang jauh atau musuh yang sesungguhnya, melainkan orang-orang terdekat yang makan sehidangan dengan dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah hal ini seringkali terjadi dalam kehidupan kita? Bukankah pengkhianatan, gosip, fitnahan, iri hati atau umpatan datangnya bukan dari musuh, melainkan dari orang-orang yang kita anggap sebagai teman, sahabat dan orang yang kita kasihi? Daud mengatakan, “Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku: kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian.” (ayat 13-15). Ini adalah fakta dan mungkin kita pernah mengalaminya juga. Rekan kerja di kantor, teman satu sekolah, keluarga terdekat, suami atau isteri yang kita kasihi, bahkan saudara seiman satu gereja, di mana kita bersekutu dan beribadah bersama-sama, di luar dugaan malah menyakiti dan mengkhianati kita seperti musuh. Para pelayan Tuhan yang tampaknya dari luar begitu kompak dalam pelayanan, satu sama lain saling menjatuhkan. “Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya; mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus.” (ayat 21-22).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangankan Daud, Yesus pun mengalami hal yang sangat menyakitkan. Ia dikhianati oleh salah satu muridNya sendiri yaitu Yudas Iskariot, yang setiap hari makan semeja dengan Dia. Ketika Yesus ditangkap musuh-musuhNya, murid-muridNya justru meninggalkan Dia sendirian. “Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.” (Matius 26:56b). Betapa pedih dan sakitnya dikhianati orang-orang terdekat!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan bersedih hati, ada satu Pribadi yaitu Yesus yang senantiasa mengasihi kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan Yesus memberkati....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-864108518996855677?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/864108518996855677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/dikhianati-orang-terdekat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/864108518996855677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/864108518996855677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/dikhianati-orang-terdekat.html' title='DIKHIANATI ORANG TERDEKAT'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-BeBhfM4eLuo/TutXPfdHh8I/AAAAAAAAAf0/1hnsV3WXSUw/s72-c/Dikhianati%2Borang%2Bterdekat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-5222501270471850113</id><published>2011-12-16T06:33:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:33:55.370-08:00</updated><title type='text'>KETERBATASAN KITA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bGkJDeL8-T8/TutWy_9JdsI/AAAAAAAAAfo/6w0UWv2O_bg/s1600/Keterbatasan%2Bkita.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="266" src="http://2.bp.blogspot.com/-bGkJDeL8-T8/TutWy_9JdsI/AAAAAAAAAfo/6w0UWv2O_bg/s320/Keterbatasan%2Bkita.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suzanne Bloch, seorang imigran dari Jerman, sering bermain musik bersama Albert Einstein dan para ilmuwan terkemuka lain. Ia berkata bahwa Einstein adalah pemain biola yang hebat,tetapi ia sering membuat jengkel para pemusik lainnya karena tak bisa mengikuti ketukan irama. "Einstein tak bisa menghitung ketukan," kata Bloch menjelaskan. Ya! Einstein bisa merancang teori-teori revolusioner tentang alam semesta, tetapi ia bermasalah dalam menghitung irama. Namun, meski memiliki keterbatasan, Einstein tetap seorang pemusik yang antusias. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kadang-kadang kita meratapi berbagai keterbatasan kita? Kita semua mempunyai kemampuan, tetapi kita kadang juga terhambat oleh ketidakmampuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ, kita bisa saja tergoda untuk menggunakan keterbatasan kita sebagai alasan untuk tidak melakukan beberapa hal, yang sebenarnya bisa kita lakukan jika Allah telah memampukan kita. Jika kita tidak berbakat untuk berbicara di depan umum atau menyanyi di paduan suara, bukan berarti kita boleh berdiam diri saja dan tidak melakukan apa-apa untuk pelayanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita menyadari bahwa kita semua mempunyai keterbatasan, marilah kita berusaha mencari pimpinan Allah untuk dapat menggunakan talenta kita. Kita pasti dapat berdoa. Kita pasti dapat menunjukkan kebaikan kepada orang lain. Kita dapat mengunjungi orang-orang yang kesepian, sakit, dan berusia lanjut. Kita dapat dengan sederhana dan mengena menceritakan betapa berartinya Yesus bagi hidup kita. Paulus berkata, "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut anugerah yang diberikan kepada kita" (Roma &lt;br /&gt;12:6) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERLALU BANYAK ORANG MELAKUKAN KESALAHAN DENGAN MEMENDAM BERBAGAI TALENTA MEREKA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-5222501270471850113?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/5222501270471850113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/keterbatasan-kita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5222501270471850113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5222501270471850113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/keterbatasan-kita.html' title='KETERBATASAN KITA'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bGkJDeL8-T8/TutWy_9JdsI/AAAAAAAAAfo/6w0UWv2O_bg/s72-c/Keterbatasan%2Bkita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-2238471071449346719</id><published>2011-12-16T06:32:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:32:47.014-08:00</updated><title type='text'>LIHATLAH KUEKU MAMA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ZeQUwZqVdtw/TutWh-vGmdI/AAAAAAAAAfc/MHGthfLqxac/s1600/lihatlah%2Bkueku.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-ZeQUwZqVdtw/TutWh-vGmdI/AAAAAAAAAfc/MHGthfLqxac/s320/lihatlah%2Bkueku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari ini ulang tahun pernikahan papa dan mama. Sejak sore mereka pergi dan akan makan malam di luar. Aku ingin membuat kue tart dari resep yang kudapat di sebuah majalah. Setelah dua belas tahun, inilah pertama kalinya aku belajar membuat kue.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku akan mencoba membuat kue terbaik untuk kupersembahkan kepada papa dan mama di hari istimewa ini. Aku sudah membeli semua bahan yang diperlukan dan begitu mobil yang dikendarai apa dan mama keluar dari pagar rumah, aku segera berlari ke dapur untuk membuat kue.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku sangat sibuk dengan kueku sehingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hari sudah malam dan mungkin sebentar lagi papa dan mama akan pulang. Aku mengangkat kueku dari oven. Aku mencicipinya dan lapisan luarnya terasa agak pahit karena gosong.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku menarik nafas sambil memandang dapur yang berantakan. Blender dan mixer yang kotor, ada tepung yang bertaburan di lantai dan meja, ditambah lagi dengna mangkok-mangkok kotor yang belum sempat kubereskan, dan sebagainya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mana yang lebih dahulu harus kukerjakan, apakah menyelesaikan lapisan coklat di kueku atau membereskan dapur yang berantakan. Akhirnya aku memutuskan untuk menyelesaikan kueku. Ketika kueku selesai, aku mendengar suara mobil memasuki halaman rumah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku segera mematikan lampu dan berharap ketika papa dan mama masuk ke dapur akan senang dengan kejutanku. Benar saja, papa dan mama berjalan berdampingan menuju dapur dan ketika mereka sampai di pintu, aku menyalakan lampu sambil berteriak “Suprise …!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka tersenyum dan aku memeluk mereka sambil mengucapkan selamat atas pernikahan indah mereka. Namun beberapa saat kemudian raut wajah mama berubah dan mama menjadi marah. “Coba lihat, apa yang sudah kau perbuat di dapur ini sehingga sangat berantakan. Sudah berapa kali mama katakan kepadamu untuk segera merapihkan sendiri segala sesuatu yang sudah kau buat menjadi kacau”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Tetapi Ma …”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Belum sempat aku menjelaskan semuanya, mama sudah berpaling berjalan menuju kamarnya sambil berkata, “Seharusnya mama mengawasimu merapikan semua ini sekarang juga, tetapi sekarang mama sedang kesal. Besok pagi mama mau semuanya sudah rapih.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sayang, coba lihat ke meja itu,” kata papa mencoba meredakan amarah mama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Aku tahu bahwa meja itu juga sangat berantakan dan aku juga tidak akan tahan melihatnya,” kata mama sambil berjalan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku dan papa hanya terdiam. Aku menangis dan memeluk papa sambil berkata, “Pa, bahkan mama tidak melirik sedikit pun ke kue itu.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Papa membelai rambutku sambil berkata, “Sayang, banyak orang tua menderita penyakit situational timberculer glaucoba - ketidakmampuan melihat gambaran secara menyeluruh karena terpengaruh oleh hal-hal kecil, dan itu yang terjadi kepada mama. Besok setelah mama tahu kau membuat kue untuknya, hatinya pasti akan terharu.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita seringkali gagal melihat motivasi baik yang terbungkus oleh suatu keadaan yang buruk. Situational timberculer glaucoba membutakan kita sehingga kita tidak bisa melihat bentuk cinta kasih atau penghargaan yang dipersiapkan oleh orang-orang yang kita kasihi. Ada seorang ibu yang mencubit anaknya hingga memar karena anaknya memecahkan dua buah piring yang akan dicucinya. Manakah yang lebih berharga, terbentuknya kerajinan anak atau harga dua buah piring yang pecah itu ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan lukai perasaan orang yang kita kasihi karena hal-hal yang kecil, telusuri motivasi awal mereka ketika melakukan suatu hal kemudian bimbing mereka untuk melakukannya dengan cara yang lebih baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ave Maria !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-2238471071449346719?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/2238471071449346719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/lihatlah-kueku-mama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2238471071449346719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2238471071449346719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/lihatlah-kueku-mama.html' title='LIHATLAH KUEKU MAMA'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ZeQUwZqVdtw/TutWh-vGmdI/AAAAAAAAAfc/MHGthfLqxac/s72-c/lihatlah%2Bkueku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4621480831924401528</id><published>2011-12-16T06:31:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:31:28.051-08:00</updated><title type='text'>MOM</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ndT6L6Ip7Yo/TutWMmxcWBI/AAAAAAAAAfQ/-5JxDM3wgmA/s1600/mom.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="252" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-ndT6L6Ip7Yo/TutWMmxcWBI/AAAAAAAAAfQ/-5JxDM3wgmA/s320/mom.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada suatu sore yang cerah, seorang anak menghampiri ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makan malam ,dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai dia tulis. Si ibu tersenyum menyambut kertas itu, dan setelah mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan inilah tulisan si anak itu:&lt;br /&gt; Untuk memotong rumput minggu ini Rp. 7.500,00&lt;br /&gt; Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp. 5.000,00&lt;br /&gt; Untuk pergi ke toko menggantikan Mama Rp. 10.000,00&lt;br /&gt; Untuk menjaga adik waktu Mama belanja Rp. 15.000,00&lt;br /&gt; Untuk membuang sampah setiap hari Rp. 5.000,00&lt;br /&gt; Untuk raport yang bagus Rp. 25.000,00&lt;br /&gt; Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 12.500,00&lt;br /&gt; Total jumlah hutang Rp. 80.000,00&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Kemudian ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya, dan menulis:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk sembilan bulan ketika Mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut Mama, GRATIS.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk semua malam ketika Mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, GRATIS.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anakku, dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati Mama adalah GRATIS.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, ia menatap wajah ibunya dan berkata: “Ma, aku sayang sekali pada Mama”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan kemudian ia mengambil pulpen dan menulis dengan huruf besar-besar: “LUNAS”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4621480831924401528?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4621480831924401528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/mom.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4621480831924401528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4621480831924401528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/mom.html' title='MOM'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ndT6L6Ip7Yo/TutWMmxcWBI/AAAAAAAAAfQ/-5JxDM3wgmA/s72-c/mom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-7992784889319421272</id><published>2011-12-16T06:30:00.000-08:00</published><updated>2011-12-16T06:30:12.499-08:00</updated><title type='text'>JANGAN TAWAR HATI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xyJQdymtbts/TutV7G95qZI/AAAAAAAAAfE/VEmAdq5VVIg/s1600/Jangan%2Btawar%2Bhati.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="119" width="180" src="http://3.bp.blogspot.com/-xyJQdymtbts/TutV7G95qZI/AAAAAAAAAfE/VEmAdq5VVIg/s320/Jangan%2Btawar%2Bhati.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Serombongan pemusik dan penyair selalu berkeliling menghibur rakyat. Mereka dengan sukacita mengerjakan tugas itu dari waktu demi waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu ketika mereka hanya mendapat sedikit uang dari hasil pertunjukan mereka karena kesulitan ekonomi yang sedang melanda negri itu, sehingga rakyat enggan menonton pertunjukan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rombongan penghibur merasa keadaannya semakin memburuk, sehingga mereka memutuskan malam itu berhenti bermain, apalagi ditambah dengan cuaca buruk. Seorang diantara mereka berkata” kita cukup kecewa menghadapi malam-malam sebelumnya, dengan kondisi seperti ini pasti penonton malam ini menjadi semakin sedikit. lebih baik kita batalkan pertunjukannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tetapi ada satu anggota rombongan yang paling tua, berkata “Aku tahu kalian kecewa dan tawar hati, sekarang tinggal keputusan kalian apakah kalian semua akan tenggelam dalam putus asa dan tawar hati, lalu menghentikan apa yang semestinya kalian lakukan atau tetap lakukan yang terbaik karena menghibur adalah kesenangan kita dan tidak tergantung dengan baik atau buruknya kondisi diluar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terpacu dari perkataan orang tua itu, mereka terbakar untuk mengadakan pertunjukan yang terbaik dialun-alun kota, penonton yang sedikit tidak mengurangi semangat mereka untuk menampilkan ketrampilan mereka. Malam itu adalah konser terbaik yang pernah mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selesai konser, ada secarik kertas yang ditujukan pada rombongan itu, lalu mereka membaca bersama-sama” Terimakasih atas penampilan kalian yang begitu indah dan memukau. tertanda RAJA KALIAN. Tentu saja mereka menjadi bangga dan bersyukur atas semua yang mereka lakukan, karena tanpa sepengetahuan mereka pertunjukan itu dilihat oleh RAJA mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sahabat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Paling tidak ada dua orang yang melihat “pertunjukan”yang anda lakukan, yaitu diri anda sendiri dan Tuhan. Jangan pernah kecewa dan tawar hati dengan apa yang anda kerjakan sekalipun cuaca dan keadaan disekitar anda tidak mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kualitas dan semangat kerja anda tidak dipengaruhi seberapa banyak orang yang melihat anda, tetapi ingatlah Tuhan sebagai Raja Agung Kehidupan selalu hadir dan menyaksikan pertunjukan yang sedang anda kerjakan. dan jika anda tahu bahwa Tuhan menyaksikan semua itu tidakkah seharusnya anda melakukan sebaik mungkin ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selamat mempersiapkan pertunjukan..!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ave Maria !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-7992784889319421272?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/7992784889319421272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/jangan-tawar-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7992784889319421272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7992784889319421272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/jangan-tawar-hati.html' title='JANGAN TAWAR HATI'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-xyJQdymtbts/TutV7G95qZI/AAAAAAAAAfE/VEmAdq5VVIg/s72-c/Jangan%2Btawar%2Bhati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-2937757876431803814</id><published>2011-12-16T06:28:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:28:36.915-08:00</updated><title type='text'>Tunjukanlah Kasihmu.....</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-J3M2ueehWAM/TutVi1kXaaI/AAAAAAAAAe4/Zo1z6j2SoCc/s1600/Tunjukanlah%2Bkasihmu.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-J3M2ueehWAM/TutVi1kXaaI/AAAAAAAAAe4/Zo1z6j2SoCc/s320/Tunjukanlah%2Bkasihmu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada seorang pengusaha muda yang pagi itu terburu-buru berangkat kantor karena ia bangun rada kesiangan. Sementara pagi itu ia ada meeting dengan rekan bisnis-nya. Karena terburu-buru, ia tidak sempat menikmati sarapan pagi buatan isterinya. Ia lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah toko untuk membeli roti sebagai ganti sarapan pagi. Pikirnya, “Nanti roti ini dimakan di kantor saja”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika ia sedang memilih roti yang hendak dibelinya, matanya tertarik mengamati seorang anak kecil berusia kira-kira sepuluh tahun yang sedang memilih bunga di toko sebelah. Anak kecil ini terlihat sedang tawar menawar harga bunga dengan pelayan toko tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Mbak, harga bunga ini berapa?” tanyanya kepada pelayan toko.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Lima puluh ribu rupiah”, jawab sang pelayan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian ia memilih bunga yang lain dan bertanya kembali,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kalau bunga yang ini berapa?” .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ini lebih mahal lagi, seratus lima puluh ribu rupiah!” jawab sang pelayan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kalau yang ini berapa?” tanyanya sambil menunjukkan bunga yang lebih bagus lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ini harganya dua ratus lima puluh ribu, nak!” jawab sang pelayan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anak ini terlihat bingung karena harga bunganya bertambah tinggi, sementara ia tidak menyadari bahwa bunga yang ia tunjuk itu bunga yang paling bagus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan sedih ia bertanya, “Adakah bunga yang harganya lima ribu?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anak ini ternyata hanya memiliki uang lima ribu rupiah walau keinginannya untuk mendapatkan bunga itu sangat besar. Belum sempat pelayan toko itu menjawab, pengusaha muda ini segera bertanya kepada sang anak, “Nak, kamu mau beli bunga buat siapa?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian anak ini menjawab, “Saya mau beli bunga buat mama, karena hari ini mama ulang tahun!” Pengusaha muda ini tersentak, dalam hatinya ia berkata, “Wah… mati aku, aku lupa! Hari ini isteriku ulang tahun. Aku belum mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Kalau sampai aku lupa, ia bisa marah!” Segera ia berkata kepada pelayan toko, “Mbak, saya beli bunga ini. Saya beli dua ikat. Satunya buat anak ini. Tolong nanti antar bunga ini ke alamat rumah saya,” katanya sambil memberikan kartu namanya. Kemudian pengusaha muda itu memberikan bunga tersebut kepada sang anak dan mengucapkan terima kasih sudah mengingatkannya bahwa hari ini ternyata isterinya juga berulang tahun. Anak itu kemudian pergi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengusaha ini segera bergegas ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke kantor. Ketika ia sedang mengendarai mobil, ia melewati anak kecil tadi sedang berjalan. Iapun berhenti dan bertanya apakah ia satu jurusan dengannya. Anak kecil itu mengiyakan dan kemudian masuk ke dalam mobilnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai di suatu tempat yang agak sepi anak ini minta turun. Pengusaha muda tersebut heran melihat anak kecil ini masuk melewati sebuah lorong kecil. Karena penasaran, ia mengikuti sang anak dari belakang. Betapa terkejutnya ia ketika melihat anak kecil ini menaruh bunganya di sebuah gundukan tanah kuning yang masih basah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian ia bertanya, “Nak, ini kuburan siapa?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anak kecil itu kemudian menjawab, “Oom, hari ini mama ulang tahun. Tetapi sayang, mama baru saja meninggal dua hari yang lalu. Oleh sebab itu saya datang ke tempat ini untuk membawakan mama bunga dan mengucapkan selamat ulang tahun.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengusaha muda begitu tersentak dengan perkataan anak ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Apakah isteriku masih hidup saat ini?” tanyanya dalam hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Segeralah ia berlari masuk ke mobil, mengendarainya dengan kecepatan tinggi dan menuju ke toko tadi. Dengan terengah-engah ia berkata kepada pelayan toko, “Mana bunga yang tadi saya beli? Bunganya tidak usah dikirim, biar saya saja yang langsung memberikannya ke tangan isteri saya.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan cepat ia menyambar bunga tersebut dan menyetir pulang. Sampai di rumah, ia segera berlari mendapatkan isterinya. “Puji Tuhan! Isteriku masih hidup!” Sambil memberikan bunga ia berkata, “Isteriku, selamat ulang tahun”. Kemudian ia mencium dan memeluk isterinya kuat-kuat sambil mengucap syukur kepada Tuhan. Sambil menangis ia berkata, “Terima kasih, Tuhan. Engkau masih memberikan kesempatan kedua kepadaku.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak diantara kita terlalu sibuk dengan aktifitas sehari-hari. Aktifitas dan rutinitas ternyata sudah ‘membunuh’ perhatian dan momen-momen penting yang harus dinikmati bersama orang-orang yang kita kasihi; orang tua, suami, isteri, anak-anak, dan saudara-saudara kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demi mengejar karier, uang dan jabatan bahkan pelayanan banyak orang melupakan keluarga. Seorang businessman hanya berpikir bahwa memenuhi kebutuhan materi isteri dan anak-anak sudah membuatnya merasa menjadi ayah yang baik. Seorang pelayan Tuhan berpikir bahwa dengan sibuk dalam pelayanan dan dikenal di mana-mana sudah membuatnya merasa menjadi orang yang benar di dalam keluarganya. Kita tidak sadar, kita sudah salah jika berpikir&lt;br /&gt; demikian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari ini, kalau kita masih diberi kesempatan untuk hidup semua hanyalah kasih karunia Tuhan. Oleh sebab itu, jangan tunggu sampai besok untuk menunjukkan kasih dan sayang kita kepada orang-orang disekitar kita, terutama orang-orang yang paling dekat dengan kita. Jangan tunggu mereka mati kita baru menyadarinya. Jangan tunggu sampai besok! Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok. Jika kita masih hidup pada hari ini berarti ini kesempatan kedua buat kita. Ambil kesempatan kedua yang Tuhan anugrahkan buat kita hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-2937757876431803814?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/2937757876431803814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/tunjukanlah-kasihmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2937757876431803814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2937757876431803814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/tunjukanlah-kasihmu.html' title='Tunjukanlah Kasihmu.....'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-J3M2ueehWAM/TutVi1kXaaI/AAAAAAAAAe4/Zo1z6j2SoCc/s72-c/Tunjukanlah%2Bkasihmu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6105299933076466526</id><published>2011-12-16T06:27:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:27:21.582-08:00</updated><title type='text'>Roh Pemenang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-OLdFGt7QSRM/TutVQYGTnCI/AAAAAAAAAes/ifAZvnM9pvc/s1600/Roh%2BPemenang.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="280" src="http://2.bp.blogspot.com/-OLdFGt7QSRM/TutVQYGTnCI/AAAAAAAAAes/ifAZvnM9pvc/s320/Roh%2BPemenang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"Kemudian Kaleb mencoba menentramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu dan mengalahkannya!" (Bilangan 13 : 30) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sir Edmund Hillary adalah manusia pertama yang menaklukkan Gunung Everest. Pada percobaan pertama, ia gagal. Ia diberi gelar oleh Ratu Elizabeth setelah dia berhasil mendaki gunung Everest. Pada hari pemberian penghargaan, di belakang meja utama tergantung gambar gunung Everest. Lalu semua orang berdiri dan memberikan penghormatan atas keberaniannya menaklukkan gunung tersebut. Ketika semua penonton berhenti bertepuk tangan, Hillary berkata kepada penonton, "Gunung Everest pernah menaklukkan saya sekali dan dapat menaklukkannya saya kembali, tetapi saya kembali dan kembali lagi. Dan sekarang saya menjadi pemenang karena gunung itu tidak dapat menjadi besar tetapi saya dapat menjadi besar!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga Kaleb. Dia berbeda dengan sepuluh pengintai lainnya. Apa yang membuatnya berbeda? Dia memiliki roh pemenang karena dia mengandalkan Tuhan sebagai Allah yang melindungi dan menyertai. Kaleb melihat bahwa bersama Tuhan dia akan mampu melakukan hal-hal yang mustahil. Sungguh suatu sikap yang luar biasa dan perlu ditiru oleh kita semua. Bahwa memang kita diciptakan berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menghadapi badai kehidupan, seringkali kita putus asa dan mudah menyerah, padahal seharusnya kita dapat belajar dari kegagalan kita, karena kegagalan bisa menjadi guru yang dapat mengajar kita tentang cara untuk berhasil dan meraih kemenangan. Dalam setiap kegagalan yang kita hadapi pasti ada pelajaran berharga untuk kita bisa bertumbuh, menjadi kuat dan lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saat ini kita sedang menghadapi berbagai macam persoalan dan seolah tidak mampu menghadapinya? Kegagalan demi kegagalan terus mengikuti pekerjaan, rumah tangga, studi atau apapun yang sedang kita kerjakan saat ini, jangan putus asa! Sekalipun kita sering gagal atau ada tantangan berat di depan kita, percayalah bahwa Allah sanggup merubah yang buruk menjadi baik. Milikilah roh yang besar, yaitu Roh Pemenang! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ROH KITA AKAN MENJADI KUAT LEWAT TANTANGAN DAN KEGAGALAN HIDUP.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6105299933076466526?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6105299933076466526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/roh-pemenang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6105299933076466526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6105299933076466526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/roh-pemenang.html' title='Roh Pemenang'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-OLdFGt7QSRM/TutVQYGTnCI/AAAAAAAAAes/ifAZvnM9pvc/s72-c/Roh%2BPemenang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-5274425847531582397</id><published>2011-12-16T06:26:00.000-08:00</published><updated>2011-12-16T06:26:05.259-08:00</updated><title type='text'>Pendaki Gunung</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IqEYxUtpJDE/TutU9Y9iLuI/AAAAAAAAAeg/EIPsG8ppO10/s1600/Pendaki%2Bgunung.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="233" src="http://1.bp.blogspot.com/-IqEYxUtpJDE/TutU9Y9iLuI/AAAAAAAAAeg/EIPsG8ppO10/s320/Pendaki%2Bgunung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam carabiner (pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali yang disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat, persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak disekitarnya, membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi didalamnya. Mulailah pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya, tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding yangterjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam, ia harus mendaki dengan tali temali itu. Setelah beberapa kait ditancapkan,tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga, ada badai salju yang datang tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras menimpa tubuh sang pendaki. Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus berjatuhan disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah dinding.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit. Namun, untunglah,tali-temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding yang curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung terbalik di dinding yang terjal itu. Pandangannya kabur, karena semuanya tampak memutih. ia tak tahu dimana ia berada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang pendaki begitu cemas, lalu ia berkomat-kamit, memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam, berharap ada pertolongan Tuhan datang padanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan itu, tampak terdengar suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu. "Potong tali itu.... potong tali itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan? Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku bisa tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan ini, dan ia tak mengambil keputusan apa-apa...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang tergantung terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak membeku,dan tampak telah meninggal karena kedinginan. Sementara itu, batas tubuh itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, kita mungkin kita akan berkata, betapa bodohnya pendaki itu, yang tak mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan menyesalkan tindakan pendaki itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya. Pendaki itu tentu akan bisa selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah yang hanya berjarak 1 meter. Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali itulah yang justru membuatnya terhalang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang Pencipta tampak tak melindungi hamba-Nya? Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak sekali beban,masalah, hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan kehidupan ini. Kita sering mendapati ada banyak sekali badai-badai salju yang terus menghantam tubuh kita. Mengapa tak disediakan saja, jalan yang lurus, tanpa perlu menanjak, agar kita terbebas dari semua halangan itu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun teman, cobaan yang diberikan Sang Pencipta buat kita, adalah latihan,adalah ujian, adalah layaknya besi-besi yang ditempa, adalah seperti pisau-pisau yang terus diasah. Sesungguhnya, di dalam semua ujian, dan latihan itu,ada tersimpan petunjuk-petunjuk, ada tersembunyi tanda-tanda, asal KITA PERCAYA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya, asal kita percaya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, sehingga mampu membuat kita "memotong tali pengait" saat kita tergantung terbalik? Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, hingga kita mau menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan terus hal itu dalam kalbumu. Karena rasa percaya tersimpan dalam hati,maka penuhilah nuranimu dengan kekuatan itu.Percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk Sang Pencipta dalam setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini. Carilah, gali, dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu. Sebab, saat kita telah percaya, maka petunjuk itu akan datang dengan tanpa disangka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memberkati....&lt;br /&gt; Selamat memasuki Minggu Adven I, 2011&lt;br /&gt; Ave Maria !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-5274425847531582397?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/5274425847531582397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/pendaki-gunung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5274425847531582397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5274425847531582397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/pendaki-gunung.html' title='Pendaki Gunung'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-IqEYxUtpJDE/TutU9Y9iLuI/AAAAAAAAAeg/EIPsG8ppO10/s72-c/Pendaki%2Bgunung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-2323951456618446393</id><published>2011-12-16T06:24:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:24:38.200-08:00</updated><title type='text'>Doa menghadapi ketakutan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dD6bbg48b5A/TutUnus1yaI/AAAAAAAAAeU/VKKKdRanNz0/s1600/Doa%2Bmenghadapi%2Bketakutan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="218" src="http://1.bp.blogspot.com/-dD6bbg48b5A/TutUnus1yaI/AAAAAAAAAeU/VKKKdRanNz0/s320/Doa%2Bmenghadapi%2Bketakutan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tuhan Yesus, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku percaya kepadaMu &lt;br /&gt;dan tidak ingin menjadi takut &lt;br /&gt;terhadap apapun juga. &lt;br /&gt;Engkau adalah Penyelamatku dan Kekuatanku. &lt;br /&gt;Engkau adalah nyanyian yang muncul &lt;br /&gt;di dalam hatiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau telah menyelamatkan aku &lt;br /&gt;dari tangan musuh-musuhku &lt;br /&gt;dan telah memberikan kekuatan kepadaku &lt;br /&gt;sehingga aku dapat melawan serangannya &lt;br /&gt;terhadap hidupku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sertailah langkahku selalu ya Tuhan.&lt;br /&gt; Di saat godaan dan tipu daya iblis &lt;br /&gt;datang, kiranya Roh KudusMu menolongku untuk&lt;br /&gt; mampu menolaknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PadaMu Tuhan 'ku letakkan hidupku &lt;br /&gt;dan masa depanku ini. &lt;br /&gt;BersamaMu aku yakin aku akan selalu&lt;br /&gt; mendapatkan kedamaian dan suka cita &lt;br /&gt;yang tak akan tergantikan oleh apapun juga&lt;br /&gt; yang ada di dunia ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di dalam namaMu Tuhan Yesus, Juru Selamatku,&lt;br /&gt; aku berdoa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-2323951456618446393?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/2323951456618446393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/doa-menghadapi-ketakutan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2323951456618446393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2323951456618446393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/doa-menghadapi-ketakutan.html' title='Doa menghadapi ketakutan'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dD6bbg48b5A/TutUnus1yaI/AAAAAAAAAeU/VKKKdRanNz0/s72-c/Doa%2Bmenghadapi%2Bketakutan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-201543698753143863</id><published>2011-12-16T06:23:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:23:19.542-08:00</updated><title type='text'>Pencerahan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Khgo6WAjCuI/TutUSysMljI/AAAAAAAAAeI/iezBduSBAcY/s1600/pencerahan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="252" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-Khgo6WAjCuI/TutUSysMljI/AAAAAAAAAeI/iezBduSBAcY/s320/pencerahan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;~KETIKA....Aku ingin hidup KAYA,...... aku lupa, bahwa HIDUP adalah sebuah KEKAYAAN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~KETIKA....Aku takut MEMBERI, .......aku lupa.....bahwa semua yang aku miliki adalah PEMBERIAN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~KETIKA aku ingin jadi yang TERKUAT, aku lupa,....bahwa dalam KELEMAHAN Tuhan memberikan aku KEKUATAN: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Ketika aku takut RUGI,.....aku lupa, bahwa Hidupku adalah sebuah KEBERUNTUNGAN karena bisa terlahir sebagai manusia dan mengenal Tuhan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ternyata hidup ini sangat indah ......jika kita tahu Selalu bersyukur dgn apa yg sudah ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalulah senang dan suka berbuat baik. Jangan pernah berkata, &lt;br /&gt;: "Esok 'kan masih ada waktu..." Karena setiap saat jarum jam itu dapat berhenti... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya yg TERINDAH bukanlah yg TERBAIK... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg Sempurna tidak selalu menjanjikan KEBAHAGIAAN... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mampu dan mau menerima semua kekurangan &amp; kelebihan &lt;br /&gt;itulah "KEBAHAGIAAN"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seseorang pernah meminta Ajahn Chah untuk membahas tentang pencerahan; bisakah ia menceritakan pencerahannya? Saat semua orang begitu antusias mendengar jawabannya, Ajahn Chah menjawab: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pencerahan tidak sulit untuk dipahami. Ambillah pisang dan letakkan di mulutmu, lalu anda akan tahu seperti apa rasanya. Anda harus berlatih untuk merealisasi, dan anda harus tekun. Bila sangat mudah untuk menjadi tercerahkan, tentu setiap orang telah mencapainya. Saya mulai mengunjungi vihara ketika berumur delapan tahun, dan saya telah menjadi bhikkhu selama lebih dari empat puluh tahun. Tetapi anda mau bermeditasi dalam semalam atau dua malam dan langsung mencapai Nibbana. Tahukah, anda tidak hanya duduk dan -sim salabim- jadilah. Juga, anda tidak dapat meminta seseorang untuk meniup kepalamu dan membuatmu jadi tercerahkan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku yang semoga keberuntungannya selalu dekat, &lt;br /&gt;ingatlah selalu bahwa ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan keberuntungan yang menjadikanmu bijak, tapi kebijakanmu lah yang menjadikanmu beruntung." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memberkati....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://​bundapenolongabadi.blogspot​.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-201543698753143863?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/201543698753143863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/pencerahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/201543698753143863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/201543698753143863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/pencerahan.html' title='Pencerahan'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Khgo6WAjCuI/TutUSysMljI/AAAAAAAAAeI/iezBduSBAcY/s72-c/pencerahan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-2450166647581152464</id><published>2011-12-16T06:21:00.000-08:00</published><updated>2011-12-16T06:21:15.841-08:00</updated><title type='text'>LAKUKANLAH APA YANG MESTI DILAKUKAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_4K9pqEF468/TutTycak6zI/AAAAAAAAAd8/ukzUEFDw8XY/s1600/how%2Bcan%2Bi%2Bforgive.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-_4K9pqEF468/TutTycak6zI/AAAAAAAAAd8/ukzUEFDw8XY/s320/how%2Bcan%2Bi%2Bforgive.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;kita bertemu dengan orang yang benar2 engkau kasihi,haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.&lt;br /&gt;Karena ketika dia telah pergi,segalanya telah terlambat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.&lt;br /&gt; Karena seumur hidup manusia,teman sejati tak mudah ditemukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat bertemu Penolongmu, Ingatlah untuk bersyukur padaNya. Karena dialah yang mengubah hidupmu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, ingatlah dengan tersenyum untuk berterima kasih. Karena dialah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang pernah kau benci, sapalah dengan tersenyum. &lt;br /&gt;Karena dia membuatmu semakin teguh dan kuat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, baik2lah berbincang dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini kau tak memahami dunia ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang pernah diam2 kau cintai, Do'akanlah dia. Karena saat kau mencintainya, bukankah, berharap dia bahagia?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang tergesa2 meninggalkanmu, Berterimakasihlah bahwa dia pernah ada dalam hidupmu. Karena dia adalah bagian dari masa lalumu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang pernah salah paham padamu, gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, berterimakasihlah sepenuhnya bahwa dia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membaca tulisan ini, &lt;br /&gt;Renungkanlah... &lt;br /&gt;Satu saat semua yang kita miliki harus DILEPASKAN... Karena di Dunia ini TAK ADA yg KEKAL ABADI.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memberkati kita semua&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ave Maria !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-2450166647581152464?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/2450166647581152464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/lakukanlah-apa-yang-mesti-dilakukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2450166647581152464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2450166647581152464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/lakukanlah-apa-yang-mesti-dilakukan.html' title='LAKUKANLAH APA YANG MESTI DILAKUKAN'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_4K9pqEF468/TutTycak6zI/AAAAAAAAAd8/ukzUEFDw8XY/s72-c/how%2Bcan%2Bi%2Bforgive.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-1138874206851966476</id><published>2011-12-16T06:19:00.000-08:00</published><updated>2011-12-16T06:19:38.021-08:00</updated><title type='text'>MENJADI BERKAT UNTUK ORANG LAIN ITU MENYENANGKAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7TDSmZJsSKQ/TutTcfKNXSI/AAAAAAAAAdw/-cugCD9DrUk/s1600/menjadi%2Bberkat.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-7TDSmZJsSKQ/TutTcfKNXSI/AAAAAAAAAdw/-cugCD9DrUk/s320/menjadi%2Bberkat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;- Jika perkataan saya bisa membuat orang yang mendengarnya bahagia mengapa saya harus mengeluarkan kata-kata yang tidak baik? &lt;br /&gt;- Jika saya masih memiliki tenaga, waktu, dan dana untuk menolong orang yang membutuhkan mengapa seringkali saya menunda melakukannya dengan beribu alasan? &lt;br /&gt;- Jika saya bisa tersenyum dan ramah pada setiap orang, bahkan orang yang membenci saya, mengapa saya memilih untuk cemberut dan bersikap kasar? &lt;br /&gt;- Jika Bapa di sorga sudah mengampuni kesalahan saya, mengapa saya masih mengeraskan hati menyimpan kesalahan orang lain terhadap saya? &lt;br /&gt;- Jika saya bisa mengendalikan emosi supaya orang lain tidak terluka, mengapa saya memilih untuk dikendalikan olehnya? &lt;br /&gt;- Jika menelepon orang tua dapat membuat mereka merasa diperhatikan, mengapa terkadang saya malas melakukannya? &lt;br /&gt;- Jika yang ada pada saya lebih dibutuhkan oleh orang lain, mengapa saya tidak mau melepaskannya? &lt;br /&gt;- Jika hidup saya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang, mengapa harus saya sia-siakan? &lt;br /&gt;- Jika saya bisa menjadi berkat untuk orang lain dan itu menyenangkan Tuhan, mengapa tidak saya mulai lakukan dari sekarang?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-1138874206851966476?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/1138874206851966476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/menjadi-berkat-untuk-orang-lain-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1138874206851966476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1138874206851966476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/menjadi-berkat-untuk-orang-lain-itu.html' title='MENJADI BERKAT UNTUK ORANG LAIN ITU MENYENANGKAN'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7TDSmZJsSKQ/TutTcfKNXSI/AAAAAAAAAdw/-cugCD9DrUk/s72-c/menjadi%2Bberkat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-884913011767524482</id><published>2011-12-16T06:17:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:17:57.991-08:00</updated><title type='text'>HIDUP SATU JAM TANPA DOSA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6leFKYJ2c5c/TutTCczxMAI/AAAAAAAAAdk/vSKD-MK8jhc/s1600/HIDUP%2BTANPA%2BDOSA.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="218" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-6leFKYJ2c5c/TutTCczxMAI/AAAAAAAAAdk/vSKD-MK8jhc/s320/HIDUP%2BTANPA%2BDOSA.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya menjawab sambil tersenyum : tak mungkin, nak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?" tanyanya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya berkata: tak mungkin, nak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lagi-lagi ayahnya berkata : tak mungkin, nak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?" gadis kecil itu bertanya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawab: mmmm..... mungkin bisa, nak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Lalu.... bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ayahnya tertawa dan berkata : Nah, kalau itu pasti bisa, nak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi jam lebih mudah dijalani, ya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Well, sahabatku...hidup akan sangat mudah dijalani dengan memperhatikan dan menjaganya setiap waktu dari jam ke jam...tak ada gading yg tak retak...tapi...jika&lt;br /&gt; dijaga, dipelihara dgn baik, dan dirawat setiap saat..gading retak pun akan jadi pajangan yg indah...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ave Maria !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-884913011767524482?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/884913011767524482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/hidup-satu-jam-tanpa-dosa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/884913011767524482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/884913011767524482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/hidup-satu-jam-tanpa-dosa.html' title='HIDUP SATU JAM TANPA DOSA'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6leFKYJ2c5c/TutTCczxMAI/AAAAAAAAAdk/vSKD-MK8jhc/s72-c/HIDUP%2BTANPA%2BDOSA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-952131957077428537</id><published>2011-12-16T06:16:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:16:25.071-08:00</updated><title type='text'>SEBUAH PINTU TANPA PEGANGAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-mF3wmfD2AJ4/TutSsPZ-4nI/AAAAAAAAAdY/sEK2Z-zg70M/s1600/jesus%2Bmengetuk%2Bpintu.png" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="156" src="http://4.bp.blogspot.com/-mF3wmfD2AJ4/TutSsPZ-4nI/AAAAAAAAAdY/sEK2Z-zg70M/s320/jesus%2Bmengetuk%2Bpintu.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;SEBUAH PINTU TANPA PEGANGAN Adalah sebuah lukisan cantik yang dibuat oleh pelukis terkenal bernama Holman Hunt. Dalam lukisan itu,Jesus terlihat sedang berdiri di sebuah taman sambil memegang sebuah lentera di satu tangan dan tangan lainnya sedang mengetuk sebuah pintu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu teman Holman Hunt berkata padanya,"Holman,kamu telah membuat satu kesalahan. Pintu yang kamu lukis itu tidak mempunyai pegangan.".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Itu bukan kesalahan," jawab si pelukis,"Karena itu adalah Pintu Hati manusia dan Pintu Hati itu hanya bisa dibuka dari dalam".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selamat merayakan HR Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AVE MARIA !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-952131957077428537?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/952131957077428537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/sebuah-pintu-tanpa-pegangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/952131957077428537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/952131957077428537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/sebuah-pintu-tanpa-pegangan.html' title='SEBUAH PINTU TANPA PEGANGAN'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-mF3wmfD2AJ4/TutSsPZ-4nI/AAAAAAAAAdY/sEK2Z-zg70M/s72-c/jesus%2Bmengetuk%2Bpintu.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-3857912005543213085</id><published>2011-12-16T06:13:00.001-08:00</published><updated>2011-12-16T06:13:56.907-08:00</updated><title type='text'>KEBAIKAN HATI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CdYOfAf5SZA/TutSHI_jktI/AAAAAAAAAdM/RzZEQDbeOCY/s1600/kebaikan%2Bhati.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-CdYOfAf5SZA/TutSHI_jktI/AAAAAAAAAdM/RzZEQDbeOCY/s320/kebaikan%2Bhati.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu hari saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranangsiang, Bogor . Pengemudi angkot itu seorang anak muda. Di dalam angkot duduk 7 penumpang, termasuk saya. Masih ada 5 kursi yang belum terisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah jalan, angkot-angkot saling menyalip untuk berebut penumpang. Tapi ada pemandangan aneh. Di depan angkot yang kami tumpangi, ada seorang ibu dengan 3 orang anak berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot yang berhenti di hadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali. Kejadian ini terulang beberapa kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir tentu menjawab “ya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aneh ibu tidak segera naik. Ia bilang “tapi saya dan ke 3 anak saya tidak punya ongkos.” Sambil tersenyum, supir itu menjaawab “gak apa Bu, naik saja”, ketika si Ibu tampak ragu2, supir mengulangi perkataannya “ayo bu, naik saja, gak apa” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terpesona dengan kebaikan Supir angkot yang masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tapi si Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu dan anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai di terminal bis, 4 penumpang gratisan ini turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Supir. Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp.20 ribu. Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp 4.000), Pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya dan 4 penumpang gratisan tadi. “Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu saya benar2 dibuat kagum dengan kebaikan-kebaikan kecil yang saya lihat. Seorang Ibu miskin yang jujur, seorang Supir yang baik hati, dan seorang penumpang yang budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, ternyata masih ada orang yang punya hati mulia dalam dunia yang serba maju sekarang ini. Ada orang yang tidak peduli terhadap dirinya sendiri. Begitu ada sesamanya yang mengalami kesulitan dalam hidup, mereka langsung turun tangan. Mereka membantu dengan ikhlas hati, tanpa perlu diberi penghargaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan hati itu membantu orang lain menemukan sukacita dalam hidupnya. Kebahagiaan itu juga diperoleh melalui hati yang tergerak oleh belas kasihan. Nah, masihkah kita menemukan orang yang mudah tergerak hatinya untuk kebahagiaan sesamanya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap masih ada begitu banyak orang yang mau peduli terhadap sesamanya. Orang seperti ini akan menemukan dalam hidupnya bahwa hidup ini memiliki makna yang begitu dalam dan indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tidak gampang orang memiliki hati yang mudah tergerak oleh belas kasihan. Lebih gampang menemukan orang yang cuek terhadap situasi di sekitarnya. Lebih gampang menjumpai orang yang acuh tak acuh terhadap sesamanya. Orang tega membiarkan sesamanya mengalami penderitaan dalam hidupnya. Banyak orang lebih mudah mencari aman bagi diri mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? Saya sering mendengar orang berkata ah… saya jadi orang katolik yang baik saja, setiap hari Minggu sudah cukup ke gereja. Betulkah itu cukup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau kita bertahan sampai akhir Misa, kita sering mendengar pesan yang disampaikan para Imam pada saat misa Ekaristi selesai “Pergilah kita di utus”. Kata misa dari kalimat Ite Missa Est pada rumus akhir pembubaran Misa. Artinya: Pergilah, kalian diutus!. Diutus apa? Diutus untuk menebarkan kebaikan, membawa sukacita dan kasih kepada sesama melalui perbuatan baik kepada siapa saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diutus tidak hanya pada keluarga kita sendiri, komunitas kita; namun juga kepada orang-orang yang kita jumpai hari ini, kepada orang-orang yang dipercayakan Tuhan untuk kita layani paling tidak untuk kita lakukan pada seminggu berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bijak berkata, “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang.” Artinya, orang yang baik hati itu mesti menampakkan kebaikannya dalam hidup yang nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AVE MARIA !!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip sebagian dari: FIAT VOLUNTAS TUA dan INSPIRASI HARI INI)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-3857912005543213085?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/3857912005543213085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/kebaikan-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3857912005543213085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3857912005543213085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/12/kebaikan-hati.html' title='KEBAIKAN HATI'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-CdYOfAf5SZA/TutSHI_jktI/AAAAAAAAAdM/RzZEQDbeOCY/s72-c/kebaikan%2Bhati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4848472622835960962</id><published>2011-11-17T06:04:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T06:04:33.471-08:00</updated><title type='text'>Lebih dari sekadar Hadiah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wNEy8g50kGc/TsUUYQ7lWbI/AAAAAAAAAdA/cw6j9jH9hE0/s1600/Lebih%2Bdari%2Bsekadar%2BHadiah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="198" src="http://2.bp.blogspot.com/-wNEy8g50kGc/TsUUYQ7lWbI/AAAAAAAAAdA/cw6j9jH9hE0/s320/Lebih%2Bdari%2Bsekadar%2BHadiah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang laki-laki pergi ke luar negeri untuk bekerja dan meninggalkan gadis tunangannya tersedu-sedu. "Jangan khawatir, aku akan menulis surat untukmu setiap hari", katanya. Selama bertahun-tahun laki-laki itu memang menulis surat untuk tunangannya. Tetapi karena dia senang dengan pekerjaannya, dia tidak merencanakan untuk pulang dalam waktu dekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, dia menerima undangan pernikahan. Ternyata kekasihnya akan segera menikah. Dengan siapa ? Dengan tukang pos yang tiap hari mengantar surat yang dia tulis. Jarak pemisah telah membuat hati berubah. &lt;br /&gt;Lelaki malang itu merenung, "Lho, apa salahku. Aku mengiriminya surat-surat, coklat, dan bahkan bunga-bunga". Ketika dalam suatu hubungan terjadi masalah, daftar barang-barang yang telah diberikan atau hal-hal yang telah dilakukan untuk seseorang, akan tiba-tiba muncul untuk dipermasalahkan. Kita akan berkata "Saya telah memberimu ini dan itu... Saya telah melakukan semuanya demi kamu". Tampaknya cinta dapat dibuktikan secara mudah hanya dengan pemberian hadiah-hadiah dan perbuatan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, walaupun hadiah-hadiah itu penting juga, cinta memerlukan hal yang mendasar: KEHADIRAN. Kehadiran sang kekasih, kehadiran orang yang dicintai. Pengamatan saya terhadap anggrek ibu saya dapat dijadikan contoh. Saat ibu saya pergi agak lama, bunga-bunga itu tampak tak subur dan banyak diantaranya yang layu. Tapi saat ia kembali hadir, bunga-bunga itu mekar dengan indahnya. Padahal ibu saya tidak melakukan hal-hal yang luar biasa. Ia hanya memberikan banyak waktunya untuk berbicara dan merawat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira, orang lebih memerlukan kehadiran perhatian dan kepedulian. Cinta secara fundamental adalah sebuah komitmen terhadap seseorang. Kita dapat mempunyai komitmen terhadap bisnis, pekerjaan, hobi, olahraga, maupun keanggotaan di klub, tetapi dapat dikatakan dengan tegas: semua itu tidak dapat mencintai kita. Hanya orang lain yang dapat membalas cinta kita, dan untuk itu, komitmen tertinggi sebagai manusia adalah memberikan waktu kita dengan orang yang kita cintai. Dan karena manusia memerlukan kasih sayang dan makanan, hadiah-hadiah material hanya dapat - secara terbatas - membantu untuk mengembangkan cinta. Tapi itu semua tidak dapat menggantikan kehadiran pribadi, yang merupakan hadiah terbesar! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martha sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dia yakin harus bekerja keras, karena ia mencintai ayahnya yang sedang sakit kanker. Dia harus membeli obat-oabatan yang mahal. Saudara-saudaranya yang lain tetap tinggal dengan ayah mereka hampir setiap saat. Mereka memandikannya, bernyanyi untuknya, menyuapi makan, ataupun sekedar menemani sang ayah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Martha sakit hati. Dia mendengar sang ayah berkata kepada ibunya, "Semua anak-anak kita mencintaiku kecuali Martha". "Bagaimana mungkin?", pikir Martha. "Bukankah aku yang bekerja mati-matian untuk mendapatkan uang guna membeli semua obat-obatan? Saudara-saudaraku bahkan tidak berbagi sebesar yang aku berikan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Martha pulang larut malam seperti biasanya. Dia mengintip untuk pertama kalinya, ke dalam kamar di mana ayahnya berbaring. Dia melihat ayahnya masih terjaga, maka dia memutuskan untuk datang mendekat di samping tempat tidur ayahnya. Ayahnya memegang kedua tangan Martha dan berkata, "Aku merindukanmu. Aku sudah tidak punya banyak waktu lagi. Tinggalah dan temani aku". Dan itu yang ia lakukan, semalaman ia tinggal menemani ayahnya, berpegang, menggenggam tangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya martha berkata pada semua orang, "Aku mengambil cuti. Aku ingin menemani Ayah. Mulai saat ini aku akan memandikan dan bernyanyi untuknya". Sebuah senyum bahagia muncul menghias wajah ayahnya. Kali ini ia tahu Martha mencintainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4848472622835960962?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4848472622835960962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/lebih-dari-sekadar-hadiah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4848472622835960962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4848472622835960962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/lebih-dari-sekadar-hadiah.html' title='Lebih dari sekadar Hadiah'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wNEy8g50kGc/TsUUYQ7lWbI/AAAAAAAAAdA/cw6j9jH9hE0/s72-c/Lebih%2Bdari%2Bsekadar%2BHadiah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-2809343171448055073</id><published>2011-11-17T06:02:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T06:02:24.211-08:00</updated><title type='text'>PAY IT FORWARD</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-L4aHHzI8Weg/TsUTzwZsC-I/AAAAAAAAAc0/ffk-YRdOis8/s1600/pay%2Bit%2Bforward.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-L4aHHzI8Weg/TsUTzwZsC-I/AAAAAAAAAc0/ffk-YRdOis8/s320/pay%2Bit%2Bforward.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film "PAY IT FORWARD" bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: "PAY IT FORWARD"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Percobaanpun dimulai :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor. Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya "PAY IT FORWARD, MOM"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi kerumah ibunya (nenek si revor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :"PAY IT FORWARD,MOM"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : "PAY IT FORWARD,SON".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis ke ci l yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis ke ci l begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis ke ci l : "PAY IT FORWARD, SIR"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ayah si gadis ke ci l yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan: "PAY IT FORWARD"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah "PAY IT FORWARD" tersebut, jiwa kewartawa nanny a mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak ke ci l ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua p emi rsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul dihalaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka ci ta terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan didalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: "PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain yang ada disekitarmu) "&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-2809343171448055073?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/2809343171448055073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/pay-it-forward.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2809343171448055073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2809343171448055073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/pay-it-forward.html' title='PAY IT FORWARD'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-L4aHHzI8Weg/TsUTzwZsC-I/AAAAAAAAAc0/ffk-YRdOis8/s72-c/pay%2Bit%2Bforward.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-7586648243446020819</id><published>2011-11-17T05:59:00.001-08:00</published><updated>2011-11-17T05:59:47.238-08:00</updated><title type='text'>ARTI SEBUAH KESEMPURNAAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-qmZTclnYd0o/TsUTTFTxcQI/AAAAAAAAAco/eGbz55F28qg/s1600/ARTI%2BSEBUAH%2BKESEMPURNAAN.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="288" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-qmZTclnYd0o/TsUTTFTxcQI/AAAAAAAAAco/eGbz55F28qg/s320/ARTI%2BSEBUAH%2BKESEMPURNAAN.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang lelaki yg sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya.Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tsb menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung ; mana yang paling sempurna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani," Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari berikutnya ia pergi dgn anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,"Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,"inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya " Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?""&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Petani menjawab," Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu Ia sudah hamil duluan....."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-7586648243446020819?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/7586648243446020819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/arti-sebuah-kesempurnaan.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7586648243446020819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7586648243446020819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/arti-sebuah-kesempurnaan.html' title='ARTI SEBUAH KESEMPURNAAN'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-qmZTclnYd0o/TsUTTFTxcQI/AAAAAAAAAco/eGbz55F28qg/s72-c/ARTI%2BSEBUAH%2BKESEMPURNAAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-8053016968582942834</id><published>2011-11-17T05:57:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T05:57:27.486-08:00</updated><title type='text'>PIKULAH SALIBMU DAN IKUTILAH AKU</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iqfqvA1RqmY/TsUSt5wxAnI/AAAAAAAAAcc/sJpq7U_8s3g/s1600/PIKULAH%2BSALIBMU%2BDAN%2BIKUTILAH%2BAKU.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="256" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-iqfqvA1RqmY/TsUSt5wxAnI/AAAAAAAAAcc/sJpq7U_8s3g/s320/PIKULAH%2BSALIBMU%2BDAN%2BIKUTILAH%2BAKU.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Matius 10:38. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Martin Luther King Jr mengatakan bahwa "kekristenan" menekankan bahwa salib selalu mendahului mahkota, artinya orang percaya sejati mesti mau memikul salib, kalau perlu, sampai salib itu meninggalkan luka yang perih, sebab kata kebahagiaan hanya dapat dimasuki melalui jalan penderitaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pepatah mengatakan "no pain no gain", tanpa perjuangan tidak ada pencapaian, tiada mahkota tanpa salib, tiada kemuliaan dalam Tuhan tanpa penderitaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi persoalannya siapa yang mau menderita, siapa yang mau mengalami kesakitan ? Hampir semua orang ingin yang sebaliknya, oleh karena itu "teologi kesehatan dan kemakmuran" sangat diminati orang banyak.&lt;br /&gt; Yang perlu kita camkan adalah kalau penderitaan atau masalah atau kesakitan menghampiri kita, tidak berarti kita tidak rohani.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang wajar apabila dalam penderitaan dan kesakitan, kita menerimanya dengan rintihan, kegetiran bahkan kegeraman.&lt;br /&gt; Monica Hellwig, seorang biarawati Katolik, mengatakan bahwa penderitaan dan kesakitan membuat orang sadar akan ketergantungannya kepada Allah dan kepada sesamanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain itu penderitaan dan kesakitan mengajarkan kesabaran, lebih rendah hati, membuat orang lebih menekankan kooperasi dari pada kompetisi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;David Watson waktu menderita kanker usus, mengumpulkan teman-temannya &lt;br /&gt;untuk berdoa dengan keyakinan penuh agar terjadi mujizat kesembuhan.&lt;br /&gt; Namun ia tidak sembuh dan akhirnya ia menyadari bahwa yang ia butuhkan adalah "iman yang menopang untuk mengajarkannya menghadapi kesakitan dan penderitaan" seperti iman Ayub.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan Yesus memberkati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-8053016968582942834?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/8053016968582942834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/pikulah-salibmu-dan-ikutilah-aku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8053016968582942834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8053016968582942834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/pikulah-salibmu-dan-ikutilah-aku.html' title='PIKULAH SALIBMU DAN IKUTILAH AKU'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-iqfqvA1RqmY/TsUSt5wxAnI/AAAAAAAAAcc/sJpq7U_8s3g/s72-c/PIKULAH%2BSALIBMU%2BDAN%2BIKUTILAH%2BAKU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-5972259573669090300</id><published>2011-11-17T05:54:00.001-08:00</published><updated>2011-11-17T05:54:46.474-08:00</updated><title type='text'>HOMO HOMINI LUPUS</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ooUcQhqAjMI/TsUSH7P0GRI/AAAAAAAAAcQ/RA-g5_rxCqY/s1600/homo.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="237" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-ooUcQhqAjMI/TsUSH7P0GRI/AAAAAAAAAcQ/RA-g5_rxCqY/s320/homo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tahukah Anda, Jika Anda memberi makan pada seseorang setiap hari. Maka orang tersebut lama kelamaan akan terbiasa dan tidak menghargainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Suatu saat Anda tidak bisa/sanggup memberinya makan lagi, maka orang tersebut akan menyalahkanmu, bahkan dengan alasan lapar akan memakanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HOMO HOMINI LUPUS&lt;br /&gt; Manusia menjadi serigala bagi manusia lain.&lt;br /&gt; ============================&lt;br /&gt; Anehnya, manusia justru akan sangat berterima kasih kepada siapa saja yg menolongnya ketika dia susah atau sekali-sekali menolongnya, daripada siapa yang senantiasa memeliharanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Allah yang meberikan hidup dan segalanya akan menjadi dibenci/disalahkan ketika manusia itu mengalami kesusahan/penderitaan. Manusia akan berpaling kepada yang "BUKAN ALLAH", untuk meminta pertolongan dan bersyukur kepadanya bahkan menyerahkan hidup yang dianugerahkan ALLAH kepada yang "BUKAN ALLAH".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maukah Anda menjadikan hidupmu serupa dengan ALLAH, yang senantiasa menolong sesama, walaupun mereka pada akhirnya akan menyalahkanmu dan tidak menghargainya lagi bahkan akan MENYALIBKANMU ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Homo Homini Lupus atau Homo Homini Socius ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AVE MARIA !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-5972259573669090300?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/5972259573669090300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/homo-homini-lupus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5972259573669090300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5972259573669090300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/homo-homini-lupus.html' title='HOMO HOMINI LUPUS'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ooUcQhqAjMI/TsUSH7P0GRI/AAAAAAAAAcQ/RA-g5_rxCqY/s72-c/homo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-7308076089515100876</id><published>2011-11-17T05:52:00.001-08:00</published><updated>2011-11-17T05:52:57.814-08:00</updated><title type='text'>HUKUM TRUK SAMPAH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2j7YTu5iaNE/TsURqtaqWlI/AAAAAAAAAcE/U8sQ6DCFBu4/s1600/HUKUM%2BTRUK%2BSAMPAH.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-2j7YTu5iaNE/TsURqtaqWlI/AAAAAAAAAcE/U8sQ6DCFBu4/s320/HUKUM%2BTRUK%2BSAMPAH.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu hari saya naik sebuah taxi menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yg benar, ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dr tempat parkir tepat di depan kami, Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.&lt;br /&gt; Pengemudi mobil hitam tsb mengeluarkan kepalanya &amp; memaki maki ke arah kami.&lt;br /&gt; Supir taxi hanya tersenyum &amp; melambai pada orang tersebut. Saya sangat heran dgn sikapnya yg bersahabat.&lt;br /&gt; saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya ? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit !"&lt;br /&gt; Saat itulah saya belajar dr supir taxi tersebut mengenai apa yg saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah". Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan ,kekecewaan. Seiring dgn semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat utk membuangnya &amp; seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup. Jgn ambil sampah mereka utk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui di tempat kerja, di rumah atau dlm perjalanan. Intinya, orang yg sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hidup ini terlalu singkat utk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka kasihilah orang yg memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yg tidak.&lt;br /&gt; Hidup itu 10% mengenai apa yg kau buat dengannya dan 90% ttg bagaimana kamu MENYIKAPINYA ... YOU CHOOSE TO BE HAPPY OR GRUMPY ..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;IT'S JUST A MATTER OF CHOICE !!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi ttg bagaimana belajar menari dlm hujan.&lt;br /&gt; Jangan pernah menghakimi org lain&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Biarlah kita menjadi pribadi bijak,&lt;br /&gt; Dan mencoba introspeksi diri,&lt;br /&gt; Dan mencoba belajar mengerti org lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati hidup &amp; bebas dari "sampah"&lt;br /&gt; Have a positive day for better tomorrow&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AVE MARIA !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-7308076089515100876?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/7308076089515100876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/hukum-truk-sampah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7308076089515100876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7308076089515100876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/hukum-truk-sampah.html' title='HUKUM TRUK SAMPAH'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2j7YTu5iaNE/TsURqtaqWlI/AAAAAAAAAcE/U8sQ6DCFBu4/s72-c/HUKUM%2BTRUK%2BSAMPAH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-2108504739925191042</id><published>2011-11-17T05:50:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T05:50:17.750-08:00</updated><title type='text'>PERNAHKAH..</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-97drDBcVh24/TsUREkM61TI/AAAAAAAAAb4/YNGB2DJHWHI/s1600/pernahkah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="257" src="http://4.bp.blogspot.com/-97drDBcVh24/TsUREkM61TI/AAAAAAAAAb4/YNGB2DJHWHI/s320/pernahkah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pernahkah...&lt;br /&gt; saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang? &lt;br /&gt;Itu adalah Allah...&lt;br /&gt; yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk hatimu...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pernahkah...&lt;br /&gt; saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak Ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?&lt;br /&gt; Itulah saatnya di mana Allah ingin agar kamu berbicara padaNYA...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pernahkah...&lt;br /&gt; kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, dan tiba-tiba orang tersebut muncul atau kamu bertemu dengannya atau menerima telepon darinya? &lt;br /&gt;Itu adalah Kuasa Allah yang sedang menghiburmu. Tidak ada namanya kebetulan...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pernahkah ...&lt;br /&gt; kamu mengharapkan sesuatu yang tidak terduga... yang selama ini kamu inginkan... tapi rasanya sulit untuk didapatkan?&lt;br /&gt; Itu adalah Allah.....&lt;br /&gt; yang mengetahui dan mendengar suara batinmu...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pernahkah ...&lt;br /&gt; kau berada dalam situasi yang buntu... semua terasa begitu sulit... begitu tidak menyenangkan... hambar... kosong... bahkan menakutkan...?&lt;br /&gt; Itu adalah saat di mana Allah mengijinkan kamu diuji, supaya kamu menyadari KeberadaanNYA, Karena Allah tahu mungkin kamu sudah mulai melupakanNYA dalam kesenangan duniawi... &lt;br /&gt;Sering Allah mendemonstrasikan Kasih dan Kuasanya di dalam area di mana saat manusia merasa dirinya tak mampu...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah kau pikir tulisan ini hanya iseng terbaca olehmu..?&lt;br /&gt; TIDAK! Sekali lagi TIDAK ada yang kebetulan...&lt;br /&gt; Melalui tulisan ini, Allah sedang memikirkanmu...&lt;br /&gt; Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu....&lt;br /&gt; Rasakan kehadiranNYA..,&lt;br /&gt; Dengarkan suaraNYA yang berkata : "Jangan Khawatir.. AKU ada disini bersamamu..!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika aku melihat nama-nama Fan Page ini, aku bersyukur pada Allah karena aku bisa mengenal kamu...&lt;br /&gt; Tersenyumlah... &lt;br /&gt;Selalu ingatlah kepada Allah...&lt;br /&gt; Allah tidak pernah jauh dari kita....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-2108504739925191042?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/2108504739925191042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/pernahkah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2108504739925191042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2108504739925191042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/pernahkah.html' title='PERNAHKAH..'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-97drDBcVh24/TsUREkM61TI/AAAAAAAAAb4/YNGB2DJHWHI/s72-c/pernahkah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-1293475175858090865</id><published>2011-11-17T05:48:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T05:48:22.186-08:00</updated><title type='text'>Sebuah Kutipan dari Kompasiana</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--Ay237I_s7I/TsUQkZZtv3I/AAAAAAAAAbs/VY-RK98YeHg/s1600/Sebuah%2BKutipan%2Bdari%2BKompasiana.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/--Ay237I_s7I/TsUQkZZtv3I/AAAAAAAAAbs/VY-RK98YeHg/s320/Sebuah%2BKutipan%2Bdari%2BKompasiana.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Konfrater, ada satu menarik, dalam prosesi perarakan patung bunda maria yang diceritakan kepada saya oleh mas Dedi (mydy nusa). Menambahkan dari yang dituliskan dalam email mas Dedi bahwa 1) dalam latihan, 4 orang memanggul patung dengan ringan tapi saat perarakan sesungguhnya mereka merasakan sangat berat sehingga saat masuk pintu gerbang mereka menurunkan dari pundak dan menahan dengan tangan. 2) Ada fotografer yang berusaha mengambil foto dari depan namun selalu kabur. Dia pikir lensa yang rusak, karna tidak bisa maka ia hanya mengambil dipinggir pinggir saja dan hasil baik. 3) Mas Dedi telah bertanya sahabatnya, fotografer yang relatif profesional, apakah karena efek cahaya lilin? Dia mengatakan bahwa jika cahaya lilin tidak mungkin, apalagi terlihat tampak seperti cahaya. Yang menarik, bahwa dalam cahaya ysb seperti halnya gambar Yesus yg sedang duduk di atas tandu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Konfrater, ini hanya menyampaikan hal yang cukup ramai dibicarakan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rm. Setiadi, SCJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (Respon):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Vincentia Firsta Riani: itu dimana romo lokasinya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu pukul 20:39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yacinta Restuningtyas Saraswati: perarakan dimana Romo….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu pukul 20:47&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Agustinus Riyanto Scj: Itu di Gereja Ratu Rosari Jambi dan tulisan di atas adalah tulisan Romo yang berkarya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu pukul 20:48 · 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anastasia Pmy Van MBasin: kayak bayangan orang duduk di tandu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu pukul 20:53&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maria Paulina bagus skli mo, perarakan ini, sy terkadang iri koq dikotaq g pernah ada ya mo…slmt malam n slm damai sllu GBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu pukul 20:54&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; August Sugioto: Puji Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu pukul 20:55 · 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Joyce Jozefa Widjaja: Patung ini kah yang dulu digotong masuk ke Atma jaya jakarta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu pukul 21:29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yasinta Friska: kyk penampakan nya Yesus, pk jubah putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu pukul 22:32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Frans Christine Appel: saya membaca,,,, seluruh tubuh dan urat bergerak dengan cepat….. memang Dia…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu pukul 22:33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Markus Lamiyo: mujizat itu nyata….GBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu pukul 22:34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wan Ping : Terpujilah Tuhan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu pukul 22:43&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mathilda Susanna Hoswandi: Rm….itu roh kudus yg turun ke patung Bunda Maria… Sungguh bahagia yg bisa menandunya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu pukul 22:50&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Henriette Wung we should be proud that we are Christian and devote to Mother Mary and do love sweet Lord Jesus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kamis pukul 4:27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Zhuzhu Sitindaon terpujilah Tuhan untuk selama2nya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kamis pukul 6:39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Papi Orenz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Salam sejahterah dan salam kenal dalam kasih Kristus, kami tidak menyangka bahwa foto yang kami tag beberapa waktu lalu, menjadi booming dan mendapat respon dari berbagai kalangan.Foto ini kami rasakan sebagai peristiwa iman bagi umat di Paroki kami. Gambar ini diambil pada prosesi perarakan patung Bunda Maria di Gereja Maria Ratu Rosario Payo Selincah Jambi. Foto diambil pada perayaan Penutupan bulan Rosario dan peringatan 4 tahun Gereja tersebut. Foto ini diambil oleh fotografer amatiran, Yohanes Sukadi, dengan menggunakan camera pocket olympus 8 MP, pada tanggal 31 Oktober 2011, pk. 19.00 WIB. Jika ingin konfirmasi lebih lanjut dapat menghubungi Bp.Yohanes Sukadi umat Paroki St. Teresia Jambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kamis pukul 8:47 · 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Agustinus Riyanto Scj Semoga semakin meneguhkan iman umat terutama di selincah dan menyemangati untuk berjuang membangun paroki. Salam dan berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kamis pukul 8:56 · 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Papi Orenz terima kasih Romo Agustinus Riyanto SCJ, sampaikan salam hormat dari saya buat Romo Marwoto, SCJ (Loren dan Keluarga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kamis pukul 8:59&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Erma Suryaningrum Mo,ijin simpan fotonya…maturnuwun…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kamis pukul 15:26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Antonius Wagino Dapat dimaknai sebagai tanda tumbuh dan berkembangya suatu paguyuban sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kamis pukul 22:40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lani Hardjono Romo..saya melihat foto ini baguuus sekali…benar terlihat foto Tuhan Yesus sedang duduk seolah olah menamani bunda Maria..Ijin share ya romo.Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 12 jam yang lalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber:Agustinus Riyanto Scj&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-1293475175858090865?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/1293475175858090865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/sebuah-kutipan-dari-kompasiana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1293475175858090865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/1293475175858090865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/sebuah-kutipan-dari-kompasiana.html' title='Sebuah Kutipan dari Kompasiana'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--Ay237I_s7I/TsUQkZZtv3I/AAAAAAAAAbs/VY-RK98YeHg/s72-c/Sebuah%2BKutipan%2Bdari%2BKompasiana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6997447143931140934</id><published>2011-11-17T05:45:00.001-08:00</published><updated>2011-11-17T05:45:42.004-08:00</updated><title type='text'>Kisah Burung yg kedinginan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6RCISgmhGBg/TsUP9Mo8BiI/AAAAAAAAAbg/rsAA812hf58/s1600/Kisah%2BBurung%2Byg%2Bkedinginan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="309" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-6RCISgmhGBg/TsUP9Mo8BiI/AAAAAAAAAbg/rsAA812hf58/s320/Kisah%2BBurung%2Byg%2Bkedinginan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal. Dia sungguh sungguh tidak percaya. "Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih," kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja. "Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya "&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada malam Natal, istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka. "Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya. "Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan. Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar. Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya. Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin. Mereka telah terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir pria itu. Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka? Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan te mpat berlindung yang hangat. Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk ke dalam. Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana- emari, malah menjauhi kandang yang hangat itu. "Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan," kata pria itu pada dirinya sendiri, "dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya. Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat&lt;br /&gt; membawa mereka pada tempat yang aman."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi. Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah. Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, "Sekarang saya mengerti," bisiknya dengan terisak. "Sekarang saya mengerti mengapa ENGKAU mau menjadi manusia."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6997447143931140934?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6997447143931140934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/kisah-burung-yg-kedinginan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6997447143931140934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6997447143931140934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/kisah-burung-yg-kedinginan.html' title='Kisah Burung yg kedinginan'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6RCISgmhGBg/TsUP9Mo8BiI/AAAAAAAAAbg/rsAA812hf58/s72-c/Kisah%2BBurung%2Byg%2Bkedinginan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-7893928404280721561</id><published>2011-11-17T05:43:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T05:43:01.554-08:00</updated><title type='text'>KISAH SEORANG ANAK KECIL</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-DMgmFbBwePc/TsUPVpVCqxI/AAAAAAAAAbU/RW7mTdpYlp4/s1600/KISAH%2BSEORANG%2BANAK%2BKECIL.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-DMgmFbBwePc/TsUPVpVCqxI/AAAAAAAAAbU/RW7mTdpYlp4/s320/KISAH%2BSEORANG%2BANAK%2BKECIL.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sekitar tahun lalu, saya melayani seorang anak kecil berumur 5 tahun untuk mengisi libur musim panas sebagai Babysitter. Dan masa itu adalah pekerjaan musim panas yang paling berkesan ! Maddie dan saya selalu berjalan jalan di taman setiap hari setelah makan siang. Maddie suka bermain ayunan dan perosotan di taman itu. Walaupun masih kecil, Maddie mempunyai hati yang baik, dan dia selalu membuat saya terkejut pada kasihya terhadap orang lain. Kedua orang tuanya pun juga sama - Selalu ada damai sejahtera diantara mereka. Saya selalu bertanya, mengapa mereka sangat berbeda dari orang orang lain?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu hari di taman itu, saya sedang mendorong Maddie yang bermain ayunan, dan kami mendengar banyak anak anak kecil tertawa. Kami melihat ada sekelompok anak anak yang berkumpul di sebuah tempat di taman itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maddie menyetop ayunannya, dan ingin pergi kesana untuk melihat apa yang sedang mereka tertawakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kami berjalan, dan seorang anak laki-laki lari menuju Maddie dan mengatakan, "Ayo ke sini dan lihat orang perempuan aneh ini! Ia kotor dan berbau, menangis lagi!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maddie mendorong anak laki laki itu, dan menuju ke seorang wanita yang sedang duduk di tanah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wanita itu kelihatannya berumur sekitar 50 tahun, walaupun kemungkinan umurnya lebih muda. Karena terlihat kehidupannya sangat susah, dan anak laki-laki itu benar, orang itu berbau dan kotor. Suatu hal yang akan ku pikir akan kulakukan adalah memegang Maddie dan menyingkirkannya dari orang itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika saya mencarinya, ternyata Maddie sudah duduk di samping wanita itu, dan memegang tangan orang itu. Orang itu melihat kepada Maddie dan tersenyum. Untuk beberapa detik lamanya orang itu rasanya tidak lagi berbau dan kotor, dia cantik!! Anak-anak yang lain akhirnya meninggalkan orang itu, dan Maddie memeluk orang itu, lalu Maddie meninggalkannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sepanjang jalan, Maddie menggumamkan sebuah nyanyian, dan berlompat-lompat kecil, sesuai kebiasaannya. Ia gembira, sepertinya tidak memikirkan kesusahan. Saya menunggu Maddie mengatakan sesuatu tentang wanita itu, tetapi ia tidak mengatakan sepatah katapun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya ketika sampai di rumah, saya tidak tahan lagi. Saya menghampiri Maddie dan berkata, "Mengapa kamu lakukan itu?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maddie bertanya balik, "Melakukan apa Julie ?" dan saya jawab, "Mengapa kamu memegang tangan dan memeluk orang itu sedangkan anak anak lain menertawainya dan menakut-nakutinya?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maddie menatap saya dan berkata, "Julie, Yesus tidak akan memperlakukan wanita itu seperti itu. Setiap orang menertawakan dan memperlakukan Yesus seperti apa yang mereka perbuat, tapi apa yang Yesus telah perbuat ! Dia sudah mati untuk kita di kayu salib.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setiap kali saya melihat seseorang dipermalukan seperti itu, saya selalu pergi menemuinya, memeluk mereka, dan mengatakan bahwa Yesus mencintai mereka, hal itu selalu membuat mereka merasa menjadi lebih baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya yang berumur 23 tahun, seharusnya lebih pintar ! Tetapi anak berumur 5 tahun ini mengetahui lebih banyak daripada saya. Dan itulah Maddie !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yesus, datang ke dunia yang kotor dan dingin ini, ditertawakan, diludahi, tetapi Dia mati untuk kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya berubah mulai hari itu, dunia terlihat berbeda, dan hal itu dikarenakan seorang anak perempuan kecil berumur 5 tahun yang telah memperlihatkan apa arti sebenarnya Kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-7893928404280721561?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/7893928404280721561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/kisah-seorang-anak-kecil.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7893928404280721561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7893928404280721561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/kisah-seorang-anak-kecil.html' title='KISAH SEORANG ANAK KECIL'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-DMgmFbBwePc/TsUPVpVCqxI/AAAAAAAAAbU/RW7mTdpYlp4/s72-c/KISAH%2BSEORANG%2BANAK%2BKECIL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-2401219337545444813</id><published>2011-11-17T05:40:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T05:40:48.316-08:00</updated><title type='text'>BERHATI-HATILAH DENGAN PERKATAANMU...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-IhcJ-Y-H7m8/TsUOzxqUsiI/AAAAAAAAAbI/mOJIxYjLm30/s1600/BERHATI-HATILAH%2BDENGAN%2BPERKATAANMU....jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="236" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-IhcJ-Y-H7m8/TsUOzxqUsiI/AAAAAAAAAbI/mOJIxYjLm30/s320/BERHATI-HATILAH%2BDENGAN%2BPERKATAANMU....jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya baru saja menyelesaikan kesaksian pribadi saya di hadapan sekelompok wanita pengusaha, dan sedang berada di kamar kecil, ketika seorang wanita melangkah masuk. "Anda ingat saya?" tanyanya. Saya menatap tanda pengenalnya, tetapi baik wajah maupun namanya tampak asing bagi saya. "Maaf," kata saya, tetapi ia memotong kata-kata saya. "Lima tahun yang lalu, anda menulis surat yang sangat kasar kepada saya. Surat itu sangat melukai saya, dan saya menyimpannya selama bertahun-tahun, berharap suatu hari saya akan bertemu anda lagi." Wajah saya memerah saat saya bergumul dengan rasa malu dan bingung. Saya tidak mengerti apa maksud wanita ini, dan saya tidak dapat berpikir jernih. "Saya memiliki toko barang antik," ia melanjutkan, "dan setelah berbelanja di toko saya, anda menulis surat yang mengeluhkan sikap saya yang kasar." Terguncang mendengar tuduhannya, saya hanya dapat memikirkan satu hal yang dapat saya lakukan. Saya memegang tangannya dan berkata, "Saya sangat menyesal telah menyakiti anda. Maafkan saya." Wanita itu menarik tangannya, mengangguk, lalu melangkah pergi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya bergegas menuju mobil saya, sebelum air mata saya bercucuran. Kata-kata saya telah begitu melukai seseorang, sehingga orang itu mengingatnya selama lima tahun, dan saya bahkan tidak dapat mengingat kejadian itu! Saya pasti kedengaran seperti seorang munafik saat ia mendengarkan pidato saya tadi. Saya menyandarkan kepala ke setir dan menangis terisak-isak. "Tuhan, ampuni saya karena kata-kata saya yang ceroboh."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Malam harinya, saat saya membaca kembali buku harian saya, saya menemukan catatan tentang kejadian itu. Wanita itu telah mengritik dengan suara keras seorang teman saya yang berbelanja bersama saya, karena telah menyentuh sebuah vas. Ia telah mempermalukan kami, membuat kami merasa seperti anak-anak jahil. Dulu, saya pikir surat itu tidak salah, ia pantas menerimanya! Saya benar- benar ingin membuatnya merasa tidak enak, seperti yang telah dilakukannya terhadap kami.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak lama kemudian, saya membaca di dalam Alkitab, mengenai seorang wanita yang tertangkap basah melakukan perzinahan. Ketika orang-orang Farisi menyeret wanita ini ke hadapan Kristus, Ia malah menegur orang-orang Farisi ini, bukan wanita itu. Setelah orang-orang Farisi meninggalkan Kristus sendirian bersama wanita itu, Ia bertanya ke mana orang-orang yang menuduhnya tadi dan apakah mereka menghukumnya. "Tidak satu pun, tuan" katanya. "Aku pun tidak menghukum engkau" kata Yesus. "Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi." (Yohanes 8:11) Perbedaan antara kedua konfrontasi ini begitu jelas! Yesus menyerang wanita ini dengan cara yang membuat wanita tersebut tetap terbuka padaNya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya menyerang pemilik toko itu dengan cara yang membangun tembok kebencian. Saya merindukan kesempatan lain untuk berada bersama wanita itu di kamar kecil. Saya telah memperoleh pelajaran yang berharga. Di dalam proses, saya telah melihat cara-cara lain yang lebih ramah untuk mengucapkan hal yang sama. Kata-kata terlalu berharga untuk dilontarkan tanpa dipikirkan baik-baik. Jika di- gunakan dengan ceroboh, kata-kata dapat membangun kesenjangan. Tetapi jika digunakan dengan hati-hati, kata-kata dapat menjembatani menuju Kristus... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya Mathers&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-2401219337545444813?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/2401219337545444813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/berhati-hatilah-dengan-perkataanmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2401219337545444813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2401219337545444813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/berhati-hatilah-dengan-perkataanmu.html' title='BERHATI-HATILAH DENGAN PERKATAANMU...'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-IhcJ-Y-H7m8/TsUOzxqUsiI/AAAAAAAAAbI/mOJIxYjLm30/s72-c/BERHATI-HATILAH%2BDENGAN%2BPERKATAANMU....jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-7667027309268275380</id><published>2011-11-07T09:51:00.001-08:00</published><updated>2011-11-07T09:51:14.064-08:00</updated><title type='text'>Kata Bijak Mengenai Doa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NLrHQ-IybaY/TrgairLpEfI/AAAAAAAAAa8/FWfDhJyJPAI/s1600/Praying-Hands.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="214" src="http://2.bp.blogspot.com/-NLrHQ-IybaY/TrgairLpEfI/AAAAAAAAAa8/FWfDhJyJPAI/s320/Praying-Hands.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Janganlah aku berdoa agar diluputkan dari bahaya tetapi agar berani untuk menghadapinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah aku bermohon untuk dihindarkan dari kepedihan tetapi agar mampu menaklukkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah aku mencari teman senasib dalam pergumulan hidup ini tetapi agar mampu berjuang dengan daya upayaku sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah aku meminta agar diselamatkan dari keterasingan tetapi agar dengan sabar melangkah menuju ke kebebasanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janjikanlah padaku agar aku tidak menjadi seorang pengecut: Tidak hanya sanggup merasakan keagunganMu dalam keberhasilanku tetapi juga dapat merasakan genggamanMu di dalam kegagalanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh Rabindranath Tagore (penyair India, 1861-1941) dalam bukunya Gitanjali bab ke 79&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-7667027309268275380?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/7667027309268275380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/kata-bijak-mengenai-doa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7667027309268275380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7667027309268275380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/kata-bijak-mengenai-doa.html' title='Kata Bijak Mengenai Doa'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-NLrHQ-IybaY/TrgairLpEfI/AAAAAAAAAa8/FWfDhJyJPAI/s72-c/Praying-Hands.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4166471011063459220</id><published>2011-11-07T09:50:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T09:50:05.823-08:00</updated><title type='text'>SIAPA YANG AKAN MENGAMBIL SANG ANAK?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-J5nu7_QnP48/TrgaRpbnDCI/AAAAAAAAAaw/hO7WaSMbjbk/s1600/WHO%25E2%2580%2599LL%2BTAKE%2BTHE%2BSON.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-J5nu7_QnP48/TrgaRpbnDCI/AAAAAAAAAaw/hO7WaSMbjbk/s320/WHO%25E2%2580%2599LL%2BTAKE%2BTHE%2BSON.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang kaya dan anaknya gemar mengkoleksi karya -karya seni langka seperti Picasso sampai Raphael. Mereka sering duduk bersama dan mengagumi keindahan karya seni tersebut. Pada saat konflik Vietnam pecah, sang anak pergi ke medan perang. Dia sangat pemberani dan gugur di dalam pertempuran pada saat menolong prajurit lain. Sang ayah diberitahukan mengenai kabar anaknya dan sangat bersedih hati untuk anak satu-satunya itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebulan kemudian, tepat sebelum hari natal, ada ketukan dipintu rumah orang kaya itu. Seorang anak muda berdiri didepan pintu dengan bungkusan yang sangat besar ditangannya. Anak muda itu berkata, “Tuan, anda tidak mengenal saya, tetapi saya adalah prajurit yang telah diselamatkan oleh anak anda dengan mengorbankan nyawanya. Anak anda menyelamatkan bayak orang pada hari itu, dan dia sedang mengangkat saya menuju tempat yang aman ketika sebuah peluru menembus jantungnya dan dia gugur seketika. Anak anda sering bercerita mengenai anda , dan kecintaan anda akan seni. Anak muda itu menyerahkan bungkusan yang dipegangnya pada orang kaya tersebut dan berkata,”Saya tahu ini tidak ada artinya. Saya bukanlah seorang seniman yang hebat, namun saya pikir anak anda pasti menginginkan anda untuk memilikinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang ayah membuka bungkusan tersebut. Ternya isinya adalah sebuah gambar dari anaknya, lukisan yang dilukis oleh anak muda tersebut. Sang ayah memandang dengan kekaguman bagaimana prajurit muda itu menuangkan gambaran pribadi dari anaknya dalam lukisan. Sang ayah begitu tenggelam dalam perasaan sampai matanya berlinang air mata. Dia berterima kasih pada anak muda itu dan menawarkan untuk membayar lukisan tersebut. “Tidak tuan, aku tidak mungkin membayar kembali apa yang telah anak anda perbuat untuk saya. Lukisan itu adalah hadiah.” Kata anak muda itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang ayah menggantungkan lukisan tersebut diatas rak diatas tungku. Dan setiap kali ada tamu yang berkunjung kerumahnya, tamu tersebut akan diajaknya untuk melihat lukisan anaknya terlebih dahulu sebelum mereka diajak untuk melihat koleksi karya seni hebatnya yang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian orang kaya itu meninggal. Semua koleksi lukisan akan dijual melalui lelang besar. Banyak orang penting datang berkumpul, tertarik untuk dapat melihat lukisan-lukisan hebat dan berkesempatan untuk dapat membeli satu untuk koleksi. Di atas panggung diletakkan lukisan dari Sang Anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Juru lelang mengetokkan palunya. “Kita akan memulai penawaran dengan lukisan Sang Anak. Siapa yang akan mengajukan penawaran untuk lukisan ini?” Suasana sunyi tenang. Kemudian ada suara dari arah belakang berkata, kami ingin melihat lukisan yang terkenal, lewatkan saja lukisan ini.”Namun Juru lelang tetap bertahan. “Adakah yang bersedia menawar lukisan ini? Siapakah yang akan memulai penawaran? $100, $200?” Terdengar lagi suara dengan nada marah. “Kami datang bukan untuk lukisan ini. Kami datang untuk melihat karya Van Goghs, Rembrandt. Lanjutkan saja dengan penawaran yang sesungguhnya!” Namun tetap saja Juru lelang melanjutkan.”Sang Anak! Sang Anak! Siapa yang bersedia mengambil sang Anak?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, ada suara terdengar dari arah paling belakang. Ternyata suara tukang kebun yang telah lama bekerja pada orang kaya dan anaknya. “Saya akan membayar $10 untuk lukisan tersebut. Sebagai seorang tukang kebun yang miskin, uang sebesar $10 merupakan semua uang yang dimilikinya untuk mampu membayar. “Kita memiliki seorang yang menawar $10, apakah ada yang bersedia menawar $20?” Para pengunjung mulai marah. Mereka tidak menginginkan lukisan Sang Anak. Mereka menginginkan investasi yang lebih berharga untuk koleksi mereka. Juru lelang mengetokkan palunya. “Hitungan pertama, kedua, TERJUAL untuk $10!” Seorang pria yang duduk dibaris kedua berkata, “Sekarang mari kita lanjutkan dengan koleksi nya!” Juru lelang meletakkan palunya. “Maafkan saya, acara lelang sudah selesai.” “Bagaimana dengan lukisan-lukisannya?” mereka berkata. “Maafkan saya. Sewaktu saya dipanggil untuk memandu acara lelang ini, pada saya dikatakan sebuah syarat rahasia seperti yang tertulis dalam surat wasiat. Dan saya tidak diijinkan untuk mengungkapkan syarat tersebut sampai dengan saat ini. Syaratnya ialah bahwa hanya lukisan Sang Anak yang akan dilelang, dan barangsiapa membeli lukisan tersebut akan mewarisi semua kekayaan, termasuk seluruh lukisan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ALLAH mengaruniakan Anak-NYA 2000 tahun yang silam untuk mati di kayu salib. Hampir sama dengan Juru lelang, pesan-NYA di masa ini adalah, “Sang Anak, Sang Anak, Siapa yang bersedia mengambil Sang Anak?” Karena, tahukah anda, siapapun yang mengambil Sang Anak mendapatkan semuanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4166471011063459220?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4166471011063459220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/siapa-yang-akan-mengambil-sang-anak.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4166471011063459220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4166471011063459220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/siapa-yang-akan-mengambil-sang-anak.html' title='SIAPA YANG AKAN MENGAMBIL SANG ANAK?'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-J5nu7_QnP48/TrgaRpbnDCI/AAAAAAAAAaw/hO7WaSMbjbk/s72-c/WHO%25E2%2580%2599LL%2BTAKE%2BTHE%2BSON.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-8977448054574210017</id><published>2011-11-07T09:48:00.001-08:00</published><updated>2011-11-07T09:48:57.871-08:00</updated><title type='text'>Sesuatu Tidak Selalu Terlihat Sebagaimana Adanya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Q4PWSm3Cneo/TrgaAQr-cHI/AAAAAAAAAak/jZyXJDsn4Gc/s1600/Sesuatu%2BTidak%2BSelalu%2BTerlihat%2BSebagaimana%2BAdanya.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="227" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-Q4PWSm3Cneo/TrgaAQr-cHI/AAAAAAAAAak/jZyXJDsn4Gc/s320/Sesuatu%2BTidak%2BSelalu%2BTerlihat%2BSebagaimana%2BAdanya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dua orang malaikat berkunjung ke rumah sebuah keluarga kaya. Keluarga itu sangat kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat itu bermalam di ruang tamu yang ada di rumahnya. Malaikat tersebut ditempatkan pada sebuah kamar berukuran kecil yang ada di basement.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika malaikat itu hendak tidur, malaikat yang lebih tua melihat bahwa dinding basement itu retak. Kemudian malaikat itu memperbaikinya sehingga retak pada dinding basement itu lenyap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika malaikat yang lebih muda bertanya mengapa ia melakukan hal itu , malaikat yang lebih tua menjawab : “Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Malam berikutnya , kedua malaikat itu beristirahat di rumah seorang petani dan istrinya yang miskin tetapi sangat ramah. Setelah membagi sedikit makanan yang ia punyai , petani itu mempersilahkan kedua malaikat untuk tidur di atas tempat tidurnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika matahari terbit keesokan harinya , malaikat menemukan bahwa petani itu dan istrinya sedang menangis sedih karena sapi mereka yang merupakan sumber pendapatan satu-satunya bagi mereka terbaring mati.Malaikat yang lebih muda merasa geram. Ia bertanya kepada malaikat yang lebih tua. “Mengapa kau membiarkan hal ini terjadi ?Keluarga yang pertama memiliki segalanya , tapi engkau menolong menambalkan dindingnya yang retak. Keluarga ini hanya memiliki sedikit tetapi walaupun demikian mereka bersedia membaginya dengan kita. Mengapa engkau membiarkan sapinya mati ?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Malaikat yang lebih tua menjawab : “Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ketika kita bermalam di basement , aku melihat ada emas tersimpan di lubang dalam dinding itu. Karena pemilik rumah sangat tamak dan tidak bersedia membagi hartanya ,aku menutup dinding itu agar ia tidak menemukan emas itu.” “Tadi malam ketika kita tidur di ranjang petani ini , malaikat maut datang untuk mengambil nyawa istrinya. Aku memberikan sapinya agar malaikat maut tidak jadi mengambil istrinya. Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kadang , itulah yang kita rasakan ketika kita berpikir bahwa sesuatu tidak seharusnya terjadi. Jika kita punya iman , kita hanya perlu percaya sepenuhnya bahwa semua hal yang terjadi adalah demi kebaikan kita. Kita mungkin tidak menyadari hal itu sampai saatnya tiba&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-8977448054574210017?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/8977448054574210017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/sesuatu-tidak-selalu-terlihat.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8977448054574210017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8977448054574210017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/sesuatu-tidak-selalu-terlihat.html' title='Sesuatu Tidak Selalu Terlihat Sebagaimana Adanya'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Q4PWSm3Cneo/TrgaAQr-cHI/AAAAAAAAAak/jZyXJDsn4Gc/s72-c/Sesuatu%2BTidak%2BSelalu%2BTerlihat%2BSebagaimana%2BAdanya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4471690301760566887</id><published>2011-11-07T09:47:00.001-08:00</published><updated>2011-11-07T09:47:27.850-08:00</updated><title type='text'>"Penginapan"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-To_SUBefD8s/TrgZpxKZxMI/AAAAAAAAAaY/BPyHmxPg8uc/s1600/penginapan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-To_SUBefD8s/TrgZpxKZxMI/AAAAAAAAAaY/BPyHmxPg8uc/s320/penginapan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;“Sekali peristiwa seorang penggembara&lt;br /&gt; mencari penginapan di sebuah desa.”&lt;br /&gt; Dijumpainya seorang yang kaya raya&lt;br /&gt; ketika perjalanannya melewati kebun&lt;br /&gt; anggur dan bertanya;”Maafkan saya&lt;br /&gt; tuan, perkenankanlah kiranya tuan&lt;br /&gt; mengijinkan saya untuk menginap&lt;br /&gt; dirumah tuan semalam saja.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Si Tuan kebun anggur, menjawab dengan&lt;br /&gt; kasar dan sombongnya;”Memangnya rumah&lt;br /&gt; saya itu hotel, apa?. Sudah pergi&lt;br /&gt; sana, cari yang lain, saya sibuk&lt;br /&gt; dengan pekerjaan saya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Si penggembara dengan sopannya,&lt;br /&gt; menegur sang tuan kebun&lt;br /&gt; anggur.”Maafkanlah saya tuan, sebelum&lt;br /&gt; saya pergi, perkenankanlah saya untuk&lt;br /&gt; bertanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kamu mau Tanya, apa?”, jawab si tuan&lt;br /&gt; kebun anggur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Si penggembara, bertanya;”Yang merawat&lt;br /&gt; kebun dan yang membangun rumah tuan ,&lt;br /&gt; siapa?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Oh, semuanya itu, itu dan itu adalah&lt;br /&gt; warisan dari orang tuaku”, jawabnya&lt;br /&gt; dengan suara menggelegar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Maafkanlah saya untuk bertanya lagi ,&lt;br /&gt; tuan. Apakah kelak tuan juga akan&lt;br /&gt; mewariskannya juga?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Oh, tentu, pastinya semua orang itu&lt;br /&gt; tahu akan hal itu. Saya akan&lt;br /&gt; mewariskan pada anak-anak saya, kalau&lt;br /&gt; suatu saat saya akan meninggal, jawab&lt;br /&gt; si tuan kebun anggur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Si penggembara menjawab:”Maafkanlah&lt;br /&gt; saya, jika tuan mendengarkan pesan&lt;br /&gt; saya. “Jika demikian tuan sama seperti&lt;br /&gt; saya tidak memiliki apa-apa, kita&lt;br /&gt; berdua adalah orang asing di dunia ini&lt;br /&gt; yang hanya untuk singgah menginap.&lt;br /&gt; Demikianlah rumah itu dan itu dan yang&lt;br /&gt; itu juga tidak dapat kita miliki.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;=================&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Amsal 27:24 "Karena harta benda&lt;br /&gt; tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap&lt;br /&gt; turun temurun?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4471690301760566887?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4471690301760566887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/penginapan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4471690301760566887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4471690301760566887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/penginapan.html' title='&quot;Penginapan&quot;'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-To_SUBefD8s/TrgZpxKZxMI/AAAAAAAAAaY/BPyHmxPg8uc/s72-c/penginapan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4885937426522581046</id><published>2011-11-03T20:46:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T20:46:39.431-07:00</updated><title type='text'>Tujuh Keajaiban Dunia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-X5u7qTom7Zs/TrNgFVtvnLI/AAAAAAAAAaM/di7OMmKrHxs/s1600/7%2Bkeajaiban%2Bfunia.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="279" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-X5u7qTom7Zs/TrNgFVtvnLI/AAAAAAAAAaM/di7OMmKrHxs/s320/7%2Bkeajaiban%2Bfunia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sekelompok pelajar kelas geografi belajar mengenai "Tujuh Keajaiban Dunia". Pada akhir pelajaran, pelajar tersebut di minta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Piramida Besar di Mesir,&lt;br /&gt; 2. Taj Mahal,&lt;br /&gt; 3. Grand Canyon,&lt;br /&gt; 4. Panama Canal,&lt;br /&gt; 5. Empire State Building,&lt;br /&gt; 6. St. Peter's Basilica,&lt;br /&gt; 7. Tembok China.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis pendiam itu menjawab, "Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu kamu memilihnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir Tujuh Keajaiban Dunia adalah :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.Bisa bersyukur,&lt;br /&gt; 2.Bisa merasakan,&lt;br /&gt; 3.Bisa tertawa,&lt;br /&gt; 4. Bisa mendengar..... (Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan...),&lt;br /&gt; 5.Bisa berbagi,&lt;br /&gt; 6.Bisa mencintai ,&lt;br /&gt; 7.Dan bisa dicintai"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ruang kelas tersebut sunyi seketika..&lt;br /&gt; alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban" sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai "biasa". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan kita. Bersyukurlah untuk apa yg telah kita dapatkan sampai saat ini, karena itu sesungguhnya semua merupakan suatu keajaiban.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4885937426522581046?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4885937426522581046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/tujuh-keajaiban-dunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4885937426522581046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4885937426522581046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/tujuh-keajaiban-dunia.html' title='Tujuh Keajaiban Dunia'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-X5u7qTom7Zs/TrNgFVtvnLI/AAAAAAAAAaM/di7OMmKrHxs/s72-c/7%2Bkeajaiban%2Bfunia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-5492947133408340916</id><published>2011-11-03T20:45:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T20:45:37.456-07:00</updated><title type='text'>Andaikan Yesus Tidak Pernah Lahir</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-FvVWaG9u9RM/TrNf2NZ0ARI/AAAAAAAAAaA/dOCnHmHtpik/s1600/Andaikan%2BYesus%2BTidak%2BPernah%2BLahir.png" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="257" width="163" src="http://2.bp.blogspot.com/-FvVWaG9u9RM/TrNf2NZ0ARI/AAAAAAAAAaA/dOCnHmHtpik/s320/Andaikan%2BYesus%2BTidak%2BPernah%2BLahir.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada seorang Pengkhotbah yang sementara menyiapkan khotbah natal tertidur dan kemudian bermimpilah ia. Ia mimpi tentang dunia dimana kristus tidak pernah dilahirkan. Di dalam mimpinya ia tidak melihat sebatang lilinpun menyala, sudut rumahnya kosong tanpa pohon natal, sunyi dan sepi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia ingin tahu apa yang terjadi di luar maka ia berjalan kaki menuju kota dan pasar. Aneh, tak ada sebuah gereja pun yang nampak, bunyi lonceng pun tidak terdengar, tiada lagu-lagu natal kecuali musik jazz dan rock pengiring mereka yang berdisko di bar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia pulang dan masuk ke ruangan bukunya. Herannya ,semua buku-buku tentang Yesus Juruselamat sudah lenyap. Setelah itu ia mendengar pintunya diketuk orang dan seorang memintahnya untuk segera mengunjungi ibunya yang sakit keras. Ia mencoba menghibur anak yang sedang menangis itu dengan sepotong ayat : ‘’Ia membuka Alkitab untuk menemukan ayat perjanjian itu, tapi betapa terkejutnya ia, Alkitabnya hanya berakhir di kitab Maleakhi, tidak ada injil, tidak ada ayat-ayat perjanjian,dan tidak ada pengharapan atas keselamatan. Maka ia hanya bisa menundukkan kepala dan menangis bersama anak itu dalam keputusasaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dua hari kemudiaan ia berdiri di samping peti jenazah wanita itu untuk memimpin upacara pemakaman.tetapi ia tidak bisa berkhotbah tentang penghiburan yang meyakinkan kecuali :&lt;br /&gt;‘’ Apa yang berasal dari tanah kembali ke tanah dan apa yang dari debu kembali ke debu..'’ Mengapa demikian?&lt;br /&gt; Ia baru sadar: semuanya ini karena…. YESUS KRISTUS TIDAK DATANG KE DALAM DUNIA INI&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tiba-tiba terbangunlah ia oleh kegembiraan dan sukacita Teriakan ‘’ Haleluyah ‘’ keluar dari mulutnya waktu ia mendengar paduan suara yang berlatih di gereja menyanyikan: ‘’ Kesukaan bagi dunia, penebus datanglah Brihatimu kepadanya,s’kalian nyanyilah s’kalian nyanyilah, sekalian orang bernyanyilah'’ Alangkah mengerikan keadaan manusia andaikata Yesus Kristus tidak datang ke dalam dunia ! tidak ada harapan sama sekali untuk pengampunan dosa dan hidup yang kekal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi syukurlah YOHANES 3:16 membawa berita bahagia yang sangat indah bagi seluruh umat manusia di dunia.&lt;br /&gt;‘’KARENA BEGITU BESAR KASIH ALLAH AKAN DUNIA INI, SEHINGGA IA TELAH MENGARUNIAKAN ANAKNYA YANG TUNGGAL, SUPAYA SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA TIDAK BINASA, MELAINKAN BEROLEH HIDUP YANG KEKAL.'’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-5492947133408340916?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/5492947133408340916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/andaikan-yesus-tidak-pernah-lahir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5492947133408340916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/5492947133408340916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/andaikan-yesus-tidak-pernah-lahir.html' title='Andaikan Yesus Tidak Pernah Lahir'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FvVWaG9u9RM/TrNf2NZ0ARI/AAAAAAAAAaA/dOCnHmHtpik/s72-c/Andaikan%2BYesus%2BTidak%2BPernah%2BLahir.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-2686920080648369935</id><published>2011-11-03T20:44:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T20:44:35.894-07:00</updated><title type='text'>BERKAT</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-3p0cacC4ljE/TrNfl1Qjc1I/AAAAAAAAAZ0/PzecEeSYDLU/s1600/blessing.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="239" src="http://4.bp.blogspot.com/-3p0cacC4ljE/TrNfl1Qjc1I/AAAAAAAAAZ0/PzecEeSYDLU/s320/blessing.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada seorang Pria yang buta huruf bekerja sebagai penjaga sekolah. Sudah ± 20 tahun dia bekerja disana.&lt;br /&gt; Suatu hari kepala sekolah itu digantikan dan menerapkan aturan baru. Semua pekerja harus bisa membaca dan menulis maka penjaga yang buta huruf itu, terpaksa tidak bisa bekerja lagi. Awalnya, dia sangat sedih. Dia tidak berani langsung pulang ke rumah dan memberitahukan istrinya. Dia berjalan pelan menelusuri jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tiba² muncullah ide untuk membuka kios di jalanan itu. Tidak disangka, usahanya sukses, dari satu kios sampai jadi beberapa kios.&lt;br /&gt; Kini dia jadi seorang Pengusaha yang sukses dan kaya.&lt;br /&gt; Suatu hari, dia pergi ke bank untuk membuka rekening, namun karena buta huruf, dia tidak bisa mengisi formulir dan karyawan Bank yang membantunya. Karyawan Bank berkata, : "Wah, Bapak buta huruf saja bisa punya uang sebanyak ini, apalagi kalau bisa membaca dan menulis, pasti lebih kaya lagi"&lt;br /&gt; Dengan tersenyum dia berkata, : "Kalau saya bisa membaca dan menulis, saya pasti masih menjadi penjaga sekolah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa yang merupakan musibah, bisa saja BERKAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Dibalik masalah, Pasti ada Berkat...?&lt;br /&gt; Jadi sikapilah dengan SABAR &amp; BIJAK ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lakukan bagian kita secara maksimal dan biarlah TUHAN melakukan bagianNYA... Sekalipun seolah² tiada pertolongan dan jalan keluar dalam masalah dan Pergumulan hidup kita.&lt;br /&gt; MENGALIRLAH SEPERTI AIR dan JANGAN BERONTAK MENYALAHKAN TUHAN.&lt;br /&gt; Karena manusia hanya mengetahui apa yang di depan mata, Tetapi TUHAN MENGETAHUI JAUH KE DEPAN TENTANG RENCANA YANG INDAH BAGI MEREKA YANG MENGASIHI DIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (*) BERKAT (*)&lt;br /&gt; Tak selalu berupa emas, intan permata atau uang banyak. &lt;br /&gt;Bukan pula saat kita tinggal dirumah mewah dan pergi bermobil......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun BERKAT adalah ....&lt;br /&gt; Saat kita kuat dalam keadaan putus asa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mampu tetap bersyukur ketika tak punya apa-apa...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampu tersenyum saat diremehkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mampu tetap taat walau hidup teramat berat...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tetap SEMANGAT. AVE MARIA!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-2686920080648369935?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/2686920080648369935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/berkat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2686920080648369935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2686920080648369935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/berkat.html' title='BERKAT'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-3p0cacC4ljE/TrNfl1Qjc1I/AAAAAAAAAZ0/PzecEeSYDLU/s72-c/blessing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6761686251813315344</id><published>2011-11-03T20:43:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T20:43:31.954-07:00</updated><title type='text'>APA ITU MASALAH ?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dNdJzoLKO1A/TrNfWv6di8I/AAAAAAAAAZo/su96grz5T8c/s1600/apa%2Bitu%2Bmasalah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-dNdJzoLKO1A/TrNfWv6di8I/AAAAAAAAAZo/su96grz5T8c/s320/apa%2Bitu%2Bmasalah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Masalah yang kamu hadapi akan membuatmu kalah atau juga membuatmu berhasil – tergantung bagaimana kamu meresponinya. Sayangnya banyak orang yang salah memandang bagaimana Tuhan memakai masalah-masalah untuk kebaikan dalam hidupnya. Mereka menanggapinya dengan cara yang bodoh dan marah terhadap masalah-masalahnya bahkan tidak mau memikirkan apa keuntungan yang mereka terima.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di bawah ini ada lima cara Tuhan memakai masalah dalam hidupmu :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memakai masalah untuk menuntunmu&lt;br /&gt; Kadang-kadang Tuhan harus membakar tempat kenyamananmu agar kamu mau berpindah. Masalah sering membawa kita ke tempat yang baru dan memotivasikan kita untuk berubah. Apakah Tuhan sedang mencoba mengambil perhatianmu. Kadang-kadang membawa kita ke situasi, keadaan yang menyakitkan agar kita mau mengubah cara jalan kita (Amsal 20:30)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memakai masalah untuk mengujimu&lt;br /&gt; Manusia seperti teh celup, jika kita ingin mengetahui apa yang ada di dalamnya, masukkan saja ke dalam air panas ! Pernahkah Tuhan menguji imanmu lewat masalah-masalah ? Apakah masalah-masalah itu membuka pikiranmu ? Ketika kamu menghadapi banyak masalah, hendaklah kamu penuh sukacita sebab lewat masalah-masalah ini akan menguji imanmu dan akan mengajarkan kamu tentang kesabaran (Yak 1:2-3)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memakai masalah untuk mengoreksimu&lt;br /&gt; Ada beberapa pelajaran yang kita dapati lewat jalan yang menyakitkan dan kegagalan. Contohnya seperti anak kecil yang orang tuanya menyuruh dia untuk tidak memegang kompor yang panas. Tetapi kamu mungkin akan dapat mempelajari sesuatu lewat terbakar. Kadang-kadang kita mempelajari nilai dari sesuatu : kesehatan, uang, hubungan, dengan menghilangkannya. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu (Mzm 119:71)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memakai masalah untuk melindungimu&lt;br /&gt; Suatu masalah kadang-kadang kelihatan akan lebih memberkatimu jika masalah itu mencegahmu untuk jatuh ke masalah yang lebih merugikanmu . Tahun yang lalu seorang teman dipecat karena menolak mengerjakan sesuatu yang tidak beretika ketika atasannya menyuruhnya. Kehilangan pekerjaan adalah masalahnya. Tetapi ia terselamat dari hukuman penjara setelah setahun kemudian ketika tindakan atasannya terungkap. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan (Kej 50:20)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memakai masalah untuk meyempurnakanmu&lt;br /&gt; Masalah, jika ditanggapi dengan benar, membangun karakter kita. Tuhan jauh lebih tertarik pada karaktermu daripada kesenanganmu. Hubunganmu dengan Tuhan dan karaktermu adalah dua hal yang kekal, justru bisa bersuka cita ketika kita sedang menghadapi masalah… masalah menolong kita untuk belajar bersabar. Dan kesabaran membentuk karakter kita dan menolong kita percaya.&lt;br /&gt; AVE MARIA !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6761686251813315344?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6761686251813315344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/apa-itu-masalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6761686251813315344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6761686251813315344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/apa-itu-masalah.html' title='APA ITU MASALAH ?'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dNdJzoLKO1A/TrNfWv6di8I/AAAAAAAAAZo/su96grz5T8c/s72-c/apa%2Bitu%2Bmasalah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-232175220144821982</id><published>2011-11-03T20:42:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T20:42:34.750-07:00</updated><title type='text'>MAKNA SEBUAH TITIPAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1wkAz2aSDgQ/TrNfIM332xI/AAAAAAAAAZc/Vyn-BPAyDj0/s1600/makna%2Bsebuah%2Btitipan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-1wkAz2aSDgQ/TrNfIM332xI/AAAAAAAAAZc/Vyn-BPAyDj0/s320/makna%2Bsebuah%2Btitipan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebuah Puisi Renungan yang sangat indah Karya Pujangga W.S. Rendra&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MAKNA SEBUAH TITIPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,&lt;br /&gt; bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,&lt;br /&gt; bahwa mobilku hanya titipan Nya,&lt;br /&gt; bahwa rumahku hanya titipan Nya,&lt;br /&gt; bahwa hartaku hanya titipan Nya,&lt;br /&gt; bahwa putraku hanya titipan Nya,&lt;br /&gt; tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?&lt;br /&gt; Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?&lt;br /&gt; Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?&lt;br /&gt; Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?&lt;br /&gt; Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?&lt;br /&gt; Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah&lt;br /&gt; kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.&lt;br /&gt; Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,&lt;br /&gt; aku ingin lebih banyak harta,&lt;br /&gt; ingin lebih banyak mobil,&lt;br /&gt; lebih banyak rumah,&lt;br /&gt; lebih banyak popularitas,&lt;br /&gt; dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,&lt;br /&gt; Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.&lt;br /&gt; Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :&lt;br /&gt; aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan&lt;br /&gt; Nikmat dunia kerap menghampiriku.&lt;br /&gt; Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.&lt;br /&gt; Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,&lt;br /&gt; Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...&lt;br /&gt; "ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-232175220144821982?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/232175220144821982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/makna-sebuah-titipan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/232175220144821982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/232175220144821982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/makna-sebuah-titipan.html' title='MAKNA SEBUAH TITIPAN'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1wkAz2aSDgQ/TrNfIM332xI/AAAAAAAAAZc/Vyn-BPAyDj0/s72-c/makna%2Bsebuah%2Btitipan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4483040931732905792</id><published>2011-11-03T20:41:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T20:41:33.289-07:00</updated><title type='text'>Alasan Untuk Memberi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Dbe3TIrk9aM/TrNe5FwHFWI/AAAAAAAAAZQ/cmRFjxzRLkk/s1600/alasan%2Buntuk%2Bmemberi.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="256" src="http://1.bp.blogspot.com/-Dbe3TIrk9aM/TrNe5FwHFWI/AAAAAAAAAZQ/cmRFjxzRLkk/s320/alasan%2Buntuk%2Bmemberi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya sudah terlalu tua untuk mengingat masa Depresi Besar yang terjadi pada tahun 30-an. Selama beberapa tahun keluarga kami tidak memiliki mobil, saluran ledeng, ataupun listrik. Namun kami memiliki sebuah rumah, sebuah mata air di dekat situ, kamar mandi di luar rumah, kayu bakar, pakaian, dan makanan yang cukup. Miskinkah kami? Tidak, menurut standar waktu itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun untuk standar waktu sekarang kami pasti dianggap miskin dengan keadaan seperti itu. Berapa banyak uang yang harus dimiliki seseorang agar dianggap kaya? Dan berapa banyak uang yang harus diberikan seseorang agar dianggap dermawan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sangat sulit menjawabnya, bukan? Sebenarnya, tidak ada jawaban yang tepat untuk kedua pertanyaan itu. Rasul Paulus tidak membuat peraturan tentang seberapa besar seseorang harus memberi, dan juga tidak mengatakan bahwa hanya orang kaya yang harus memberi. Sebaliknya, ia menantang jemaat di Korintus dengan menceritakan kepada mereka tentang orang-orang percaya di Makedonia yang “sangat miskin” namun memberi “melampaui kemampuan mereka,” yakni “memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah” (2Korintus 8:2-5).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia mengingatkan para pembaca suratnya akan Juruselamat mereka, Tuhan Yesus, yang mampu mengubah kemiskinan duniawi menjadi kekayaan surgawi supaya mereka menjadi kaya dalam kehidupan yang kekal. Lepas dari apakah kita merasa diri miskin atau kaya, kasih kita kepada Tuhan seharusnya menjadi alasan bagi kita untuk bersikap murah hati dalam hal memberi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikirim oleh : Fransiskus S. ke email marysonbill@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4483040931732905792?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4483040931732905792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/alasan-untuk-memberi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4483040931732905792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4483040931732905792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/alasan-untuk-memberi.html' title='Alasan Untuk Memberi'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Dbe3TIrk9aM/TrNe5FwHFWI/AAAAAAAAAZQ/cmRFjxzRLkk/s72-c/alasan%2Buntuk%2Bmemberi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-792028018718572350</id><published>2011-11-03T20:39:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T20:39:26.068-07:00</updated><title type='text'>Kelimpahan dalam Kebaikan Tuhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7rzP3b0wzaQ/TrNeXyyyG6I/AAAAAAAAAZE/CoE1YA2jz3c/s1600/Ephesians-2-7.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-7rzP3b0wzaQ/TrNeXyyyG6I/AAAAAAAAAZE/CoE1YA2jz3c/s320/Ephesians-2-7.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kita sebagai umat Kristen harus mempunyai pola pikir yang benar dan visi yang besar. Apa yang ada dalam pikiran kita secara terus menerus itulah yang akan kita hasilkan. Dan Tuhan akan memberi apa yang Anda gambarkan dalam pikiran Anda tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun ironi nya banyak orang yang tidak berani memikirkan hal-hal besar, dan berkat-berkat melimpah. Mereka hidup dalam pola pikir yang dibatasi oleh keterbatasan kemampuan mereka. Seorang pegawai tidak berani untuk berpikir atau merasa tidak mampu menjadi seorang sukses atau manager sukses, maka dia tidak akan pernah menjadi orang sukses. Seseorang yang berharap mempunyai mobil, tapi tidak beriman dan berjuang untuk meraihnya juga tidak akan mendapatkannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara itu tahukah Anda, Tuhan yang begitu mengasihi Anda mengharapkan agar dapat meningkat kemampuan Anda, meningkatkan keuangan Anda, menaikan posisi Anda, dan memberikan apa yang Anda inginkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk mendapatkan kebaikan Tuhan ini Anda perlu untuk merubah pola pikir Anda, pikirkan bahwa Anda akan mendapatkan jabatan yang Anda inginkan, pikirkan bahwa Anda dapat menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna, pikirkan dan raih impian-impian Anda. Yang terpenting buang sikap lama Anda yang dipenuhi dengan keterbatasan manusia, dan gantikan dengan sikap baru yang penuh iman percaya bahwa Tuhan tiada bandingnya. Maka satu persatu kebaikan Tuhan akan didatangkan kedalam kehidupan Anda. AMEN&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Efesus 2:7&lt;br /&gt; Supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukan kepada kita kekayaan kasih karunianya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikanNya terhadap kita dalam Kristus Yesus.&lt;br /&gt; Ephesians 2:7&lt;br /&gt; That in the ages to come He might show the exceeding riches of his grace in His kindness toward us through Christ Jesus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AVE MARIA !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-792028018718572350?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/792028018718572350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/kelimpahan-dalam-kebaikan-tuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/792028018718572350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/792028018718572350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/kelimpahan-dalam-kebaikan-tuhan.html' title='Kelimpahan dalam Kebaikan Tuhan'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7rzP3b0wzaQ/TrNeXyyyG6I/AAAAAAAAAZE/CoE1YA2jz3c/s72-c/Ephesians-2-7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4162721497977050512</id><published>2011-11-03T20:38:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T20:38:10.498-07:00</updated><title type='text'>Buatlah teladan bagi orang lain</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zyCRTBYF3L4/TrNeGN5YlEI/AAAAAAAAAY4/uYcAOFg3Yp4/s1600/teladan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="258" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-zyCRTBYF3L4/TrNeGN5YlEI/AAAAAAAAAY4/uYcAOFg3Yp4/s320/teladan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Anna adalah gadis yang hidup dari keluarga utuh. Dalam kehidupan keluarga Anna dekat dengan ibunya. Tapi ia tidak dekat dengan ayahnya, walaupun tidak dekat Anna menghormati dan tunduk terhadap perintah ayahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dan ibu Anna adalah pasangan suami istri yang tidak harmonis, ayahnya selalu memarahi setiap kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan ibunya, dan ibunya selalu melawan dan menantang bila dimarahi. Jika sedang bertengkar, maka tidak akan ada komunikasi antara ayah dan ibunya selama beberapa hari. Dan pertengkaran antara kedua orangtuanya merupakan hal yang sangat sering terjadi dalam kehidupan Anna. Tapi walaupun orang tua Anna sering bertengkar, tapi mereka tetap hidup bersama (tidak bercerai), dan mereka menyayangi Anna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anna tumbuh menjadi gadis yang pintar, baik, suka menolong, dan tidak pemarah. Anna hidup normal dan kehidupannya baik-baik saja, dia tidak merokok, tidak narkoba, pergaulannya baik, dan tidak suka dugem.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hingga suatu saat dia mulai menjalin hubungan dengan seorang pria, mereka pacaran serius. Namun tanpa disadari apa yang Anna lihat dan alami dari hubungan orang tua nya berdampak pada hubungannya dengan pacarnya. Bila bertengkar dengan pacarnya Anna akan menolak untuk berkomunikasi selama beberapa hari, walaupun Anna dan pacarnya saling ketemu tapi Anna akan menunjukan sikap yang buruk. Anna cenderung tidak terima bila dimarah (seperti ibu nya), dan tidak mau berkomunikasi setelah bertengkar (seperti ayahnya).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rumah tangga orang tua Anna tetap utuh walaupun penuh dengan pertengkaran. Bagaimana dengan Anna? Pacarnya bisa saja tidak tahan dan lebih memilih putus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita perlu intropeksi diri terhadap cerita diatas, kita perlu untuk membuang kebiasaan-kebiasaan buruk agar tidak memberi dampak buruk bagi orang lain, terutama orang-orang yang kita kasihi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai orang tua kita harus memberi contoh yang baik-bagi anak-anak, agar kehidupan masa depannya baik. Terutama dalam komunikasi suami istri yang kita tunjukan ke anak-anak kita setiap hari, dan karena setiap hari mereka melihat dan mempelajari kehidupan orangtua mereka, maka apa yang mereka lihat dan pelajari akan menjadi cermin bagi kehidupan berkeluarga mereka nantinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai pegawai/manager/pimpinan kita perlu memberikan contoh yang baik bagi bawahan dan rekan kerja kita, agar perusahaan dapat berkembang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan sebagai orang kristen kita harus menjadi contoh yang baik, agar kemuliaan Tuhan dinyatakan. Firman Tuhan adalah pedoman bagi kita umat kristen untuk contoh dan teladan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4162721497977050512?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4162721497977050512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/buatlah-teladan-bagi-orang-lain.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4162721497977050512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4162721497977050512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/buatlah-teladan-bagi-orang-lain.html' title='Buatlah teladan bagi orang lain'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-zyCRTBYF3L4/TrNeGN5YlEI/AAAAAAAAAY4/uYcAOFg3Yp4/s72-c/teladan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-7263307796960636784</id><published>2011-11-03T20:30:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T20:30:50.779-07:00</updated><title type='text'>Arti Sebuah Kejujuran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-o3NT-tL-5fc/TrNcXnrmk5I/AAAAAAAAAYs/RDI7dsPb7VU/s1600/Arti%2Bsebuah%2BKejujuran.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="296" src="http://2.bp.blogspot.com/-o3NT-tL-5fc/TrNcXnrmk5I/AAAAAAAAAYs/RDI7dsPb7VU/s320/Arti%2Bsebuah%2BKejujuran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Waktu itu Arun masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua disebuah lembaga yang didirikan oleh kakeknya yaitu Mahatma Gandhi, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika selatan. Mereka tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak heran bila Arun dan dua saudara perempuannya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu hari ayah Arun meminta Arun untuk mengantarkan ayahnya ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan Arun sangat gembira dengan kesempatan ini. Tahu bahwa Arun akan pergi ke kota, ibunya memberikan daftar belanjaan untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, ayahnya juga minta untuk mengerjakan pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.". Segera Arun menyelesaikan pekerjaan yang diberikan ayahnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian, Arun pergi ke bioskop, dan dia benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung Arun berlari menuju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayahnya yang sudah menunggunya sedari tadi. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan gelisah ayahnya menanyakan Arun "Kenapa kau terlambat?".&lt;br /&gt; Arun sangat malu untuk mengakui bahwa dia menonton film John Wayne sehingga dia menjawab "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu". Padahal ternyata tanpa sepengetahuan Arun, ayahnya telah menelepon bengkel mobil itu. Dan kini ayahnya tahu kalau&lt;br /&gt; Arun berbohong.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu Ayahnya berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran kepada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, Ayahnya dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Arun tidak bisa meninggalkan ayahnya, maka selama lima setengah jam, Arun mengendarai mobil pelan-pelan dibelakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayahnya hanya karena kebodohan yang Arun lakukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejak itu Arun tidak pernah akan berbohong lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pernyataan Arun:&lt;br /&gt; "Sering kali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa kekerasan."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-7263307796960636784?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/7263307796960636784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/arti-sebuah-kejujuran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7263307796960636784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7263307796960636784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/arti-sebuah-kejujuran.html' title='Arti Sebuah Kejujuran'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-o3NT-tL-5fc/TrNcXnrmk5I/AAAAAAAAAYs/RDI7dsPb7VU/s72-c/Arti%2Bsebuah%2BKejujuran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-8914626471537951316</id><published>2011-11-03T20:29:00.001-07:00</published><updated>2011-11-03T20:29:20.498-07:00</updated><title type='text'>Pelukan yang menyelamatkan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-tQ1KQRzlwqs/TrNcBy5H5EI/AAAAAAAAAYg/JY_dZi69_zs/s1600/pelukan%2Byang%2Bmenyelamatkan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="255" width="164" src="http://4.bp.blogspot.com/-tQ1KQRzlwqs/TrNcBy5H5EI/AAAAAAAAAYg/JY_dZi69_zs/s320/pelukan%2Byang%2Bmenyelamatkan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada sebuah kisah mengenai sepasang anak kembar yang baru dilahirkan. Salah satu dari bayi tersebut dilahirkan dengan satu kondisi jantung yang serius dan tidak memungkinkan untuk hidup. Hari-hari berlalu dan kondisi bayi tersebut semakin kritis, bahkan para Dokter sudah tidak dapat bertindak apa-apa lagi, bayi itu hampir mati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu saat seorang perawat yang bekerja di rumah sakit itu melihat si bayi sedang kritis tersebut dalam sebuah inkubator, tiba-tiba muncul ide dibenaknya untuk memasukan saudara kembar bayi tersebut kedalam inkubator itu untuk menemani bayi yang kritis tersebut. Walaupun sempat dilarang Dokter karena melanggar aturan rumah sakit, akhirnya ide perawat tersebut dilaksanakan. Saudara bayi kembar tersebut ditaruh berdampingan dalam inkubator yang sama, dengan posisi sama seperti saat meeka masih dalam kandungan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan entah bagaimana, bayi yang sehat itu dapat menjangkau dan menaruh lengannya disekeliling saudaranya yang sakit itu. Dan tak lama kemudian, bayi yang sakit tersebut pelan-pelan jantungnya mulai stabil dan sembuh, tekanan darahnya menjadi normal, suhu badannya pelan-pelan normal. Sedikit demi sedikit bayi tersebut membaik. Hingga kini mereka berdua telah menjadi anak-anak yang sehat sempurna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat ini seseorang entah dimana mungkin membutuhkan pelukan dan kasih dari Anda, mereka membutuhkan jamahan dari Anda. Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi ada kesembuhan dalam tangan-tangan dan suara Anda. Tuhan ingin memakai Anda untuk mendatangkan harapan, kesembuhan, kasih, dan kemenangan kepada orang-orang kemanapun Anda pergi. Jika Anda mau berani mengalihkan pikiran Anda dari masalah-masalah Anda. Mengalihkan pikiran dari kebutuhan-kebutuhan Anda, dan berusaha menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan akan melakukan lebih banyak lagi bagi Anda dibanding yang Anda bahkan dapat minta atau pikirkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diambil dari Buku “Your best life Now” by Joel Osteen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-8914626471537951316?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/8914626471537951316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/pelukan-yang-menyelamatkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8914626471537951316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8914626471537951316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/11/pelukan-yang-menyelamatkan.html' title='Pelukan yang menyelamatkan'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-tQ1KQRzlwqs/TrNcBy5H5EI/AAAAAAAAAYg/JY_dZi69_zs/s72-c/pelukan%2Byang%2Bmenyelamatkan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-7838239619894723322</id><published>2011-10-25T10:40:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T10:40:45.866-07:00</updated><title type='text'>YANG TERINDAH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2G8M4ityYgo/Tqb0lGyYL9I/AAAAAAAAAX4/quLaxx3FURc/s1600/Yang%2Bterindah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="306" width="250" src="http://1.bp.blogspot.com/-2G8M4ityYgo/Tqb0lGyYL9I/AAAAAAAAAX4/quLaxx3FURc/s320/Yang%2Bterindah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk apa ?" tanya sang ayah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Untuk kado, mau kasih hadiah." jawab si kecil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jangan dibuang-buang ya." pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Persis pada hari raya, pagi-pagi si cilik sudah bangun dan membangunkan ayahnya, "Pa, Pa,… ada hadiah untuk Papa."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab, "Sudahlah nanti saja."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi si kecil pantang menyerah, "Pa, Pa, bangun Pa sudah siang."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ah, kamu gimana sih pagi-pagi sudah bangunin papa." Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya."Hadiah apa nih?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang." Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak KOSONG.Tidak berisi apa pun juga. "Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya koq kosong. Buang-buang kertas kado Papa. Kan mahal ?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Si kecil menjawab, "Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya. "Putri…, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu menyimpan boks ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa akan mengambil satu. Nanti kalau kosong diisi lagi ya!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;==============================​====&lt;br /&gt; Boks kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa yang terjadi ?&lt;br /&gt; Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah, di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain.Kosong dan penuh dua-duanya merupakan produk dari "pikiran" anda sendiri. Sebagaimana anda memandangi hidup demikianlah kehidupan anda. Hidup menjadi berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong.........&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AVE MARIA !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-7838239619894723322?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/7838239619894723322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/yang-terindah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7838239619894723322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7838239619894723322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/yang-terindah.html' title='YANG TERINDAH'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2G8M4ityYgo/Tqb0lGyYL9I/AAAAAAAAAX4/quLaxx3FURc/s72-c/Yang%2Bterindah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4018702014561933350</id><published>2011-10-25T10:39:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T10:39:49.372-07:00</updated><title type='text'>KESABARAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vUNKLiSJVeg/Tqb0XruW7wI/AAAAAAAAAXs/WV7xN_W8dcM/s1600/Kesabaran.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="248" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-vUNKLiSJVeg/Tqb0XruW7wI/AAAAAAAAAXs/WV7xN_W8dcM/s320/Kesabaran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"Kalau tidak mempunyai apa-apa, biarlah kosong.&lt;br /&gt; Biarlah kekosongan itu tetap kosong,&lt;br /&gt; sehingga Allah memenuhi kita,&lt;br /&gt; sebab Allah tidak akan dapat mengisi kalau kita penuh." (~Ibu Teresa)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seringkali mendengar kata-kata "belum".&lt;br /&gt; Belum selesai, belum saatnya tiba, belum punya pacar,&lt;br /&gt; belum punya anak, belum tergenapi, mungkin ada yang bilang belum kaya....dan sebagainya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikianlah kehidupan di dunia ini, isinya adalah "belum".&lt;br /&gt; Sehingga membuat sesorang menjadi tidak sabar, penasaran,&lt;br /&gt; tidak dapat mengekang diri, tidak berpikir panjang, tergesa-gesa dan sebagainya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika seseorang menanam benih dalam pot, maka yang dinanti adalah kapan tumbuhnya?&lt;br /&gt; kok, belum tumbuh-tumbuh ? Ketika membuka usaha baru, kok belum selesai, kapan operasionalnya, kapan kembali modalnya? Orang tua nanya kapan mau nikah? dan sebagainya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika seseorang sabar menanti, ada-ada saja yang tidak sabar berusaha mempengaruhi kesabarannya. Kesabaran adalah tolak ukur untuk mengetahui campur tangan Tuhan yaitu "Damai Sejahtera"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kesabaran bergandengan tangan dengan&lt;br /&gt; Kesetiaan, ketaatan dan ketekunan&lt;br /&gt; Dalam berpengharapan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Agar iman itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan&lt;br /&gt; Rencana dan kehendak Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kutipan puisi :&lt;br /&gt; MEMBUKA HELAI-HELAI MAWAR&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanyalah kuncup mawar mungil,&lt;br /&gt; sekuntum bunga indah ciptaan Tuhan;&lt;br /&gt; namun demikian, aku tak dapat membuka helai-helai bunganya,&lt;br /&gt; dengan tangan-tanganku yang kikuk dan canggung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rahasia membuka helai-helai bunga,&lt;br /&gt; aku tak mengetahuinya;&lt;br /&gt; Tuhan membuatnya mekar menakjubkan,&lt;br /&gt; sementara di tangan-tanganku, ia layu lalu mati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika aku tak dapat membuka helai-helai kuncup mawar,&lt;br /&gt; bunga indah ciptaan Tuhan,&lt;br /&gt; bagaimana mungkin aku berpikir bahwa&lt;br /&gt; aku memiliki kebijaksanaan,&lt;br /&gt; untuk membuka lembar-lembar hidupku?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi, aku mengandalkan bimbingan-Nya,&lt;br /&gt; setiap saat, setiap hari;aku datang mohon tuntunan-Nya,&lt;br /&gt; dalam setiap langkah melewati jalan ziarah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jalan yang terbentang di hadapanku,&lt;br /&gt; hanya Bapa Surgawi yang tahu;&lt;br /&gt; aku mengandalkan-Nya untuk membuka lembar-lembar waktuku,&lt;br /&gt; seperti Ia membuka helai-helai mawar.&lt;br /&gt; http://www.indocell.net/yesaya​/pustaka/id405.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4018702014561933350?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4018702014561933350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/kesabaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4018702014561933350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4018702014561933350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/kesabaran.html' title='KESABARAN'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-vUNKLiSJVeg/Tqb0XruW7wI/AAAAAAAAAXs/WV7xN_W8dcM/s72-c/Kesabaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6892111202377004283</id><published>2011-10-25T10:38:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T10:38:52.204-07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Bambu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xbi70jhL_NY/Tqb0JRGNXYI/AAAAAAAAAXg/wAjt3ZOsyfM/s1600/bamboo-forest.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-xbi70jhL_NY/Tqb0JRGNXYI/AAAAAAAAAXg/wAjt3ZOsyfM/s320/bamboo-forest.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ini adalah pesan yang sangat indah dan layak untuk disampaikan kepada semua orang. Saya setuju dengan semua yang dikatakan di sini,layak disimpan untuk inspirasi dan untuk menjaga kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaan saya, hubungan saya dengan yang lain, spiritualitas saya. Saya ingin berhenti dari hidup saya. Aku pergi ke hutan untuk bicara terakhir kali dengan Tuhan. "Tuhan", kataku. "Bisakah Engkau memberi saya satu alasan untuk tidak berhenti? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jawaban yang mengejutkanku ...&lt;br /&gt; "Lihatlah di sekitar", Katanya.&lt;br /&gt; "Apakah kamu melihat pakis dan bambu?"&lt;br /&gt; "Ya", saya menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ketika Aku menanam pakis dan benih bambu, Aku merawatnya dengan sangat baik. Aku memberi mereka cahaya. Aku memberi mereka air. Pakis cepat tumbuh dari bumi. Warna hijaunya yang menawan menutupi permukaan. Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi aku tidak berhenti merawatnya. Pada tahun kedua, pakis tumbuh lebih bersemangat dan berlimpah. Dan lagi, tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tapi aku tidak berhenti merawatnya. "Kata Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Pada tahun ketiga masih tidak ada apa-apa dari benih bambu. Tapi aku tidak akan berhenti. Pada tahun keempat, sekali lagi, tidak ada yg terjadi dari benih bambu. Aku tidak akan berhenti. "Kata Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Lalu pada tahun kelima sebuah tunas kecil muncul dari bumi. Dibandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan tidak berarti. Namun hanya dalam 6 bulan kemudian bambu naik menjadi lebih dari 100 meter. Ini telah menghabiskan lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Bambu membuat akar yang kuat dan memberi apa yang diperlukan untuk bertahan hidup. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa ditanganinya." KataNya kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Apakah Anda tahu, anakKu, bahwa selama ini Anda telah berjuang, Anda benar-benar telah tumbuh akar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Aku tidak akan berhenti merawatnya. Aku tak akan menyerah pada Anda. "&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain." Kata Dia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis.&lt;br /&gt; Tapi keduanya menjadikan hutan ini indah. "&lt;br /&gt; "Waktu mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau akan tumbuh sangat tinggi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Seberapa tinggi aku harus bertumbuh?" Tanyaku.&lt;br /&gt; "Sampai seberapa tinggi bambu naik?" Dia balik bertanya.&lt;br /&gt; "Setinggi yang bisa dia capai ?" jawab saya dengan nada bertanya&lt;br /&gt; "Ya." Dia berkata, "Berilah Aku kemuliaan dengan naik setinggi yang Anda bisa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya pergi meninggalkan hutan itu dan membawa kembali kisah ini. Saya harap kata-kata ini dapat membantu Anda melihat bahwa Tuhan tidak akan pernah menyerah pada Anda. Dia tidak akan pernah menyerah pada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jangan pernah menyesali hari-hari dalam hidup Anda.&lt;br /&gt; Hari-hari baik memberikan kebahagiaan; hari buruk memberikan&lt;br /&gt; pengalaman, keduanya penting untuk kehidupan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AVE MARIA !!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6892111202377004283?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6892111202377004283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/belajar-dari-bambu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6892111202377004283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6892111202377004283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/belajar-dari-bambu.html' title='Belajar Dari Bambu'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-xbi70jhL_NY/Tqb0JRGNXYI/AAAAAAAAAXg/wAjt3ZOsyfM/s72-c/bamboo-forest.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-8506606979499029964</id><published>2011-10-25T10:37:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T10:37:57.745-07:00</updated><title type='text'>Hati yang berubah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-05HGitWlu4s/Tqbz7l25MpI/AAAAAAAAAXU/oCf1XJ3i5Es/s1600/hati%2Byang%2Bberubah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="231" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-05HGitWlu4s/Tqbz7l25MpI/AAAAAAAAAXU/oCf1XJ3i5Es/s320/hati%2Byang%2Bberubah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;seorang wanita yang meminta konseling dari Dr. George W. Crane, seorang psikolog, mengatakan bahwa ia membenci suaminya dan berniat menceraikannya.&lt;br /&gt; "Aku ingin menyakitinya sekeras mungkin", katanya tegas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Baiklah", kata Dr. Crane. "Aku menasihati Anda untuk mulai membanjirinya dengan pujian. Ketika Anda mulai tak tergantikan baginya, ketika ia berpikir Anda mencintainya dengan penuh pengabdian, mulailah tindakan perceraian. Itulah cara untuk menyakitinya".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, istri itu kembali untuk melaporkan bahwa semuanya telah berjalan dengan baik. Ia telah melakukan nasihat yang dianjurkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bagus" kata Dr. Crane. "Sekarang tiba waktunya untuk mengajukan perceraian".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Perceraian?" jerit perempuan itu terkejut. "Tidak. Aku sangat mencintai suamiku!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-8506606979499029964?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/8506606979499029964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/hati-yang-berubah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8506606979499029964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8506606979499029964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/hati-yang-berubah.html' title='Hati yang berubah'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-05HGitWlu4s/Tqbz7l25MpI/AAAAAAAAAXU/oCf1XJ3i5Es/s72-c/hati%2Byang%2Bberubah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-2999395063418106443</id><published>2011-10-25T10:36:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T10:36:53.313-07:00</updated><title type='text'>Hakekat Hidup</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vC0fEN8sSUE/TqbzrBqLW4I/AAAAAAAAAXI/mNYlcLpBVMg/s1600/hakekat%2Bhidup.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="207" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-vC0fEN8sSUE/TqbzrBqLW4I/AAAAAAAAAXI/mNYlcLpBVMg/s320/hakekat%2Bhidup.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : "Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang Guru tersenyum : "Oh, kamu sakit..".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : "Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama "Alergi Hidup". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku", kata sang Guru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi", pria itu menolak tawaran sang Guru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?", tanya Guru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ya, memang saya sudah bosan hidup", jawab pria itu lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini... Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai ! Tinggal satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu" . Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : "Sayang..., apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku sayang".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata : "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu". Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : "Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, ia selalu bahagia..., selalu tenang..., selalu Hidup....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ave Maria !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-2999395063418106443?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/2999395063418106443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/hakekat-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2999395063418106443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2999395063418106443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/hakekat-hidup.html' title='Hakekat Hidup'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-vC0fEN8sSUE/TqbzrBqLW4I/AAAAAAAAAXI/mNYlcLpBVMg/s72-c/hakekat%2Bhidup.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-2455616644399630747</id><published>2011-10-25T10:35:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T10:35:32.795-07:00</updated><title type='text'>BAHASA HATI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xLRVDQeN3C8/TqbzXKfNFWI/AAAAAAAAAW8/sCk6eKGXOy0/s1600/bahasa%2Bhati.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="165" width="220" src="http://2.bp.blogspot.com/-xLRVDQeN3C8/TqbzXKfNFWI/AAAAAAAAAW8/sCk6eKGXOy0/s320/bahasa%2Bhati.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.&lt;br /&gt; Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.&lt;br /&gt; Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.&lt;br /&gt; Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.&lt;br /&gt; Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semua itu haruslah berasal dari hati anda.&lt;br /&gt; Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.&lt;br /&gt; Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda,&lt;br /&gt; namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi&lt;br /&gt; hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat.&lt;br /&gt; Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis.&lt;br /&gt; Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mulailah melembutkan hati sebelum memberikannya pada orang lain, agar keberhasilan anda juga menjadi motivasi bagi orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ave Maria !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-2455616644399630747?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/2455616644399630747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/bahasa-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2455616644399630747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/2455616644399630747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/bahasa-hati.html' title='BAHASA HATI'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-xLRVDQeN3C8/TqbzXKfNFWI/AAAAAAAAAW8/sCk6eKGXOy0/s72-c/bahasa%2Bhati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-8275211123581190653</id><published>2011-10-20T02:09:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T02:09:10.081-07:00</updated><title type='text'>‎5 langkah sederhana untuk menjadi bahagia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JQDWBUtgb68/Tp_lJw00ehI/AAAAAAAAAWw/cpfV4yhs0zY/s1600/happiness.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="286" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-JQDWBUtgb68/Tp_lJw00ehI/AAAAAAAAAWw/cpfV4yhs0zY/s320/happiness.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tuhan tidak menjanjikan hari tanpa rasa sakit, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan, tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk hari itu, kenyamanan bagi air mata, dan cahaya untuk jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kekecewaan seperti gundukan jalan, mereka sedikit memperlambat Anda tapi Anda akan menikmati jalan mulus setelahnya. Jangan tinggal di gundukan terlalu lama. segera pindah dan Bergeraklah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika Anda merasa down karena Anda tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan, duduk diam saja dan tenang, karena Allah sedang merencanakan sesuatu yang lebih baik untuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika sesuatu terjadi pada Anda, baik atau buruk, pertimbangkan apa artinya. Ada maksud dibalik semua peristiwa-peristiwa kehidupan, untuk mengajarkan Anda bagaimana untuk lebih banyak tertawa atau tidak terlalu keras menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anda tidak bisa membuat seseorang mencintai Anda, yang dapat Anda lakukan adalah menjadi seseorang yang bisa dicintai, selebihnya terserah orang lain menilai Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ukuran dari cinta adalah saat Anda mencintai dengan tidak terbatas. Dalam kehidupan ini sangat jarang Anda akan bertemu dengan orang yang Anda cintai dan mencintai Anda. Jadi sekali Anda memiliki itu jangan pernah membiarkannya pergi, kesempatan mungkin tidak akan pernah menghampiri Anda lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lebih baik kehilangan harga diri Anda dengan orang yang Anda cintai, daripada kehilangan orang yang anda cintai karena gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mencari orang yang tepat untuk kita cintai atau mencari kesalahan dengan orang yang sudah mencintai kita, padahal kita seharusnya menyempurnakan cinta yang kita berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika Anda benar-benar peduli dengan seseorang, Anda tidak mencari kesalahan atas kepedulianmu, Anda tidak mencari jawaban atas kepedulianmu, Anda tidak mencari kekeliruan atas kepedulianmu. Sebaliknya, Anda melawan kesalahan itu, Anda menerima kesalahan itu, dan Anda mengabaikan semua alasan yg membuat Anda tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jangan pernah meninggalkan seorang sahabat lama. Anda tidak akan pernah menemukan seseorang yang bisa menggantikannya. Persahabatan adalah seperti anggur, menjadi lebih baik seiring dengan pertumbuhan yang semakin tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Bebaskan hatimu dari kebencian.&lt;br /&gt; 2. Bebaskan pikiranmu dari kekhawatiran.&lt;br /&gt; 3. Hiduplah sederhana&lt;br /&gt; 4. Memberi lebih banyak.&lt;br /&gt; 5. Mengharapkan lebih sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak seorang pun dapat kembali dan membuat awal yang baru. Siapapun bisa memulai dari sekarang dan membuat akhir yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tuhan memberkati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ave Maria !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-8275211123581190653?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/8275211123581190653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/5-langkah-sederhana-untuk-menjadi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8275211123581190653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8275211123581190653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/5-langkah-sederhana-untuk-menjadi.html' title='‎5 langkah sederhana untuk menjadi bahagia'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-JQDWBUtgb68/Tp_lJw00ehI/AAAAAAAAAWw/cpfV4yhs0zY/s72-c/happiness.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6643272544326270094</id><published>2011-10-20T02:07:00.001-07:00</published><updated>2011-10-20T02:07:52.507-07:00</updated><title type='text'>Pemberian diri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-SXLQLWVTylA/Tp_k4skVesI/AAAAAAAAAWk/qsrPUDukFyQ/s1600/pemberian%2Bdiri.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="256" src="http://1.bp.blogspot.com/-SXLQLWVTylA/Tp_k4skVesI/AAAAAAAAAWk/qsrPUDukFyQ/s320/pemberian%2Bdiri.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Puncak piramida yang digambarkan oleh Abraham Maslow yakni akualisasi diri (Self-Actualization) bagi orang yang mau menjadi pekerja di ladang Kristus, sudah tidak berlaku lagi, ada satu hal yang jauh lebih tinggi lagi dari aktualisasi diri yaitu "Pemberian diri" (Self-Giving). Seperti yang dilakukan Jesus beserta para martirNya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal ini diungkapkan dengan sangat indah oleh Santo Ignatius dari Antiokia : "Jika Gandum tidak bersedia untuk digiling, maka gandum tersebut tidak akan pernah menjadi Roti, dan anggur jika tidak bersedia diperas, maka tidak akan menjadi minuman anggur yang harum."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk mencapai kemuliaan Ilahi sudah jelas tidak MUDAH dan MURAH. Emas hanya bisa dibedakan dengan logam yang kelihatan persis seperti emas dengan cara mengujinya di dalam api. Sudah jelas bagaimana perbedaan proses pembentukan Berlian dengan batu kali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal alami sudah mengajarkan kepada kita bagaimana untuk mencapai kemulian Allah dengan "memberikan diri" kita untuk diuji oleh Tuhan ketika Tuhan MEMBUTUHKANNYA...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan Memberkati..&lt;br /&gt; Ave Maria !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6643272544326270094?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6643272544326270094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/pemberian-diri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6643272544326270094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6643272544326270094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/pemberian-diri.html' title='Pemberian diri'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-SXLQLWVTylA/Tp_k4skVesI/AAAAAAAAAWk/qsrPUDukFyQ/s72-c/pemberian%2Bdiri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4272490120464740961</id><published>2011-10-20T02:05:00.001-07:00</published><updated>2011-10-20T02:05:10.497-07:00</updated><title type='text'>Give Thanks</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6JJKPfbirEo/Tp_kOYXZizI/AAAAAAAAAWY/Hv-eDyLAWbE/s1600/give%2Bthanks.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="290" width="236" src="http://4.bp.blogspot.com/-6JJKPfbirEo/Tp_kOYXZizI/AAAAAAAAAWY/Hv-eDyLAWbE/s320/give%2Bthanks.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal baik...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkat bagimu ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ave Maria !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4272490120464740961?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4272490120464740961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/give-thanks.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4272490120464740961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4272490120464740961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/give-thanks.html' title='Give Thanks'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6JJKPfbirEo/Tp_kOYXZizI/AAAAAAAAAWY/Hv-eDyLAWbE/s72-c/give%2Bthanks.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-3961464373700063326</id><published>2011-10-20T02:03:00.001-07:00</published><updated>2011-10-20T02:03:46.744-07:00</updated><title type='text'>Doa sebelum makan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-omTK9YAaDLY/Tp_j5ZtM9JI/AAAAAAAAAWM/G2b2UL5qJAw/s1600/Doa%2Bsebelum%2Bmakan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-omTK9YAaDLY/Tp_j5ZtM9JI/AAAAAAAAAWM/G2b2UL5qJAw/s320/Doa%2Bsebelum%2Bmakan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada suatu hari, seorang petani tua mengunjungi sebuah keluarga kaya untuk urusan bisnis. Di rumah itu dia diundang ikut makan siang bersama. Setiap orang yang hadir begitu duduk di meja itu langsung mengambil makanan, namun tidak demikian halnya dengan petani tua itu. Sebelum mulai makan, ia sejenak menundukan kepala dan bersyukur atas makanan yang tersedia. Ketika usai berdoa dan mengangkat kembali kepalanya, tuan rumah tersenyum kepadanya dan bertanya,”Apakah di sekitar daerah ini masih ada orang yang mengikuti kebiasaan lama seperti itu?” Orang tua itu sejenak terdiam. Lalu jawabnya,”Yah ada beberapa yang tidak pernah bersyukur atas makanan yang mereka terima.” Tuan rumah tersenyum bangga. “Pasti mereka itu orang terpelajar?” “Bukan tuan,” kata petani itu. “Mereka itu babi-babi yang kami pelihara.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cerita di atas mau menyampaikan pesan supaya kita tidak lupa bersyukur atas segala pemberian Allah, betapapun sederahananya pemberian itu. Karena diiringi rasa syukur dan semangat kebersamaan, rejeki yang tampaknya sangat sederhana itu dapat memberikan kelegaan dan kegembiraan. Apakah aku ini seorang yang selalu ingat bersyukur atas segala kebaikan Allah?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pejamkan mata beberapa menit. Bayangkanlah Anda salah satu dari orang banyak yang berbondong-bondong untuk mendengarkan pengajaran Yesus. Anda terkesan melihat Yesus yang berdoa atas lima roti dan dua ikan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam perkerjaan mapun perjumpaan dengan orang-orang hari ini, aku tidak akan ragu untuk berbagi, entah perhatian, kemapuan/keterampilan, tenaga dan lain-lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ave Maria !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-3961464373700063326?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/3961464373700063326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/doa-sebelum-makan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3961464373700063326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3961464373700063326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/doa-sebelum-makan.html' title='Doa sebelum makan'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-omTK9YAaDLY/Tp_j5ZtM9JI/AAAAAAAAAWM/G2b2UL5qJAw/s72-c/Doa%2Bsebelum%2Bmakan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-7225267449130668789</id><published>2011-10-20T02:02:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T02:02:13.892-07:00</updated><title type='text'>Batu dan Mutiara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-udzUv3lIrr8/Tp_jj2ALIgI/AAAAAAAAAWA/biuM4sGOAmE/s1600/batu%2Bdan%2Bmutiara.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-udzUv3lIrr8/Tp_jj2ALIgI/AAAAAAAAAWA/biuM4sGOAmE/s320/batu%2Bdan%2Bmutiara.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah lama berjalan, lelahlah pedagang itu, kemudian dia beristirahat sejenak. Selama dia beristirahat, dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati batu itu. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian dia meneruskan perjalanannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selama dia berjalan lagi, tiba-tiba dia melihat ada yang berkilau-kilauan di pinggir jalan. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah sebuah mutiara yang indah. Alangkah senangnya hati pedagang tersebut, mutiara itu diambil dan disimpannya tetapi dalam kantong yang berbeda dengan kantong tempat batu tadi. Kemudian dia meneruskan perjalanannya kembali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adapun si batu kecil itu merasa bahwa pedagang itu begitu memperhatikan dirinya, dan dia merasa begitu bahagia. Namun pada suatu saat mengeluhlah batu kecil itu kepada dirinya sendiri. “Tuan begitu baik padaku, setiap hari aku digosoknya walaupun aku ini hanya sebuah batu yang jelek, namun aku merasa kesepian. Aku tidak mempunyai teman seorangpun, seandainya saja Tuan memberikan kepadaku seorang teman”. Rupanya keluhan batu kecil yang malang ini didengar oleh pedagang itu. Dia merasa kasihan dan kemudian dia berkata kepada batu kecil itu “Wahai batu kecil, aku mendengar keluh kesahmu, baiklah aku akan memberikan kepadamu sesuai dengan yang engkau minta”. Setelah itu kemudian pedagang tersebut memindahkan mutiara indah yang ditemukannya di pinggir jalan itu ke dalam kantong tempat batu kecil itu berada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dapat dibayangkan betapa senangnya hati batu kecil itu mendapat teman mutiara yang indah itu. Sungguh betapa tidak disangkanya, bahwa pedagang itu akan memberikan miliknya yang terbaik kepadanya. Waktu terus berjalan dan si batu dan mutiara pun berteman dengan akrab. Setiap kali pedagang itu beristirahat, dia selalu menggosok kembali batu dan mutiara itu. Namun pada suatu ketika, setelah selesai menggosok keduanya, tiba-tiba saja pedagang itu memisahkan batu kecil dan mutiara itu. Mutiara itu ditempatkannya kembali di dalam kantongnya semula, dan batu kecil itu tetap di dalam kantongnya sendiri. Maka sedihlah hati batu kecil itu. Tiap-tiap hari dia menangis, dan memohon kepada pedagang itu agar mengembalikan mutiara itu bersama dengan dia. Namun seolah-olah pedagang itu tidak mendengarkan dia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka putus asalah batu kecil itu, dan di tengah-tengah keputusasaannya itu, berteriaklah dia kepada pedagang itu “Oh tuanku, mengapa engkau berbuat demikian ? Mengapa engkau mengecewakan aku ?” Rupanya keluh kesah ini didengar oleh pedagang batu tersebut. Kemudian dia berkata kepada batu kecil itu “Wahai batu kecil, kamu telah kupungut dari pinggir jalan. Engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Mengapa engkau mengeluh ? Mengapa engkau berkeluh kesah ? Mengapa hatimu berduka saat aku mengambil mutiara itu daripadamu ? Bukankah mutiara itu miliku, dan aku bebas mengambilnya setiap saat menurut kehendakku ? Engkau telah kupungut dari jalan, engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Ketahuilah bahwa bagiku, engkau sama berharganya seperti mutiara itu, engkau telah kupungut dan engkau kini telah menjadi milikku juga. Biarlah aku bebas menggunakanmu sekehendak hatiku. Aku tidak akan pernah membuangmu kembali”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengertikah apakah maksud cerita di atas ? Yang dimaksud dengan batu kecil itu adalah kita-kita semua, sedangkan pedagang itu adalah Tuhan sendiri. Kita semua ini buruk dan hina di hadapanNya, namun karena kasihnya itu Dia memoles kita, sehingga kita dijadikannya indah di hadapanNya. Sedangkan yang dimaksud dengan mutiara itu adalah berkat Tuhan bagi kita semua. Siapa yang tidak senang menerima berkat ? Berkat itu dapat berupa apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin berupa kegembiraan, kesehatan, orangtua, saudara dan sahabat, dan banyak lagi. Apakah kita pernah bersyukur, setiap kali kita mendapat berkat itu ? Dan apakah kita tetap bersyukur, jika seandainya Tuhan mengambil semuanya itu dari kita ? Bukankah semua itu milikNya dan Ia bebas mengambilnya kembali kapanpun Ia mau ? Bersyukurlah selalu kepadaNya, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan kita semua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yer 29:11 Bukankah Aku ini mengetahui rencana-rencanaKu kepadamu ? Yaitu rencana keselamatan dan bukannya rencana kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari esok yang penuh harapan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ayat 12: Maka kamu akan berseru dan datang kepadaKu untuk berdoa dan Aku akan mendengarkan kamu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ave Maria !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-7225267449130668789?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/7225267449130668789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/batu-dan-mutiara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7225267449130668789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/7225267449130668789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/batu-dan-mutiara.html' title='Batu dan Mutiara'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-udzUv3lIrr8/Tp_jj2ALIgI/AAAAAAAAAWA/biuM4sGOAmE/s72-c/batu%2Bdan%2Bmutiara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-8820760644634505161</id><published>2011-10-20T01:59:00.001-07:00</published><updated>2011-10-20T01:59:21.709-07:00</updated><title type='text'>Berhentilah bertanya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-YxI9EPt2-mM/Tp_i2HF-xoI/AAAAAAAAAV0/zUPGSSwUomQ/s1600/Berhentilah%2Bbertanya.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="190" width="265" src="http://4.bp.blogspot.com/-YxI9EPt2-mM/Tp_i2HF-xoI/AAAAAAAAAV0/zUPGSSwUomQ/s320/Berhentilah%2Bbertanya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kita tidak pernah mempertanyakan kemana supir bus kota yang kita tumpangi akan membawa bus-nya. Tetapi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang ayah mengajak puterinya, Asa, 6 tahun, mengendarai mobil menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah : "Ayah tahu tempatnya?", tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tahu, jangan kuatir ...", jawab Ayah sembari tersenyum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Emang Ayah tahu jalan-jalannya?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tahu, jangan kuatir ..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Benar, tidak kesasar Ayah?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Benar, jangan kuatir ...", jawab Ayah tetap dengan sabar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Nanti kalau Asa haus, bagaimana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Tenang, nanti Ayah beli air mineral ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Terus kalau lapar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Tenang, Ayah ajak mampir Asa ke restoran ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Emang ayah tahu tempat restorannya?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tahu, sayang ..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Emang ayah bawa cukup uang?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Cukup, sayang ..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kalau Asa pengin ke kamar kecil?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita ..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Emang di musium ada toiletnya?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Ada , jangan kuatir ..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ayah bawa tissue juga?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bawa, jangan kuatir ...", kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ayah cari jalan yang lebih cepat ... supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti ..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung,&lt;br /&gt; "Kenapa Asa diam, sayang?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pasti tahu, akan antar dan bantu Asa nanti!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita ini seperti Asa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sesungguhnya Tuhan "sedang mengemudi" buat kita semua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan-Nya", kadang mempercepat. Semuanya ada maksudnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Anda, biarkan Dia mengemudikan hidup Anda, sebaliknya fokuskan hidup Anda kepada hal-hal yang Anda bisa kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang Anda sudah miliki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-8820760644634505161?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/8820760644634505161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/berhentilah-bertanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8820760644634505161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/8820760644634505161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/berhentilah-bertanya.html' title='Berhentilah bertanya'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-YxI9EPt2-mM/Tp_i2HF-xoI/AAAAAAAAAV0/zUPGSSwUomQ/s72-c/Berhentilah%2Bbertanya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-6127279509418889939</id><published>2011-10-20T01:57:00.001-07:00</published><updated>2011-10-20T01:57:36.919-07:00</updated><title type='text'>Mercusuar dan kapten yang keras kepala</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-hWvqAd4M2qc/Tp_ieCSJWDI/AAAAAAAAAVo/GkSgMmRy5Lk/s1600/mercusuar.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-hWvqAd4M2qc/Tp_ieCSJWDI/AAAAAAAAAVo/GkSgMmRy5Lk/s320/mercusuar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada sebuah kisah lama tentang seorang kapten sebuah kapal yang sedang berlayar dalam malam yang gelap dan kelam. Kapten tersebut tiba-tiba memperhatikan sebuah sinar terang langsung didepannya, dan ia tahu bahwa kapalnya sedang ada dalam jalur tabrakan dengan terang itu. Ia bergegas ke radio dan mengirimkan suatu pesan darurat, dengan menuntut kapal di depannya tersebut untuk merubah jalurnya sepuluh derajat ke timur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa detik kemudian, ia menerima sebuah pesan jawaban. Pesan itu berkata, “Tidak dapat melakukannya. Ubahlah jalur Anda sepuluh derajat ke barat.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kapten itu menjadi marah. Ia mengirimkan pesan lainnya. “Aku adalah seorang kapten angkatan laut. Aku menuntutmu mengubah jalurmu.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia menerima pesan kembali beberapa detik kemudian. Pesan itu berbunyi, “Aku adalah kelasi kelas dua. Tidak dapat melakukannya. Ubahlah jalur Anda.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kapten itu sekarang sangat marah. Ia mengirimkan sebuah pesan terakhir. Bunyinya, “Aku adalah sebuah kapal perang, dan aku tidak mau mengubah jalurku!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia mendapat pesan pendek sebagai jawaban. Bunyinya, “Aku adalah sebuah mercusuar. Itu pilihan Anda, pak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sering kali, kita seperti kapten angkatan laut itu, kita dapat keras hati dan keras kepala.Kita dapat memikirkan semua alasan mengapa kita tidak akan berubah : Mereka sangat menyakitiku, Mereka terlalu bersalah kepadaku, Aku tidak mau mengampuni.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alkitab merupakan mercusuar pribadi Anda, yang menyinarkan kebenaran dalam kehidupan Anda, dengan mengatakan bahwa Anda harus merubah jalur Anda. Pengampunan adalah sebuah pilihan, tetapi itu buka pilihan lain. Yesus menyatakan dengan cara ini: “Jika engkau tidak mengampuni orang-orang lain, Bapamu di sorga tidak akan mengampunimu.” Bila Anda memelihara sikap tidak mau mengampuni Anda sedang menuju masalah. Anda ada pada jalan yang menghancurkan. Dan Tuhan sedang memerintahkan untuk mengubah jalur Anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AVE MARIA !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-6127279509418889939?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/6127279509418889939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/mercusuar-dan-kapten-yang-keras-kepala.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6127279509418889939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/6127279509418889939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/mercusuar-dan-kapten-yang-keras-kepala.html' title='Mercusuar dan kapten yang keras kepala'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hWvqAd4M2qc/Tp_ieCSJWDI/AAAAAAAAAVo/GkSgMmRy5Lk/s72-c/mercusuar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-3064217159966282678</id><published>2011-10-20T01:55:00.001-07:00</published><updated>2011-10-20T01:55:58.593-07:00</updated><title type='text'>Codfish dan Catfish</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5-lagxxYOzE/Tp_iE7FzfpI/AAAAAAAAAVc/WekRcLwrkEc/s1600/codfish.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-5-lagxxYOzE/Tp_iE7FzfpI/AAAAAAAAAVc/WekRcLwrkEc/s320/codfish.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bertahun-tahun yang lalu, menjala ikan cod di daerah timur laut menjadi sebuah bisnis komersial yang sangat besar. Industri perikanan mengakui bahwa ada sebuah pasar besar bagi ikan Cod di seluruh Amerika, tetapi mereka mempunyai masalah besar didalam pendistribusiannya. Awalnya mereka hanya membekukan ikan itu, seperti yang mereka lakukan pada semua produk mereka yang lain, dan mengapalkannya ke seluruh negeri. Tetapi untuk alasan-alasan tertentu, setelah ikan cod itu dibekukan, ikan tersebut kehilangan rasa khasnya. Jadi para pemilik memutuskan untuk mengapalkan ikan-ikan dalam tangki-tangki besar yang diisi dengan air laut segar. Mereka mengira bahwa pastilah itu akan menyelesaikan masalah tersebut dan menjaga kesegaran ikan.Tetapi mereka kecewa, karena proses ini hanya membuat masalah menjadi semakin buruk. Karena ikan itu tidak aktif dalam tangki, sehingga menjadi lunak dan seperti bubur, dan sekali lagi ikan-ikan itu kehilangan rasa khasnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu hari, seseorang memutuskan untuk menaruh beberapa catfish dalam tangki dengan ikan cod. Catfish adalah musuh alami ikan cod, jadi sementara tangki itu berjalan ke seluruh negeri, ikan cod tersebut harus tetap waspada dan aktif serta berjaga-jaga terhadap catfish tersebut. Luarbiasanya, saat tangki tersebut tiba ditujuan, ikan cod itu masih sesegar dan selezat saat mereka masih berada di daerah timur laut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seperti catfish tersebut, mungkin kesukaran Anda ditaruh keatas jalan kehidupan Anda untuk suatu maksud. Mungkin kesukaran itu ditaruh disana untuk menantang Anda, menajamkan Anda, membuat Anda tetap segar, menjaga Anda tetap hidup, aktif, serta bertumbuh. Memang, kadang-kadang rasanya seolah-olah Anda disertai seekor ikan hiu putih besar dalam tangki tersebut, bukannya seekor catfish, tetapi kesukaran yang sedang Anda hadapi bisa saja merupakan sesuatu yang Tuhan sedang pakai untuk mendorong dan menantang Anda supaya menjadi yang terbaik. Pencobaan itu adalah ujian bagi iman, karakter, dan kesabaran Anda.&lt;br /&gt; Jangan menyerah. Jangan berhenti. Jangan merengek dan mengeluh. Sebaliknya berdirilah teguh dan lakukanlah perjuangan iman yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-3064217159966282678?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/3064217159966282678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/codfish-dan-catfish.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3064217159966282678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/3064217159966282678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/codfish-dan-catfish.html' title='Codfish dan Catfish'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5-lagxxYOzE/Tp_iE7FzfpI/AAAAAAAAAVc/WekRcLwrkEc/s72-c/codfish.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-4473663942771575097</id><published>2011-10-20T01:53:00.001-07:00</published><updated>2011-10-20T01:53:57.361-07:00</updated><title type='text'>Kesetiaan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-XAKAzLuleNo/Tp_hl0LFvUI/AAAAAAAAAVQ/axFKZpxGZ-0/s1600/kesetian.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-XAKAzLuleNo/Tp_hl0LFvUI/AAAAAAAAAVQ/axFKZpxGZ-0/s320/kesetian.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saat Perang Dunia pertama, seorang prajurit yang berada di dalam sebuah parit perlindungan melihat temannya di daerah tak bertuan- yaitu tanah antara parit perlindungan dan musuh. Temannya luka terbaring di sana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang itu bertanya kepada komandannya, "Boleh saya pergi dan membawa dia ke sini Pak ?" Komandannya menolak dengan mengatakan, "Tidak seorang pun dapat hidup di luar sana, dan jika Anda pergi, aku hanya akan kehilangan dirimu juga." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa peduli, pria itu pergi untuk menyelamatkan temannya, karena mereka sudah seperti saudara sepanjang perang itu. Entah bagaimana, ia berhasil mendapatkan temannya dan memanggul pada bahunya, terhuyung-huyung kembali ke parit perlindungan, hanya untuk jatuh terluka parah dengan temannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Komandan itu marah, "aku sudah bilang jangan pergi. Sekarang aku telah kehilangan dua orang yang baik.. Ini tidak berharga! dan konyol".&lt;br /&gt; Dengan napas sekarat orang itu berkata, "Tapi itu layak, Pak, karena ketika aku sampai dia berkata," Jim, aku tahu kau akan datang."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pesan yang sama dari salib Yesus Kristus adalah: Allah akan datang kepada Anda ketika Anda berseru kepada-Nya, bahkan sampai memberikan hidup-Nya untuk membuktikan kesetiaan-Nya kepada Anda.&lt;br /&gt; * * *&lt;br /&gt; Tuhan Yesus, ketika aku melihat salibmu. Aku tahu Engkau peduli padaku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;============================&lt;br /&gt; Yesaya 43:2-3&lt;br /&gt; Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-4473663942771575097?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/4473663942771575097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/kesetiaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4473663942771575097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/4473663942771575097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/kesetiaan.html' title='Kesetiaan'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-XAKAzLuleNo/Tp_hl0LFvUI/AAAAAAAAAVQ/axFKZpxGZ-0/s72-c/kesetian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-9193838895823399862</id><published>2011-10-11T10:43:00.000-07:00</published><updated>2011-10-11T10:43:17.741-07:00</updated><title type='text'>Membeli Waktu papa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Q6L3A9lnaPI/TpSAKWpMH4I/AAAAAAAAAVE/a51dBlY-rOk/s1600/membeli%2Bwaktu%2Bpapa.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="204" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-Q6L3A9lnaPI/TpSAKWpMH4I/AAAAAAAAAVE/a51dBlY-rOk/s320/membeli%2Bwaktu%2Bpapa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Steven adalah seorang karyawan perusahaan yang cukup terkenal di Jakarta, memiliki dua putra. Putra pertama baru berusia 7 tahun bernama Leo dan putra ke dua berusia dua tahun bernama Kristian. Seperti biasa jam 21.00 Steven sampai di rumahnya di salah satu sudut Jakarta, setelah seharian penuh bekeja di kantornya. Dalam keremangan lampu halaman rumahnya dia melihat Leo putra pertamanya ditemani b...ik Yati pembantunya menyambut di gerbang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok belum tidur Leo?" sapa Steven sambil mencium anaknya. Biasanya Leo sudah tidur ketika Steven pulang dari kantor dan baru bangun menjelang Steven berangkat ke kantor keesokan harinya.&lt;br /&gt;"Leo menunggu Papa pulang, Leo mau tanya, gaji Papa itu berapa sih Pa?"&lt;br /&gt;kata Leo sambil membuntuti papanya.&lt;br /&gt;"Ada apa nih kok tanya gaji papa segala?"&lt;br /&gt;"Leo Cuma pingin tahu aja kok Pa ?&lt;br /&gt;"Baiklah coba Leo hitung sendiri ya. Kerja papa sehari di gaji Rp 600.000,-, nah selama sebulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Nah berapa gaji papa sebulan?"&lt;br /&gt;"Sehari Papa kerja berapa jam Pa?" tanya Leo lebih lanjut.&lt;br /&gt;"Sehari papa kerja 10 jam Leo, nah hitung sana, Papa mau melepas sepatu dulu."&lt;br /&gt;Leo berlari ke meja belajarnya dan sibuk mencoret-coret dalam kertasnya menghitung gaji papanya. Sementara Steven melepas sepatu dan meminum teh hangat buatan istri tercintanya.&lt;br /&gt;"Kalau begitu, satu bulan Papa digaji Rp 15.000.000,-, ya Pah? Dan satu jam papa di gaji Rp. 60.000,-." Kata Leo setelah mencorat-coret sebentar dalam kertasnya sambil membuntuti Steven yang beranjak menuju kamarnya.&lt;br /&gt;"Nah, pinter kamu Leo. Sekarang Leo cuci kaki lalu bobok." Perintah Steven, namun Leo masih saja membuntuti Steven sambil terus memandang papanya yang berganti pakaian .&lt;br /&gt;"Pa, boleh tidak Leo pinjam uang Papa Rp. 5.000,- saja?" tanya Leo dengan hati-hati sambil menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;"Sudahlah Leo, nggak usah macam-macam, untuk apa minta uang malam-malam begini.&lt;br /&gt;Kalau mau uang besok saja, Papa kan capek mau mandi dulu. Sekarang Leo tidur supaya besok tidak terlambat ke sekolah!"&lt;br /&gt;"Tapi Pah.."&lt;br /&gt;"Leooo !! Papa bilang tidur!"bentak Steven mengejutkan Leo.&lt;br /&gt;Segera Leo beranjak menuju kamarnya. Setelah mandi Steven menengok kamar anaknya dan menjumpai Leo belum tidur. Leo sedang terisak pelan sambil memegangi sejumlah uang. Steven nampak menyesal dengan bentakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipegangnyalah kepala Leo pelan dan berkata: "Maafkan Papa ya nak. Papa sayang sekali pada Leo." ditatapnya Leo anaknya dengan penuh kasih sambil ikut berbaring di sampingnya.&lt;br /&gt;" Nah katakan pada Papa, untuk apa sih perlu uang malam-malam begini. Besok kan bisa, jangankan Rp. 5.000,-, lebih banyak dari itupun akan Papa kasih."&lt;br /&gt;"Leo nggak minta uang Papa kok, Leo cuma mau pinjam. Nanti akan Leo kembalikan, kalau Leo udah menabung lagi dari uang jajan Leo."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, tapi untuk apa Leo?" tanya Steven dengan lembut.&lt;br /&gt;"Leo udah menunggu Papa dari sore tadi, Leo nggak mau tidur sebelum ketemu Papa. Leo pingin ngajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang bahwa waktu papa berharga. Jadi Leo ingin beli waktu Papa."&lt;br /&gt;"Lalu. " tanya Steven penuh perhatian dan kelihatan belum mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi Leo membuka tabungan, ada Rp 25.000,-. Tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 60.000,-, maka untuk setengah jam berarti Rp. 30.000,-. Uang tabungan Leo kurang Rp. 5.000,-. Maka Leo ingin pinjam pada Papa. Leo ingin membeli waktu Papa setengah jam saja, untuk menemani Leo main ular tangga. Leo rindu pada Papa." Kata Leo polos dengan masih menyisakan isakannya yang tertahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steven terdiam, dan kehilangan kata-kata. Bocah kecil itu dipeluknya erat-erat, bocah kecil yang menyadarkan bahwa cinta bukan hanya sekedar ungkapan kata-kata belaka namun berupa ungkapan perhatian dan kepedulian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-9193838895823399862?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/9193838895823399862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/membeli-waktu-papa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/9193838895823399862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/9193838895823399862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/membeli-waktu-papa.html' title='Membeli Waktu papa'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Q6L3A9lnaPI/TpSAKWpMH4I/AAAAAAAAAVE/a51dBlY-rOk/s72-c/membeli%2Bwaktu%2Bpapa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-691481493093991170</id><published>2011-10-11T10:41:00.001-07:00</published><updated>2011-10-11T10:41:33.374-07:00</updated><title type='text'>Siapakah Jesus....</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-h4SKo_zPj5c/TpR_wBEXm-I/AAAAAAAAAU4/JV0AznVfZ28/s1600/Siapakah%2BJesus.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="226" src="http://2.bp.blogspot.com/-h4SKo_zPj5c/TpR_wBEXm-I/AAAAAAAAAU4/JV0AznVfZ28/s320/Siapakah%2BJesus.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pernahkah anda bertemu dengan seorang yang tidak percaya kepada Yesus dan menganggap Yesus hanyalah orang biasa? Ada orang yang menganggap Yesus manusia biasa yang tidak lebih baik dan lebih besar daripada orang besar lainnya yang pernah dicatat dalam sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, ada pula yang mengklaim bahwa mereka juga bisa melakukan seperti apa yang pernah Yesus lakukan. Untuk mereka y...ang berpikir bahwa mereka juga bisa melakukan semua yang pernah Yesus lakukan, beberapa daftar perbuatan Yesus yang pernah dilakukanNya ini mungkin bisa menjadi patokan awal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberi makan 5000 orang tamu yang tak terduga, dan kemudian masih menyisakan banyak sekali makanan yang bahkan jauh lebih banyak daripada yang disediakan pada awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membuat angin ribut dan badai tunduk pada perintahmu, sehingga angin dan gelombang menjadi reda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dianggap menjadi ancaman bagi sebagian orang, sehingga mereka menuntut engkau dihukum mati. (Engkau harus bisa melakukannya hanya dengan apa yang engkau ucapkan, tanpa demonstrasi, kekacauan, bakar-membakar, atau jenis&lt;br /&gt;kekerasan apapun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bangkit pada hari ketiga setelah dihukum mati dan dinyatakan sudah benar-benar mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini baru hal-hal sederhana yang telah Yesus lakukan. Sekarang, mari kita lihat syarat-syarat lain yang jauh lebih sulit (perlu anda ketahui bahwa anda tidak perlu mempercayai Alkitab untuk mengetahui bahwa Yesus telah melakukan semua hal ini). Selama lebih dari 2000 tahun setelah kematianmu (dan juga kebangkitanmu), engkau harus melakukan hal-hal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Setiap minggu, jutaan orang berkumpul di ribuan tempat dengan satu tujuan yaitu untuk menceritakan kembali betapa baiknya engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ribuan rumah sakit dan sekolah harus dibangun dan dioperasikan oleh karena namamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kalender, yang digunakan di hampir seluruh dunia, harus dimulai sesuai dengan saat engkau dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Banyak orang harus tetap merasa bahwa cukup pantas mereka menghabiskan waktu hanya untuk membuktikan bahwa engkau adalah seorang pendusta (sementara jika engkau benar-benar pendusta, maka engkau akan segera dilupakan&lt;br /&gt;orang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hidupmu haruslah menjadi standar kebaikan termulia bagi sebagian besar penduduk dunia, bahkan bagi banyak orang yang mengklaim bahwa mereka tidak punya hubungan apapun dengan aliran yang engkau dirikan untuk dan memuja dan&lt;br /&gt;melayanimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Yang paling penting dari semuanya adalah engkau hanya punya waktu 3,5 tahun untuk melakukan semua yang telah disebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada yang sanggup melakukannya, saya tetap memilih Yesus sebagai Tuhan. Karena dia telah menyelamatkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpujilah KRISTUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ave Maria !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2264182801909455620-691481493093991170?l=bundapenolongabadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/feeds/691481493093991170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/siapakah-jesus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/691481493093991170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2264182801909455620/posts/default/691481493093991170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/siapakah-jesus.html' title='Siapakah Jesus....'/><author><name>Bunda Penolong Abadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01099518129562417704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NyDKQEDsNjY/S6ONu1cQf1I/AAAAAAAAAAg/UeWyPNoW56s/S220/bpa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-h4SKo_zPj5c/TpR_wBEXm-I/AAAAAAAAAU4/JV0AznVfZ28/s72-c/Siapakah%2BJesus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2264182801909455620.post-1624042506763421863</id><published>2011-10-10T01:21:00.000-07:00</published><updated>2011-10-10T01:21:27.507-07:00</updated><title type='text'>Berdoa di suatu malam yang hening.....</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-LQaT2Pw_q5k/TpKq6zvWByI/AAAAAAAAAUw/2vY8zye5Tn8/s1600/doa%2Bmalam.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="214" src="http://2.bp.blogspot.com/-LQaT2Pw_q5k/TpKq6zvWByI/AAAAAAAAAUw/2vY8zye5Tn8/s320/doa%2Bmalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bapa di surga&lt;br /&gt;Ya?....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyela. Aku sedang berdoa.&lt;br /&gt;Tapi kamu memanggil-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanggil-Mu?&lt;br /&gt;Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa di surga&lt;br /&gt;Nah, ya'kan, kamu melakukannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan apa?&lt;br /&gt;Memanggil-Ku. Kamu bilang, "Bapa di surga. Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini'kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.&lt;br /&gt;Oh, baiklah. Teruskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu.&lt;br /&gt;Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa?&lt;br /&gt;Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa? Begitulah mereka mengajarku berdoa.&lt;br /&gt;Oh, baiklah. Teruskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruskan?&lt;br /&gt;Ya, teruskan doamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita&lt;br /&gt;Apakah kamu bersungguh-sungguh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tentu saja.&lt;br /&gt;Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia ti
